One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 228



Zia langsung menyingkirkan lengan Raka yang merangkul pundaknya setelah keduanya sampai dibagian koridor sekolah yang sepi.


"Santai dong"ujar Raka saat rangkulannya dilepaskan sedikit kasar oleh Zia.


Zia tak menghiraukan perkataan Raka itu,ia memilih bersandar ditembok menunggu Neta yang sudah pasti akan menyusulnya dan benar saja.


"Hai couple goals sekolah"ujar Neta datang datang sambil tersenyum meledek,membuat Zia maupun Raka mendelik kesal mendengarnya.


Neta memperhatikan Zia yang dengan santai berdiri sambil bersandar ditembok sedangkan Raka yang berdiri tegap dan kaku dengan jarak 60 cm dari sahabatnya,keduanya sama sama minim akan ekpresi sekarang.


"Ngeliat lo berdua sekarang,gue akuin kalau kalian emang terlahir dengan bakat akting yang mumpuni"ujar Neta kepada Zia dan Raka.


"Lo juga berbakat jadi sutradara, asal lo tau itu"saut Raka.


"Tau tuh,nanti lulus sekolah lo ambil jurusan perfilman aja Ta.


Bakal sukses lo jadi sutradara"ujar Zia pada Neta sahabatnya.


"Wah saran bagus tuh Zi,guekan gak pinter pinter banget kayak lo.Oke deh gue masukin list jurusan buat gue kuliah entar"ujar Neta menyauti perkataan Zia dengan sangat serius.


"Terserah lo deh Ta"ujar Zia pasrah mendengar respon sahabatnya itu.


"Ngomong apa rencana lo selanjutnya Ta,tentang rencana ini?"tanya Raka kepada Neta sebagai otak dari rencana Raka-Zia pura pura pacaran.


"Jangan bahas disini,rooftoof yuk"ajak Neta kepada Zia dan Raka.


Kedua orang itupun sontak langsung mengangguk singkat kemudian berjalan mengikuti Neta menuju ke rooftoof sekolah.


Sesampai dirooftoof dan setelah Neta menutup pintu masuk serta memastikan tidak ada orang lain disana selain ketiganya,barulah Neta mulai membicarakan rencana sekanjutnya.


"Emang bisa?"tanya Raka melihat kearah Zia dan Neta secara bergantian.


"Bisa kok,kakak perempuan tertua gue udah setuju buat ngasih undangan acara perusahaan itu.Gua bakal datang sebagai perwakilan perusahaan gue,nah lo bisa datang sebagai temen undangan gue"jelas Zia.


"Nah itu udah dijelasin sama Zia, masalah undangan beres.Tinggal lo sama Zia siapin baju folmal yang pas aja,bajunya harus serasi atau pakai baju pasangan aja sekalian biar makin oke"ujar Neta.


"Emang harus ya?"tanya Zia, sepertinya gadis itu tak terlalu setuju perkara baju pasangan yang dikatakan sahabatnya.


"Haruslah,kalau enggak mana meyakinkan kalau lo berdua itu beneran ada hubungan istimewa.Meski datang bareng tapi baju gak mecing alias gak serasi satu sama lain"ujar Neta.


"Tenang aja,gue udah temuin butik yang bagus buat tempat kalian fithing baju"lanjut Neta.


"Sampai fithing baju kebutik segala, itu berlebihan"ujar Raka yang diangguki oleh Zia.


"Kalau rencana ini mau berjalan mulus dan gak ada yang mencurigakan sama sekali,ya lo berdua harus serba totalotaslah"ujar Neta kepada Zia dan Raka.


"Oke,gue ngikut ajalah"ujar Raka akhirnya setuju.


"Gue juga terserah lo ajalah Ta,kan lo yang nyusun rencana"Zia juga ikut setuju.


"Btw soal fithing baju,lo yang bayarkan?"tanya Zia.


"Ya gak mungkin gue-lah,anak sekolahan kayak gue mana yang punya duit segitu.Jelas lo yang bayarlah Zi,kan lo donatur tetap dalam rencana ini"jawab Neta santai tanpa beban,sedangkan Zia lagi lagi hanya bisa pasrah saja mendengar jawaban kawannya yang satu ini.


Lagi pula memang benar kalau dirinya yang akan membayar semua biaya yang diperlukan dalam rencana ini,tapi gak masalah soalnya dia itu Zia Antara.Terlahir sebagai bungsu Antara dan pemilik F'Company gak akan pernah bingung soal masalah materi,tapi ujian batinnya banyak itu aja.