One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 247



Jevan malam ini tampil menawan dengan balutan jas hitam dan kemeja putih serta jangan lupakan sebuah dasi terpasang dengan baik sebagai penyempurna penampilan pria itu malam ini,kehadiran Jevan dipesta perusahaan yang diadakan oleh ANTARA GROUP ini ada dua alasan.Alasan pertama tentu untuk menjadi salah satu perwakilan dari perusahaan keluarganya dan yang kedua tentu kita bisa menebaknya bersama,pria itu hadir sebagai kekasih dari putri tertua dari tuan Renal Antara dan Juga Nyonya Sela Antara.


Jevan kini tengah melihat lihat menu hidangan yang tersaji dimeja panjang,laki laki itu sedikit merasa lapar oleh karena itulah ia memutuskan untuk menunda menghapiri Gia sang kekasih beserta keluarga kekasihnya yang kemungkinan ada didaerah tengah tengah lokasi pesta.


Saat sedang asik mencicipi beberapa hidangan kecil dipesta itu,Jevan tak sengaja melihat seseorang yang dia kenal.Seseorang yang tak sengaja dia lihat itu adalah Zia yang juga berada disekitar meja sajian pesta,buru buru Jevan bergerak menghampiri adik bungsu dari kekasihnya itu.


"Zia!"panggil Jevan sedikit menguatkan suaranya,sehingga gadis muda pemilik nama yang diserukannya itu berbalik menoleh kearahnya.


"Loh kak Jev,halo selamat malam"ucap Zia saat Jevan sudah berada didekat gadis muda itu.


"Malam juga,kamu ngapain disini?kok gak bareng sama yang lain?"Jevan membalas ucapan selamat malam remaja itu lalu bertanya apa yang gadis itu lakukan disana dan kenapa gadis tidak berkumpul dengan keluarga gadis itu


"Tadi aku haus kak trus sedikit lapar juga makanya kesini,Zia belum tau dimana anggota keluarga yang lain soalnya gak datang bareng mereka"jawab Zia.


Jevan yang mendengar jawaban adik dari kekasihnya itupun mengangguk paham,pandangan laki laki itupun kini beralih pada sosok pemuda yang berdiri tepat disamping Zia.Tunggu!


Jevan pernah bertemu dengan pemuda itu sebelumnya,dulu saat dirinya dan Gia menjemput Zia disebuah Cafe setelah pulang jalan jalan disuatu hari minggu kalau Jevan tak salah ingat.


"Kamu datang sendiri atau...?"


Zia yang melihat arah lirikan mata dari pacar dari kakak perempuan tertuanya itupun langsung paham maksud dari pertanyaan yang dilontarkan oleh kak Jevan.


"Aku tadi datang bareng sama kak Teo dan kak Anna kak,lalu sama dia juga"ujar Zia sambil menoleh kearah sebelahnya diman Raka berdiri.


"Kak Jev,kenalin ini Raka and Raka kenalin ini kak Jev pacarnya Gia kakak aku"lanjut Zia kini saling memperkenalkan Raka dan kak Jevan.


Raka selaku yang lebih muda langsung mengulurkan tangannya terlebih dahulu untuk mengajak kak Jevan bersalaman sekaligus berkenalan langsung dan kak Jevan langsung membalas salaman itu.


"Perkenalkan nama saya Raka pacarnya Zia,salam kenal tuan Jevan"ujar Raka pada kak Jevan.


"Saya Jevan pacarnya Gia kakak perempuan tertuanya Zia,salam kenal kuga Raka dan sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya"balas kak Jevan,jujur pria itu cukup kaget saat Raka memperkenalkan diri sebagai kekasih dari calon adik iparnya ini.


Setelah berkenalan dengan Raka kini Jevan memberi isyarat kepada Zia untuk mendekat kepadanya,Ziapun menurut karena tau kalau pacar kakaknya ini pasti ingin bertanya sesuatu.


"Itu bocah beneran pacar lo?"tanya kak Jevan setengan berbisik kepada Zia.


"Iyalah,kak Jev emang gak denger tadi pas pacar aku memperkenalkan dirinya"Zia


"Udah berapa lama?"kak Jevan.


