
"Gak usah makasih gitu,lagian gue sama Danil seneng apalagi inikan lo yang bayar.Iya gak nil"ujar Neta.
"Yoi sekali besti"saut Danil.
"Itumah mau lo berdua"ujar Zia.
ketiganya pun kembali melanjutkan kegiatan makan mereka sampai selesai.
Setelah selesai sarapan dikios penjual nasi kuning,ketiga remaja itu langsung kembali melanjutkan perjalanan mereka kembali.Dan tentunya sesuai janji Zia kemarin malam,kalau dia yang akan membayar semua.
"Sekarang kita mau kemana lagi nih?"tanya Danil dari kursi pengemudi.
"Kita bakal ketoko bunga,ini alamatnya"jawab Zia sambil menjulurkan secarik kertas kekursi depan dan Neta langsung mengambilnya.
"Ngapain kita ketoko bunga ini Zi?"tanya Neta setelah membaca isi kertas yang diberikan oleh Zia barusan,disana tertera alamat sebuah toko bunga.
"Mau ngambil pesanan gue sekaligus dari sana deket sama tujuan kita selanjutnya"jawab Zia.
"Mana coba alamatnya"pinta Danil.
"Nih"ujar Neta menunjukkan isi kertas ditangannya ke Danil yang tengah menyetir itu.
"Ooh gue tau ini dimana,langsung kesana nih berarti"ujar Danil setelah membaca alamat toko bunga itu.
"Iya"saut Zia.
Setelah itu mobil yang membawa mereka serta Danil sebagai pengemudinya menuju kealamat tujuan mereka selanjutnya.Tak butuh waktu lama untuk sampai di toko bunga tujuan mereka,ketiga anak muda itu turun dari mobil yang sudah terparkir diparkiran depan toko.
"Anya Florist"gumam Neta membaca papan nama dari toko bunga yang mereka datangi itu.
"Tokonya masih tutup nih"ujar Danil setelah membaca tanda tutup yang tergantung dibagian dalam pintu toko bunga itu.
"Kita tunggu dulu sampai tokonya buka"ujar Zia langsung bergerak duduk dikursi yang tersedia didepan toko
"Masih lama dong berarti"keluh Danil.
"Gak usah ngeluh ngapa"ujar Neta mendengar keluhan Danil,gadis itu sudah duduk disebelah Zia.
"Eh Zi tadi lo bilang mau ngambil pesenan disini,lo pesen bunga buat apa?"tanya Neta kepada sahabatnya.
"Ada deh,and btw lo berdua gak ada yang nanya kenapa gue ajak lo berdua pergi jalan jalan buat seharian nanti?"ujar Zia menatap Danil dan Neta secara bergantian.
"Emang kenapa?"tanya Danil dan Neta serentak.
"Jadi tuh sebenernya hari ini tuh gue ulang tahun"ujar Zia.
"Hah"kata pertama yang keluar dari mulut Neta dan Danil sebagai respon perkataan Zia itu.
"Serius lo hari ini ulang tahun?kok gak bilang sih?"ujar Neta terlihat sedikit kesal.
"Iya woi,gue baru tau lo ulang tahun hari ini bos"ujar Danil tak kalah heboh.
"Gue gak bilang karena baru inget buat bilang sekarang,eh itu kakak pemilik tokonya"ujar Zia menunjuk pemilik toko bunga yang dulu sempat ia temui terlihat berjalan mendekat kearah toko,Neta dan Danilpun langsung menoleh mengikuti arah yang ditunjuk oleh Zia.
"Wah cewek cakep"gumam Danil spontan.
"Halo semuanya,selamat pagi"sapa wanita penjual itu menyapa tiga remaja yang terlihat menunggu didepan Flower shopnya.
"Halo juga kak"sapa balik Zia, Neta, dan Danil serentak,ketigany langsung berdiri dari tempat mereka duduk.
Wanita pemilik toko bunga itu terlihat tersenyum ramah kepada para tamu muda ditokonya itu.
"Ah kakak masih ingat saya ternyata, ia kak saya mau ambil pesanan buket yang kemarin.Udah selesaikan kak?" Ujar Zia.
