One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 102



"Hah!itu motor yang cowok sama mobilnya Neta,adik gue yang biliin?!Gek salah"tanya Liona memastikan ia tak salah dengar.


"Iya,bahkan kemarin lusa sebenernya Zia juga nawarin ke gue cuma gue tolak soalnya takut tambah repot ngurusnya kalau nambah kendaraan"ujar Rena yang membuat Liona tambah kaget.


"Kok adik gue kaya banget ya?"tanya Liona.


"Lo lupa atau gimana sih Lio,Lo juga kan anak orang kaya"ujar Rena mengingatkan Liona kalau kalau sahabatnya itu lupa jati diri.


"Papa gue yang kaya,bukan gue"ujar Liona.


"Sama aja itu,orang nanti lo jadi salah satu yang bakal mewarisinya" ujar Rena.


"WOI!TIGA KUCRIT,SINI LO PADA?" teriak Danil memanggil ketiga orang itu,pak ketu itu sudah tidak sabaran menunggu.


"Yuk nyamperin anak anak yang lain,noh pak ketu udah ngegas"ajak Neta kepada Zia dan Danil.


Ketiganya pun berjalan menghampiri teman teman sekelas mereka


"Hai guys,selamat pagi"sapa Zia sambil tersenyum.


"Pagi bos"jawab teman temannya.


"Lo semua udah ikut ikutan sama Danil,manggil gue bos segala"ujar Zia.


"Terima aja julukan baru lo Zi"ujar Rena,membuat Zia menoleh kearahnya.


"Eh kak Ren,Lio kalian disini juga?"tanya Zia baru sadar.


"Yoi,kita tadi penasaran kenapa anak anak kelas lo pada ngumpul disini ternyata nungguin kalian toh"jawab Rena.


"Gimana kak mobil sama motor baru kita,bagus and kece gak?"tanya Neta.


"Wuih mantap,tambah kece kalian"puji Rena sambil mengacungkan jempolnya.


Liona yang ada disebelah Rena hanya diam saja menatap sang adik,mata keduanya sempat bertemu sebentar namun Zia hanya tersenyum kemudian langsung memutus kontak mata mereka itu.


"Ekhem,ayo masuk kelas.Bel udah bunyi"ajak Zia kepada semuanya.


"Kuy"saut teman teman sekelasnya beserta Rena dan Liona.


Sumuanyapun berjalan memasuki area gedung sekolah untuk menuju kekelas mereka masing masing dan meninggal  kan area parkiran.


"Hai Zia"sapa Ken secara tiba tiba datang menghampiri Zia saat dikoridor.


Zia dan Neta langsung menghela nafas mereka sedangkan Danil serta murid murid 12 IPS 1 ikut mengubah wajah menjadi datar,sangar,dan sinis akan kehadiran tamu tak diundang itu.


Tak mempedulikan reaksi sahabat dan teman teman sekelas Zia,Ken langsung menyodorkan sebatang coklat kepada Zia.


"Ini aku bawain kamu coklat buat bikin hari kamu semangat,ini aku pesan khusus dari luar negri loh" ujar Ken.


Zia menatap tak minat pada coklat yang disodorkan cowok itu dihadapannya.


"Gue gak suka coklat"ujar Zia bermaksud berniat menolak pemberian cowok itu.


"Aku gak percaya kamu gak suka coklat,semua cewekkan suka coklat.


Ayo terima aja gak usah malu malu"ujar Ken masih menyodorkan coklat ditangannya itu ke Zia.


"Kalau gue terima itu coklat,lo bisa menyingkir dari hadapan gue?"tanya Zia masih dengan wajah malasnya.


"Iya,tapi kamu terima coklatnya" jawab Ken,akhirnya dengan terpaksa Zia menerima coklat pemberian Ken itu.


"Kalau begitu aku pergi dulu cantik"ujar Ken sambil mengedipkan sebelah matanya dan sebelum pergi cowok itu juga dengan lancang mengusap rambut Zia.


