One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 28



"Bukan masalah besar kok mi,cuma Lio tadi ngambek aja sama Zia sama temen temen yang lain.Trus kelanjutan deh ngambeknya sampai pulang sekolah"jawab Zia pada maminya.


"Ngambek kenapa?"tanya Sela


"Sejujurnya Zia juga gak terlalu tau sih mi,Lio ngambek gara gara apa"jawab Zia.


"Kalau gitu kamu sana ke kamar kamu aja,bersih bersih ganti baju trus turun buat makan siang"suruh Sela pada putrinya.


"Soal kakak kamu Lio gak usah dipikirin,emang ngambekan anaknya tapi palingan nanti baik sendiri"lanjut Sela.


"Iya mi,tapi Zia udah makan siang tadi disekolah jadi gak perlu makan lagi"saut Zia.


"kalau gitu Zia pamit ke kamar dulu"lanjut Zia pamit langsung pergi ke kamarnya.


"Ada ada aja"ujar Sela menggelengkan kepalanya,kemudian perempuan dewasa itu memutuskan untuk pergi dari ruang tamu juga.


Zia memasuki kamarnya dan langsung meletakkan tasnya di atas meja belajarnya kemudian setelah itu ia duduk dipinggir kasurnya.Gadis remaja itu duduk sambil termenung beberapa saat,setelah beberapa saat termenung barulah ia beranjak ke dalam kamar mandi yang ada didalam kamarnya itu untuk bersih bersih dan mengganti baju seragam sekolahnya dengan baju santai di rumah.


Zia keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kaos putih berlengan pendek dan celana panjang,rambutnya ia biarkan tergerai begitu saja.


Zia langsung berjalan kearah meja belajarnya lalu duduk di bangku dan kemudian mengambil sesuatu didalam laci dan sebotol air mineral kemasan dari dalam tasnya,ia meletakkan beberapa butir pil di atas telapak tangannya dan langsung menelannya dibantu dengan air mineral tadi.


Setelah itu ia mengaktifkan laptop miliknya dan mulai membuka beberapa email yang masuk satu persatu,email itu merupakan kiriman dari perusahaan miliknya berupa berkas data data perusahaan miliknya yang harus ia periksa dan kerjakan segera.Sebelum itu tak lupa ia memasang sebuah kaca mata berlensa k untuk melindungi matanya dari cahaya radiasi yang berasal dari layar laptopnya agar tidak merusak dan mencegah mines matanya yang memang sedikit min agar tidak bertambah.


Zia meregangkan otot otot tangan dan juga punggungnya,entah sudah berapa lama ia duduk menatap layar laptopnya.Ia melirik kearah jam dan ternyata hari sudah memasuki malam hari,tenggorokannya terasa kering dan saat ia memeriksa air minum didalam kamarnya ternyata sudah habis jadi tampaknya ia harus keluar dari kamarnya dulu untuk mendapatkan air minum.


Zia menuruni tangga perlahan menuju kelantai bawah,tampak kaca mata yang ia kenakan tadi masih bertengger di hidungnya yang mancung.Setelah sampai dilantai bawah,ia langsung menuju kearah dapur untuk segera mengambil air minum.


Sesampai di dapur Zia langsung membuka lemari pendingin yang ada disana untuk mengambil air minum yang dingin untuk.


"Zia kamu sedang apa?"suara seseorang bertanya dari belakang.


"Eh"Zia kaget dan langsung berbalik badan.


"Kenapa?apa kakak mengagetkan mu?"ternyata itu adalah Arga saudara tertua Zia.


"Eh elo kak,gue kira siapa.Zia lagi mau ngambil minum dingin.Kak Arga sendiri kok ada disini?"ujar Zia setelah mengetahui siapa yang berbicara tadi.


"Kakak lagi bikin kopi disini dan abang udah ada duluan disini sebelum kamu datang"ujar Arga pada adik bungsunya itu.


"Benarkah?tapi kenapa Zia tadi gak liat?"tanya Zia


"Mungkin kamu saking fokusnya mau ambil minum makanya kamu gak liat kakak disini"jawab Arga.


