One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 235



SMA Hantara___


Pagi ini selepas istirahat setelah pelaksanaan upacara bendera yang diadakan rutin tiap hari atau tepat jam setengah sembilan pagi,para murid berbondong bondong mendatangi semua titik papan mading yang tersebar dibeberapa tempat disekolah mereka itu.Tujuan para murid itu hanya satu yaitu melihat hasil alias nilai UTS yang mereka lalui minggu lalu,selain itu melihat siapa yang menduduki peringkat teratas pararel sekolah juga hal cukup penting.


Tapi ada sedikit yang berbeda kali ini yaitu sesuatu yang tertera pada peringkat 50 teratas sekolah sedikit membuat para siswa dan siswi HANTARA heboh ditengah kerumunan itu.


"Wah gila ***,peringkat pertama sama kedua diisi sama couple sekolah"


"Mana mana,wah..."


"Kalau ini mah namanya cari real cari pasangan selevel kawan"


"Raka mah udah biasa tapi Zia?gue gak tau saudarinya Lio itu pinter"


"Gue juga baru tau juga,malahan lebih pinter dari kakaknya"


"Ini mah yang mau jadi orang ketiga diantara mereka minimal peringkat tiga sih"


"Tapi peringkat 3 kita juga udah punya doi"


Neta yang mendengar bisik bisik oara tetangga yang menyebut nyebut nam sahabatnya dan juga Raka langsung menatap deretan daftar peingkat 50 murid Hantara dari bawah hingga atas,awalnya ia terlihat biasa biasa saja bahkan saat menemukan namanya pada daftar nomor 40 disana.Namun ia langsung tercengang setelah melihat daftar itu kebagian paling atas,mana selisih nilai cuma beda 1,5 poin aja lagi.


WAW


satu kata yang terdapat dibenak gadis itu kini,Neta menemukan dua nama dari dua orang yang dia kenali tercatat pada nomor 1 dan nomor 2 didaftar itu.Gadis itu melirik kearah kiri dan kanannya dimana terdapat kedua orang pemilik nama dijajaran dua teratas itu berdiri tepat didua belah sisinya, Glup...Neta kini menelan ludahnya sekarang.Tuhkan Neta jadi grogi sekarang berdiri diantara Zia dan Neta,berasa bodoh banget dia tuh.


Tapi tunggu!Neta kembali melihat kesisi kiri dan kanannya,apa apaan ekpresi itu?!Raka berdiri dengan wajah lempengnya,Zia yang memang matanya melihat kearah daftar peringkat namun tampang bodoh amatnya itu loh.


*Wah wah gak bener nih*batin Neta,ia segera menarik kedua orang itu keluar dari kerumunan didekat mading lalu membawa keduanya kesisi yang agak lengang disana.


"Kenapa lo tiba tiba narik sih Ta?"tanya Zia yang kaget dengan tingkah tiba tiba sahabatnya itu.


"Tau tuh,lain kali kasih aba aba dulu"ujar Raka,cowok itu melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman Neta.


"Heh lo berdua gak liat apa nama lo berdua tercatat dinomer berapa?" tanya Neta kepada Zia dan Raka.


"Satu"Raka


"Dua"Zia.


"Trus apa apaan tadi muka lo bersua lempeng dan keliatan bodo amat kek tadi,gue liat liat kalian gak ada seneng senengnya gitu?"tanya Neta


"Orang mah kalau ada diposisi lo berdua udah lompat lompat kegirangan atau enggak seminimalnya senyum bahagia gitu,lah lo berdua gak ada seneng senengnya gue perhatiin" lanjut Neta.


"Gue udah biasa Ta,lagi pula itu baru UTS aja"kata Raka.


Mendengar jawaban dari Raka itu,Neta cukup bisa menerimanya.Benar juga,wajar itu cowok biasa aja soalnya udah sering berada dipuncak peringkat daftar 50 teratas.Nah sekarang Neta menatap Zia,ia kini menunggu jawaban dari sahabatnya yang satu ini.


"Itu cuma daftar peringkat nilai Ta,


kalau nilai saham yang naik baru gue seneng"ujar Zia seadanya,namun membuat Zia geleng geleng kepala.


"Udahlah,gak ngerti lagi gue isi otak orang pinter"ujar Neta menyerah.


Tak berselang lama datanglah Liona bersama tiga orang yang salah satuny adalah Rena,sedangkan yang dua orang lagi adalah Ken beserta Juna.


"Selamat atas peringkat duanya dek"ucap Liona yang langsung memeluk Zia dengan semangat.


"Tanks,congrast juga buat peringkat 23 pararelnya"balas Zia.


"Sama sama juga dek"balas Liona kembali,Liona kemudian melepaskan pelukannya dari Zia dan kini beralih melihat kearah Raka yang berdiri disebelah adiknya.


"Congrast juga buat pak ketos atas peringkatnya,juara bertahan lagi"Liona juga mengucapkan selamat kepada Raka selaku kakak dari kekasih cowok itu.


"Tanks"saut Raka singkat.


Bukan cuma Liona saja yang mengucapkan selamat kepada Zia-Raka tapi Rena juga melakukan hal yang sama.


"Selamat atas peringkat keduanya Zia,orang pinter emang selalu bikin kagum"ucap Ken sambil senyam senyum tak jelas.


"Hm"balas Zia acuh tak acuh,namun ya Ken masih tetap senyam senyum tak jelas.


"Lo gak mau ngucapin selamat juga sama gue bro,gue dapet peringkat satu loh?nama gue sebelahan sama Pacar Gua,pasti liat dong nama gue" ujar Raka dengan sengaja menekan kata Pacar Gue dan sengaja pula merangkul pundak Zia.


"Nah iya,Ken gak mau kasih ucapan buat Raka juga.Pacar gue ini pinter banget loh,pasti lo juga kagum sama dia karena dia juga pinter"ujar Zia.


Neta-Rena-Juna seketika langsung menahan tawa mereka,mendengar perkataan Zia itu.Bocah yang satu itu pandai sekali memainkan kalimat dari Ken tadi,sehingga menjadi bumerang sendiri bagi Ken.


"Aku pamit dulu ya Zi,tadi dipanggil pak kepsek soalnya buat persiapan turnamen basket.Yuk Jun"ujar Ken kemudian langsung menarik rekannya segera meninggalkan tempat itu.


"Lah..lah..lah...malah kabur Wkwk"


ujar Neta,gadis itu tau pasti kalau itu hanya alibi Ken saja untuk menghindar supaya tidak disuruh memuji Raka yang jelas jelas saingannya.