One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 127



Sebuah mobil sport mewah terlihat berjalan memasuki gerbang SMA Hantara,kedatangan mobil itu sedikit menarik perhatian murid murid yang berada diparkiran.Bukan norak atau apa tapi mobil itu terlihat tak familiar dimata murid murid itu, makanya beberapa diantara mereka mulai bertanya tanya didalam hati siapakah pemilik mobil itu.


"Sudah sampai"ujar Lyn menghentikan mobilnya tepat diparkiran SMA milik keluarganya.


"Seharusnya kakak menurunkanku diluar gerbang saja,lihat bagaimana hebohnya murid murid itu baru pertama kali melihat mobil kakak disekolah ini"ujar remaja perempuan berseragam SMA yang duduk dikursi samping pengemudi,remaja perempuan itu adalah Zia.


"Acuh saja"ujar Lyn singkat menyauti perkataan sang adik.


"Bukannya apa apa,tapi hari ini aku sedang tidak mood menjadi pusat perhatian seperti hari hari sebelumnya"ujar Zia


"Terserah,sana turun"suruh kak Lyn kepada Zia.


"Kak"panggil Zia


"Hm"saut sang kakak.


"Aku tidak bersemangat kesekolah, jadi bagaimana kalau aku bolos saja?"tanya Zia dengan polosnya.


"Tidak,turun"suruh Lyn datar.


"Malas kak"saut gadis yang lebih muda.


Lyn menatap datar kearah adiknya itu,tanpa berbicara gadis berwajah dingin itu mengambil ponselnya dan mengetik pesan kepada seseorang. Setelah selesai dengan ponselnya,Lyn melepas sabuk pengaman kemudian keluar dari dalam mobil.Turunnya gadis itu dari dalam mobil menambah kehebohan diluar,gimana gak heboh kalau sekolah kedatangan salah satu anak pemilik sekolah.


"Eh yang punya mobil keluar"


"Yang keluar kakak cantik dong"


"Itu bukannya salah anak pemilik sekolah"


"Yang bener lo,tau dari mana?"


"Taulah,diakan salah satu alumni sini juga.Satu angkatan sama kakak gue"


"Berarti kakaknya Liona sama Zia dong?


"Iyalah,tentu"


"Auranya rada serem ya"


"Face poker gitu,tapi masih tetep cantik"


Suara suara bisikan bisikin murid terdengar diindra pendengaran Lyn,namun gadis itu tak mempedulikannya.


Disisi lain Neta sedang berjalan menuju kearah parkiran karena baru mendapat pesan dari seseorang untuk menjemput sang sahabat disana, mendapat pesan seperti itu tentunya gadis itu langsung menuju keparkiran sekolah.Sesampai disana ia langsung mendengar kehebohan dari teman teman sekolahnya,ia melihat kearah tengah parkiran dan langsung menemukan sumber dari kehebohan itu.Tanpa tunggu lama,Neta langsung menghampiri mobil yang menjadi pusat perhatian itu.


Lyn membuka pintu mobil disebelah dimana Zia adiknya duduk,ia langsung melepas seatbel yang masih terpasang kemudian menarik tangan adiknya itu keluar dari dalam mobilnya.Tentu saja kegiatannya itu mendapat protesan dari sang adik bungsu,namun ia tak mendengarkan rengekan Zia yang persis kayak bocah.


"Ihh kak jangan ditarik,Zia mau izin aja"ujar Zia tak terima ditarik keluar dari dalam mobil oleh sang kakak.


"Gak"saut kak Lyn.


"Tapi gue lagi males belajar"ujar Zia,masih berpegangan pada sisi pintu mobil tak mau keluar dari dalam sana.


"Gak"saut kak Lyn lagi,ia tetap berusaha menarik adiknya itu keluar dari dalam mobilnya.


Keributan yang ditumbulkan keduanya tak luput dari pandangan orang orang disana.


"Misi kak,biar saya bantu urus"ujar Neta datang menghampiri keduanya.


"Hm"saut kak Lyn.


Akhirnya dengan bantuan Neta,Zia berhasil ditarik keluar dari dalam mobil.Melihat raut wajah sang sahabat yang terlibat badmood membuat Neta langsung tau kalau pasti baru terjadi sesuatu,ia mendekat dan berbisik ketelinga Zia.