"Bisa jadi sih"gumam Zia pelan.


"Dek,kamu habis kerja ya?"tanya Arga,tangannya sedang mengaduk aduk kopi didalam gelas di tangannya dengan sendok kecil.


"kak Arga tau dari mana?"tanya Zia heran bagaimana kakak tertuanya itu tau kalau dia habis bekerja.


"Itu kacamata kamu,kamu kan biasanya gak pakai kaca mata.Jadi kakak bisa nebak kalau kamu pasti habis menggunakan laptop atau komputer"jawab Arga kemudian menyeruput kopinya.


"Ooh,iya Zia habis periksa sekaligus ngerjain berkas perusahaan"ujar Zia.


Zia dan Arga yang menyadari kehadiran sang mama langsung menoleh ke arah mama mereka.


"Ada apa ma,kenapa nyariin Arga sama Zia?"tanya Arga pada sang mama.


"Mama mau nyuruh kalian berdua siap siap,papa kalian ngajakin kita semua buat makan malam diluar hari ini"Ujar Sela menjawab pertanyaan anak sulungnya.


"Kapan berangkatnya mi?"tanya Zia


"Bentar lagi sekitar setengah jam lagi lah kira kira"jawab maminya.


"Hah!bentar lagi dong ma,kok mama gak bilang dari tadi sih?.Arga kan masih harus siap siap dulu"ujar Arga kaget.


"Ya rencana sih gitu,tapi mama cariin kalian dari tadi dikamar gak ada baru ketemu sekarang"jawab Sela.


"Tapikan mama bisa nelpon Arga,kalau gini kan mepet banget buat siap siap mana belum mandi lagi"protes Arga


"Kakak lebay banget sih reaksinya, lagian kan kakak cowok gak bakal butuh waktu lama cuma buat siap doang"komentar Zia pada kakaknya itu.


"Siapa bilang?"saut Arga.


"Udah kalian berdua jangan ada niatan buat memulai debat dulu buang buang waktu,mending kalian pergi siap siap sana soalnya saudari kalian yang lain udah siap diruang keluarga"suruh Sela menghentikan anak sulung dan bungsu keluarganya yang berniat untuk berdebat.


"Siap ma/mi"jawab Zia dan Arga hampir bersamaan,kemudian langsung pergi meninggalkan dapur dan pergi ke kamar masing masing untuk bersiap pergi makan malam diluar bersama anggota keluarga mereka yang lain.


Kini semua anggota inti keluarga Antara sudah sampai disebuah lestoran bintang lima,manager restoran itu langsung dengan sigap mengantar sendiri tamu penting di restoran tempatnya bekerja itu ke meja yang sudah Renal sang kepala keluarga Antara pesan sebelumnya.


"Silahkan duduk tuan dan Nyonya Antara beserta yang lain"ujar manager lestoran itu dengan sopan mempersilahkan semua anggota keluarga Antara untuk duduk.


"Terima kasih"ucap Renal pada sang manager restoran itu.


"Kalau begitu,apakah hidangannya akan disajikan sekarang tuan?"manager restoran itu.


"Nanti saja,tunggu tamu kami datang baru sajikan"jawab Renal dengan penuh wibawa.


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi dulu"pamit si manager beranjak menjauh dari meja tempat keluarga Antara.


"Tamu siapa pa?Gia kira hanya kita yang akan malam"ujar Gia pada papanya.


"Kita akan makan malam bersama paman dan bibi kalian malam ini"bukan Renal yang menjawab melainkan Sela istrinya.


"Kok mama sama papa gak bilang tadi?"tanya Arga


"Kalian gak ada yang nanya"jawab Renal seadanya pada anak anaknya.


"Tapi bukannya seingat Lio paman sama bibi lagi di Australia ya,kapan baliknya?"tanya Liona


"Kemarin,mereka baliknya"jawab Renal pada putrinya itu.


"Zia kenapa diam aja dari tadi?"tanya Sela


"Gak papa kok mi,cuma lagi mengingat ingat siapa orang yang lagi kalian bicarain aja.Orangnya yang manap"jawab Zia