One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 282



Hari ini hari yang sangat membahagiakan bagi kedua anak tertua tuan Renal Antara dan nyonya Sela Antara.Kenapa bisa begitu,karena tepat hari ini sikembar Arga dan Gia akhirnya secara resmi menyandang gelar S1 mereka dan telah mengikuti serangkaian acara wisuda kampus mereka.Dihari yang berbahagia ini pulalah semua anggota utama keluarga Antara turut menghadiri acara wisuda keduanya,bahkan Zia juga ikut bergabung disana.


"Butuh berapa tahun lagi supaya kakak bisa berdiri disana?" pertanyaan setengah berbisik itu langsung keluar dari mulut Zia dan tertuju untuk kakak ketiganya yang kebetulan duduk disebelahnya.


"Beberapa tahun lagi.Kenapa,kamu tak sabar melihat kakak berada didepan sambil mengenakan toga juga dan resmi menyandang gelar dokter?"


Meski Zia tadi bertanya setengah berbisik,namun kak Lyn yang memiliki pendengaran tajam tentu dapat mendengar pertanyaan adik bungsunya itu dan langsung menyautinya setengah berbisik pula.Masih ingat kalau keduanya masih sangat membatasi interaksi mereka didepan anggota keluarga mereka yang lain.


"Ya bisa dibilang begitu dan aku berharap bisa melihatnya secara langsung begini"jawab Zia masih dengan suara pelan.


"Tenang saja,kamu pasti bisa melihat kakak berada didepan sana.Kakak akan berusaha keras untuk bisa lulus dengan cepat dan menjadi dokter"ujar kak Lyn sambil tersenyum tipis dan Zia menyadari hal itu.


"Aku akan berdoa sebanyak mungkin untuk kesempatan itu.Tapi jangan sampai sakit karena hal itu kak,aku akan sangat sedih jika kakak sakit" ucapan adik bungsunya itu tersirat sedikit keputusasaan bagi Lyn dari nada bicara Zia saat menyampaikan-


nya dan Lyn tak tahu karena apa.


Perempuan berwajah dingin itu langsung meraih telapak tangan adik bungsunya itu dan membawanya kedalam gengaman tangannya.Zia melihat hal itu langsung mengukir senyum dibibirnya karena merasakan hangat dihatinya,meski tampak cuek dan tak peduli tapi Zia tau kakaknya yang satu ini adalah salah seorang yang paling tulus sayang kepadanya.


Namun tanpa keduanya sadari jauh diatas panggung didepan keduanya, mata tajam sang kakak perempuan berhasil menangkap interaksi percakapan Zia dan Lyn dari gerak tubuh dan bibir keduanya.


*Mereka berdua selalu saja berinteraksi secara diam diam begitu*batin Gia yang masih berada diatas panggung.Namun tentu perempuan kini tengah mengenakan atribut toga itu tak mau merusak hari wisudanya sendiri,jadi Gia memilih mengesampingkan semua hal itu sejenak demi hari kelulusan yang sempurna.


Setelah berbagai serangkaian acara berlangsung akhirnya acara wisuda itu selesai juga dan para tamu undangan dipersilahkan untuk keluar dari gedung tempat acara inti dilaksanakan.Kini keluarga Antara berkumpul disalah satu sisi taman dekat gedung acara untuk menanti kedua orang yang telah resmi diwisuda datang menghampiri mereka kembali,karena Arga dan Gia tadi berpamitan sebentar untuk berfoto bersama dengan rekan rekan seperkuliahan nereka.


"Nah ini dia anak anak papa yang baru saja resmi diwisuda"sambutan hangat tuan Renal berikan kepada anak kembarnya yang terlihat berjalan mendekat kearah mereka.


"Aduh anak anak mama,keliatan tamoan dan cantik sekali hari ini"puji nyonya Sela yang terlihat sangat terharu dan bahagia melihat kedua anak tertuanya telah menyelesaikan pendidikan S1 mereka.


"Mama bisa aja"ujar Arga sedangkan Gia hanya memasang senyum bahagia saja disebelah kembarannya itu.


Ketujuh orang anggota utama keluarga Antara itu mulai mengambil posisi untuk difoto,yang akan mengambil foto keluarga mereka itu adalah supir mereka yang juga turut hadir untuk mengantar keluarga itu.


"Lio ayo sini berdiri ditengah"ajak Arga kepada Liona,karena biasanya adiknya itu sangat hobi mengambil posisi tengah jika berfoto bersama seperti ini.Namun kali ini Liona terlihat menolak.


"Enggak,kali ini biar Zia yang ditengah"


"Kenapa jadi gue yang ditengah?"


Zia sedikit protes namun protesnya itu tak dipedulikan.


"Lo yang paling muda disini,jadi tentu lo yang ditengah"


"Tapi kita seumuran Lio,tahun lahir kita sama"


"Iya tapi tetap aja gue lebih tua beberapa bulan adikku tersayang"


"Udah udah malah ribut"tegur kak Gia,kemudian perempuan itu langsung menarik Zia untuk berada diposisi tengah dan tentunya itu agak tak terduga serta jelas mengejutkan bagi Zia.


"Lo diem disini.Gua lagi baik hati"bisik kakak tertua perempuan Zia itu kepada Zia.Gadis termuda tentunya langsung membisu dan pasrah,sedikit melirik kearah Liona yang nampak tersenyum kemenangan.


"Ayo pak,mulai ambil fotonya"ujar Liona kepada pak supir yang telah menunggu siap dengan kamera didepan mereka.


Mengikuti intruksi sang majikannya itu,pak supir mulai menggunakan kamera ditangannya untuk mengambil beberapa potret keluarga majikannya itu.Tak hanya satu tapi banyak foto dengan berbagai gaya dan posisi diambil.Dari sanalah terlihat siapa siapa saja diantara anggota keluarga itu yang luwes saat difoto dan yang mana terlihat kaku saat difoto.


Jika kalian bertanya termasuk digolongan manakah Zia,tentu sudah jelas gadis muda itu masuk kedalam golongan para kaum yang kaku jika berfoto.Tenang Zia tak sendiri karena kakak ketiganya yaitu Lyn serta sang papa yaitu tuan Antara sendiri masuk kedalam golongan yang sama.