"Nanti ceritain kegue,kita bolos diperpus"bisik gadis itu pelan supaya tak didengar oleh kakak sang sahabat.


"Kak Lyn bisa pulang sekalang,Zia biar saya yang urus"ujar Neta kepada kak Lyn.


"Hm"saut kak Lyn hanya berdehem saja.


Zia dan Neta menatap kepergian mobil itu meninggalkan sekolah dengan dua tatapan yang berbeda,Neta menoleh kearah Zia setelah mendengar gumaman sang sahabat.


"Gue malas sekolah"gumam Zia pelan.


"Gak ada males males,yuk"ujar Neta menarik kerah belakang seragam Zia, menyeret sahabatnya itu untuk pergi dari area parkiran.


"Aduh,itu dedek gemes gue yang satu kenapa ya?kok badmood gitu keliatannya.Lo tau Lio?"tanya Rena kepada Liona yang berdiri disebelahnya.


Kedua gadis itu juga sedang berada diarea parkiran sekolah tapi disisi yang berbeda,keduanya datang dua menit lebih lambat daripada kak Lyn yang mengantar Zia.Keduanya juga sejak tadi melihat kejadian kecil itu.


"Heh malah bengong lo!"ujar Rena menyadari kalau sang sahabat malah bengong.


"Santai kali Ren"ujar Liona akhirnya tersadar.


"Habisnya gue nanya bukannya dijawab malah bengong gitu lo"ujar Rena kepada Liona.


"Kenapa lo bengong gitu?"tanya Liona.


"Gue heran aja,kenapa kak Lyn kayaknya deket banget sama Zia"ujar Liona.


"Lah ngapain heran,kakak adek mah wajar deket kalau jauh baru perlu dipertanyakan"ujar Rena.


"Maksud lo hubungan persaudaraan gue sama Zia sama kak Lyn perlu dipertanyakan dong?kita bertigakan gak sedeket itu"ujar Liona sambil menatap kesal sahabatnya itu.


"Eh ya gak gitu juga,maksud gue.."


Belum selesai Rena ngomong tapi Liona malah pergi meninggalkannya sambil menghentak hentakkan kaki.


"Pasti marah dia tuh,susahnya punya sahabat baperan gini nih"komen Rena melihat tingkah sahabatnya itu,ia pun segera menyusul sahabatnya itu.


Zia mengerutkan keningnya saat melihat Neta membawanya kearah kelas mereka


"Kok kayak jalan kekelas kita sih Ta?"tanya gadis itu.


"Emang kekelas"jawab Neta,yang langsung mendapatkan protes dari sang sahabat.


"Kata lo tadi,kita bakal bolos ke perpus tapi kok malah kekelas?"tanya Zia protes.


"Gak jadi bolos"jawab Neta enteng


"Kok.."saat Zia hendak mengeluarkan protesan lagi,tapi Neta udah memotong perkataannya.


"Senin ini kita UTS Zi,jangan bolos.


Mau lo dapet rangking rendah trus lo nya malah tambah direndahin sama kakak perempuan tertua lo?"ujar Neta.Zia yang mendengar itu langsung melepaskan tangan Neta dari kearah belakangnya kemudian langsung mengambil posisi berjalan disamping sang sahabat.


"No!gue bakal pastiin masuk jajaran peringkat 10 besar pararel sekolah" ujar Zia dengan penuh penekanan dan keyakinan.


"Bagus kalau begitu"ucap Neta.


"Tenang,nanti bakal ada jamkos.Lo bisa cerita kegue pas itu"lanjut Neta.


"Tau dari mana lo?"tanya Zia


"Lo kayak gak tau gue aja,link gue banyak"jawab Neta.


Keduanyapun berjalan memasuki kelas


"Pagi guys!bos kalian yang paling kece,dermawan,dan pandai ini datang"


Ujar Zia lantang sedikit berteriak saat memasuki kelas,Neta hanya bisa mengamati bagaimana Zia selalu bisa dengan cepat menyembunyikan sifatnya.


"Untuk yang bilang kayak gitu lo bos,jadi kita gak perlu marah"ujar Danil si ketua kelas 12 IPS 1.


"Kalau itu Neta,pasti udah kita lemparin buku tuh"sambung Abel si bendahara kelas.


"Jahat sekali engkau wahai ibu bundahara kelas,apakah bundahara tidak kasihan pada putrimu ini"ujar Neta memulai dramanya.