"Tentu saja,kakak dapat mengenalimu dari bola mata dan sorotnya. Pesananmu sudah kakak selesaikan tadi malam"ujar wanita pemilik toko bunga itu.
"Baguslah kalau gitu"saut Zia.
"Kalian silahkan duduk dulu dan menunggu sebentar tak apakan?kakak akan membuka toko dulu"tanya wanita penjual toko bunga itu.
"Tidak masalah kok kak"ujar ketiganya,wanita itu tersenyum kemudian mengambil kunci toko didalam tasnya kemudian mulai membuka toko bunga itu.
Disisi lain terlihat Danil yang fokus memperhatikan wanita pemilik toko bunga itu dengan tatapan kagum dan terpesona,bahkan sambil mulutnya mengangap tak sadar.
"Mingkem Nil mingkem,nanti mulut lo kemasukan laler"ujar Neta kepada Danil.
"Eh iya,habisnya kakaknya cantik banget bikin gue terpesona aja"ujar Danil sadar yang dari lamunannya, setelah Neta berbicara padanya.
"Gue gebet sabi kali ya?"lanjut Danil sedikit berbisik supaya tidak didengar oleh wanita pemilik toko bunga itu.
"Sadar Nil,akak cantik gak bakal suka sama brindong spesies anak SMA kawan"ujar Zia yang mendengar niatan Danil itu.
"Setuju gue sama Zia,inget status lo masih beban ortu"ucap Neta setuju dengan Zia.
"Adek adek ayo sini!"panggil wanita pemilik toko bunga itu pada ketiganya,sepertinya sudah selesai dibuka toko bunganya.
Mendengar panggilan itu Neta,Zia,dan Danil langsung mengikuti wanita pemilik toko bunga itu masuk kedalam toko.
"Tunggu sebentar,kakak akan ambilkan buket bunga pesanannya"ujar wanita penjual toko bunga itu kepada ketiganya setelah itu pergi mesuki ruangan yang ada dibelakang meja kasir,tak lama kemudian wanita itu keluar lagi dan kali ini membawa buket bunga yang sangat indah ditangannya.
"Ini pesanan bunganya dek"ujar wanita penjual toko bunga itu menyerahkan pesanan Zia itu dan tentunya Zia menerima buket bunga itu dengan senang hati.
"Wah bagus kak,terima kasih banyak Saya sangat menyukainya"ucap Zia memuji buket bunga pesanannya itu dan tak lupa berterima kasih.
"Sama sama,senang adek menyukai buket bunga buatan saya"balas wanita penjual toko bunga itu langsung tersenyum mendengar pujian pelanggannya itu.
"Ekhem"Danil berdehem mencoba mengambil atensi dan sepertinya berhasil.
"Halo kak perkenalkan nama saya Danil,kalau boleh tau nama kakak cantik siapa?"tanya cowok itu menjulurkan tangannya dan berusaha berlagak secool mungkin,sedangkan Zia dan Neta langsung memutar bola mata mereka melihat ketua kelas mereka itu yang sepertinya akan mode buaya darat on.
"Halo Danil,perkenalkan nama kakak Anya"jawab wanita pemilik toko bunga yang ternyata bernama Anya itu,tak lupa membalas jabat tangan dari pemuda yang sepertinya masih anak SMA itu.
"Nama kakak cantik banget,sama kayak orangnya"Danil mulai melancarkan gombalannya.
"Terima kasih atas punjiannya Danil, kalian bertiga juga cantik dan tampan sepertinya anak SMA"balas Anya.
"Kita emang masih SMA kak"ujar Neta.
"Wah berarti tebakan kakak bener dong,eh tapi artinya bukankah jam segini kalian seharusnya kesekolah?"tanya kak Anya heran.
"Oh itu kar..."belum lagi Danil selesai menjawab tapi sudah dipotong terlebih dahulu oleh Zia.
"Kita bertiga lagi diskor kak"ujar Zia.
*Cks ngerusak image gue aja*batin Danil kesal.
"Loh kok kalian bisa diskor?"tanya kak Anya penasaran.
"Danil berantem kak,saya sama Zia juga terlibat"jawab Neta,membuat Danil yang mendengarnya bertambah kesal.