"Lumayan lama sih"Zia


"Keluarga lo yang lain pasti belum tau kan?"kak Jevan.


"Belum sih cuma pacar kakak aja yang tau,tapi belum tau kalau itu Raka" Zia


"Jangan sampai kayak gitulah,semoga"


Zia


"Kalau gitu kakak cuma bisa bantu doa aja"kak Jevan.


Ekhem...Raka berdehem gara gara merasa diacuhkan oleh kedua orang yang tengah sibuk berbisik bisik didepannya itu,mana bisik bisiknya kedengaran lagi ditelinganya.


Zia dan kak Jevan langsung mengakhiri adegan bisik bisik mereka,Zia juga kembali kepada posisi awalnya yang berdiri disebelah Raka.


"Maaf Raka jangan cemburu,saya sudah punya pacar kok hehehe.."ucap kak Jevan sedikit bercanda,Raka hanya menyautinya dengan sebuah deheman kembali.


*Waduh ini bocah kayaknya bukan tipe tipe yang bisa diajak becanda*batin kak Jevan langsung bisa sedikit melihat kepribadian Raka dari cara anak muda itu merespon candaannya.


Zia yang melihat keakward-an yang dirasakan antara kak Jevan dan Raka langsung berkata


"Kak Jev sendiri kok gak langsung nyamperin kak Gia?"tanya Zia.


"Tadi pas sampai rencananya gitu tapi kakak sedikit laper,jadi mampir dulu kesini eh malah ketemu kalian.Tapi ini rencananya juga kakak mau nyamperin kakak kamu kok,takut ngambek nanti kakak kamu itu kalau kakak gak samperin"jawab kak Jevan.


"Yaudah kalau gitu Zia sama Raka bareng kak Jev aja ya,kita juga mau ketempat anggota keluarga yang lain"ujar Zia kepada kak Jevan.


"Boleh yuk"saut kak Jevan setuju untuk pergi ketempat anggota keluarga Antara yang lain bersama sama.


Ketiganyapun berjalan menjauh dari tempat mereka tadi,Zia dan Raka mengikuti langkah kak Jevan yang sepertinya sudah tahu dimana keberadaan anggota keluarga Antara yang lain berada.Ditengah perjalanan mereka juga tak sengaja bertemu dengan kakak perempuannya Zia yang tak lain dan tak bukan adalah kak Gia yang merupakan kekasih dari kk Jevan dan sepertinya tanpa perlu perkenalan lagi,kak Gia sudah bisa menebak kalau Raka adalah pacar Zia yang dibicarakan oleh gadis itu padanya beberapa waktu lalu.Tanpa perlu basa basi lagi Jevan langsung menghandeng tangan kekasihnya,tentu dirinya tidak mau kalah dengan sepasang remaja SMA yang sejak tadi ia perhatikan hampir tak pernah lepas saling menggandeng satu sama lain.


"Kenapa kamu tidak langsung menghampiriku Jevan?"tanya kak Gia pada kak Jevan,dari nada bicaranya sih terlihat sekali kakak perempuan Zia itu tengah kesal.


"I'm sorry sayang,aku sedikit lapar tadi jadi ya aku mampir mengisi perut sebentar didekat area meja sajian"jawab kak Jevan meminta maaf pada sang kekasih.


Setelah mendapatkan permintaan maaf dan jawaban dari kekasihnya,kini kak Gia beralih kepada Zia


"Kamu juga kemana dari tadi,gue cariin juga dari tadi?"tanya kak Gia pada Zia,membuat Zia menaikkan sebelah alisnya


"Kakak nyariin aku?"Zia.


"Iyalah,kamu lupa kalau hari ini dia bakal datang sebagai tamu undangan.


Masa gue harus temuin temen kamu itu sendiri sih"dumel kak Gia.


Zia mengangguk pelan setelah mengetahui kenapa kakak perempuannya itu juga mencarinya ternyata karena calon patner kerja sama itu toh, apalah yang Zia bisa harapkan.


Btw kak Gia menggunakan kata kamu untuk Zia karena mereka ada ditengah tengah pesta kayak gini dan cukup banyak tamu undangan disekitar mereka,gak mungkinkan pakai lo-gue.