
"Masuk,awas lo bohong.Kepala lo gue penggal"ujar kak Gia akhirnya setuju memberi Zia tebengan,meski dibarengi sebuah ancaman.
*Buset ancamannya,gini nih kalau punya saudari berjiwa spikopat*batin Zia,ia sudah masuk dan duduk dikursi disebelah kursi pengemudi.
Seperti yang dikatakan Zia tadi kalau dirinya hanya menebeng mobil sang kakak sampai ujung jalan saja,
setelah itu ia segera meminta agar mobil itu berhenti dan langsung membuka pintu lalu keluar dari dalam sana.
Tok..tok..tok..Zia mengetuk kaca pintu mobil itu sehingga kak Gia akhirnya menurunkan kaca itu.
"Apa lagi?"tanya kak Gia judes.
"Sampai jumpa dikantor gue nanti siang kak"ucap Zia.
"Hm,pergi sana"balas kak Gia.
Zia mengangguk kemudian berbalik dan berjalan menuju kearah sebuah mobil yang terparkir didepan mobil milik kak Gia,terlihat seorang cowok yang memakai seragam sekolah yang sama seperti Zia tengah bersandar pada mobil itu dan sepertinya tengah menunggu kedatangan Zia.
"Siapa tuh cowok?"kak Gia bergumam sambil mengamati Zia yang tengah mengobrol dengan sosok cowok itu.
"Ah palingan pacarnya,ngapain juga gue peduli"ujar kak Gia akhirnya,
Wanita muda itu segera melajukan mobilnya kembali meninggalkan tempat itu.
Raka___
Raka kini tengah berdiri sambil bersandar pada body mobil miliknya,
pagi pagi tadi ia mendapat pesan dari grub chatnya dengan Neta-Zia.
Neta mengirim pesan supaya dirinya dan anak pemilik sekolah bernama Zia itu untuk berangkat kesekolah bersama,tentunya ini semua adalah rangkaian rencana yang Neta susun supaya terlihat beneran.
Oleh sebab itulah kenapa pemuda itu berada disini dipinggir jalan raya besar didekat jalan masuk perumahan mewah dimana kediaman keluarga Antara berada,Zia menyuruhnya menunggu disana karena gadis itu akan menemuinya disitu.
"Lama lo"ujar Raka sesaat setelah Zia datang kedekatnya.
"Sory,gue harus bujuk kakak gue dulu supaya dikasih tumpangan"ucap Zia meminta maaf,ya Zia tahu kalau dirinya memang datang terlambat dari waktu yang sudah disepakati.
"Ayo masuk,kita harus cepet.Gue masih ada tugas patroli pagi"ujar Raka.
"Iya pak ketos"saut Zia.
Raka membuka pintu mobil mempersilahkan Zia masuk,setelah itu baru ia berjalan dan masuk lewat pintu mobil disisi lainnya.
"Tanks"ucap Zia kepada Raka yang sudah membukakannya pintu.
Setelah memastikan dirinya dan Zia memasang sabuk pengaman dengan baik,
barulah Raka menjalankan mobilnya kembali.Selama perjalanan tidak ada percakapan berarti antara kedua orang itu,ya mau bagaimanapun keduanya memang tidak akrab satu sama lain dan juga sama sama bukan tipe orang yang mudah untuk memulai obrolan jika bukan karena hal penting.Setelah lama hening,Zia terlihat mengeluarkan sesuatu dari dompetnya dan meletakkannya keatas dashboard mobil didepan Raka.
"Itu kertas apaan?"tanya Raka bertanya kepada Zia.
"Itu cek,bukannya semalam lo minta tolong sama gue buat kasih donatur buat yayasan anak.Nah itu lo cairin isi cek itu,kalau nominalnya kurang lo kasih tau gue"jelas Zia singkat padat dan cukup jelas.
"Makasih"ucap Raka singkat kemudian meraih kertas cek itu dan langsung memasukkannya kedalam saku almamaternya tanpa memeriknya terlebih dahulu.
"Lo gak periksa isi nominal cek itu dulu,gimana kalau kurang?"tanya Zia heran.
"Pas gue minta tolong semalamkan,gue gak kasih tau berapa nominalnya.Jadi ngapain gue cek kurang atau enggak,
yang tertera dicek itu udah pasti seberapa iklasnya lo"jawan Raka.
"Betul sih,tapi...yasudahlah"gumam Zia.