Setelah Ken pergi dari hadapannya Zia langsung mengusap usap rambutnya dengan wajah kesal seperti membersihkan kuman disana akibat tangan Ken yang mengusap rambutnya.


"Bangsat,rambut gue terkontaminasi" umpat Zia kesal.


"Duh kayaknya nanti lo harus keramas bos"ujar Abel.


"Ayo lanjut jalan"ajak Neta kepada yang lain untuk melanjutkan langkah menuju kekelas.


Zia mengubah posisinya berjalan disebelah saudarinya,ia menyelipkan coklat tadi dikantung almamater Liona.Saudarinya itu seketika langsung menoleh kearahnya dengan wajah penuh tanya.


"Buat lo aja,lo lebih pantes dapet itu"bisik Zia kepada saudarinya itu.


"Makasih"balas Liona sambil berbisik,ia tersenyum kepada adiknya itu.


"Eh guys,gue sama Lio pisah disini ya"ujar Rena kepada anak anak kelas 12 IPS 1,setelah itu ia dan Liona berpisah menuju kearah kelas mereka.


~Perusahaan F'company~


Teo saat ini sedang berada diruangannya,ia tak sendiri tapi ada Anna sang kekasih yang juga ikut berada disana untuk menemaninya.


Sebenarnya bukan menemani sih tapi lebih tepatnya numpang tempat kerja soalnya ruangan wanita itu belum dibereskan akibat kedatangannya yang sedikit mendadak,sepasang kekasih itu sama sama sibuk pada laptop masing masing.Teo yang duduk dimeja kerjanya sedangkan Anna yang duduk disofa yang berada diruangan itu, sepertinya rencananya yang ia katakan kepada Zia untuk tidak bekerja dulu dua hari ini tidak berjalan sesuai rencana.Baru juga tadi ia ingin pergi melihat lihat kota ini,tapi ia sudah mendapat panggilan telepon dari salah satu bawahan kepercayaannya dari perusahaan cabang yang ada di AS.


Mereka memerlukan bantuan untuk menyelesaikan sesuatu dan itu harus ada campur tangannya,jadilah ia akhirnya berakhir disini.


"Zia sering kekantor gak?"tanya Anna memecah keheningan ruangan itu, matanya masih tetap pada monitor laptop dipangkuannya.


"Enggak,baru dua kali dia datang kesini"jawab Teo dari meja kerjanya.


"Bagus deh"ujar Anna.


"Aku emang sengaja buat dia seminimal mungkin harus terlibat langsung urusan perusahaan,kecuali ngurusin laporan penting yang dikirim ke email dia"ujar Teo menghentikan pekerjaannya.


"Supaya bocah itu punya waktu lebih banyak untuk menikmati waktu waktu remaja dia,juga buat nyelesain tujuannya,trus supaya bisa bersosialisasi sama yang seumuran dia juga.Supaya gak berkas sama bisnis aja yang ada diotaknya"lanjut Teo.


"Kayak tujuan kamu berhasil deh,aku liat Zia udah punya sahabat sekarang trus kalau menurut cerita Rena kemarin kayaknya Zia juga cukup akrab sama teman teman sekelasnya.


Itu kemajuan yang sangat besar untuk hitungan kita yang tahu gimana kepribadian asli bocah itu selama ini"ujar Anna.


"Bener tuh,eh ngomong ngomong kamu tau gak yang kalau Zia beliin motor kesalah satu teman kelasnya trus beli mobil juga buat Neta sama dia sendiri?"tanya Teo kepada sang kekasih.


"Tau kok,Zia kirim pesan lusa kemarin sama aku buat ngasih tau hal itu"jawab Anna.


"Kamu gak ngomelin dia kan?"tanya Teo menatap Anna.


Anna menoleh kearah Teo kemudian menggelengkan kepalanya pelan


"Enggaklah,lagian itukan duitnya Zia sendiri.Jadi aku gak punya hak buat ngurusin dia mau beli apa,lagian selama gak dipergunain kearah yang negatif.Lagian duit Zia gak bakal berkurang banyak"ujarnya menjawab pertanyaan Teo.