One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 90



"Selamat datang Teo dan juga Anna, jujur aja gue sedikit terkejut lo ikut datang sama Teo kesini"ujar Arga menyambut ramah kedatangan dua orang yang terbilang sangat dekat dengan adik bungsunya.


"Kedatanganku keIndo rencananya memang untuk memberi kejutan"ujar Anna.


Liona yang berada tak jauh dari posisi kakak tertuanya berdiri terus memperhatikan kedua tamu yang baru datang itu khususnya Wanita bernama Anna itu,ia ingat kalau nama wanita itu pernah disebut oleh papanya dan kalau tak salah wanita itu adalah kakak angkat adiknya yang tinggal di AS.


"Soal Zia,kalian sudah mencoba untuk menghubungi hpnya?"tanya Anna kepada Arga dan adik adiknya.


"Ah belum,tunggu biar gue yang nelpon"jawab Arga mulai mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi nomer hp Zia.


"Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada diluar jangkauan.


Harap hubungi beberapa saat lagi"


Hanya suara dari operator yang terdengar.


"Nomernya gak aktif,gimana dong"ujar Arga menjadi semakin khawatir.


"Gue boleh kekamarnya Zia gak?"tanya Anna kepada Arga.


"Boleh,tapi buat apa?"tanya Arga.


"Gue sama Anna mau mastiin sesuatu"


Bukan Anna yang menjawab melainkan Teo.


"Mastiin apa kak?"kali ini Liona ikut bertanya.


"Ada nanti kalian juga tau,kamu pasti Lionakan?"saut Anna,Liona menganggukkan kepalanya.


"Ayo ikut,kita anter"ujar Arga.


Setelah itu keempat kakak beradik Antara itu ditambah dengan Teo dan Anna langsung menuju kekamar Zia, sesampai disana Anna langsung masuk dan menuju kearah nakas kecil disamping tempat tidur Zia.


Wanita berdarah campuran Indonesia- Amerika itu langsung menarik laci nakas itu dan membukanya,tangannya langsung terulur kedalam seperti tengah mencari sesuatu didalam laci itu.Sedangkan keempat kakak beradik Antara hanya memerhatikan apa yang dilakukan Anna dengan tatapan bingung dan penasaran,Anna langsung tersenyum tipis menemukan sebuah benda elektronik berbentuk persegi panjang pipih dibagian terdalam laci itu.


Ia mengeluarkan benda itu dari dalam sana,itu adalah hp milik Zia yang sengaja tadi pagi gadis itu tinggalkan dan simpan disana.Anna mengangkat hp itu seolah oleh menunjukkannya kepada kelima orang lain yang juga ada didalam kamar itu.


"Seperti yang kita prediksi yang?"tanya Teo kepada kekasihnya itu.


"Hm sama seperti yang kita duga,kebiasaan sekali setahun anak itu gak pernah berubah"saut Anna.


"Bisa lo berdua jelasin apa maksud kalian,gue sama saudari saudari gue gak paham"ujar Arga.


"Kalian gak usah khawatir,kita tunggu sampai sore dan adik gue itu bakal balik sendiri"ujar Anna kepada Arga.


"Gimana gue gak khawatir adik gue menghilang sejak pagi,trus pergi gak bawa hp lagi?"ujar Arga terdengar kesal,ia tak setuju dengan perkataan Anna yang mengatakan mereka tak perlu khawatir.


"Yang dibilang sama Anna itu bener Ga,kalian semua tenang dan gak usah terlalu khawatir.Ini udah biasa terjadi"ujar Teo yang mengetahui kalau sulung keluarga Antara itu tak setuju dengan ucapan kekasihnya.


"Ini udah biasa terjadi,kebiasaan yang selalu Zia lakuin setiap hari ulang tahunnya sejak dulu.Kebiasaan itu adalah buat pergi seolah olah menghilang seharian dan gak ada orang yang tau dia bakal kemana,aku dan Teo suruh kalian tenang karena biasanya bocah nakal satu itu bakal balik sendirinya kalau udah sore"jelas Anna sambil menatap Liona.


"Kok kita gak tau?"tanya Liona


Anna tersenyum mendengar pertanyaan yang terdengar sangat polos keluar dari mulut saudari dari adik angkatnya itu,baru saja ia hendak membuka mulut ingin menjawab pertanyaan gadis itu tapi perkataan spontan seseorang langsung mewakili jawabannya.


"Karena ini ulang tahun pertamanya disini"ujar Lyn tanpa intonasi alias datar,entah angin darimana sehingga membuat gadis berperawakan dingin dan minim ekspresi itu punya inisiatif untuk bicara.


Bahkan saat ini semua orang terlihat menatap seakan tak percaya kalau gadis itu berbicara tanpa disuruh oleh siapapun,sedangkan Lyn yang menjadi tersangka kali ini hanya membalas tatapan orang orang itu dengan tatapan datar dan dingin.


"Waw inpresif,lo barusan ngomong tanpa disuruh Lyn?"tanya Liona masih dengan ekspresi tak percayanya.


"Lio juga kaget loh kak"ujar Liona dengan ekspresi yang sama dengan Gia kakaknya kepada kakak ketiganya itu.


"Karena pikiran kamu pendek Lio sampai harus menanyakan hal itu"ujar Lyn lagi masih dengan nada datar tapi lagi lagi mendapat respon aneh.


"Fiks sepertinya lo lagi sakit deh dek,makanya banyak ngomong"ujar Gia.


"Atau enggak kakak lagi stres mikirin tugas kuliah,apalagi kakakkan kuliah kedokteran yang terkenal dengan tugas dan kesibukannya"ujar Liona menyambung perkataan Gia kakaknya.


"Gia Lio,berhenti mengoceh dan merecoki Lyn"ujar Arga kepada kembaran dan saudari ketiganya itu supaya tak merecoki Lyn.


Kemudian laki laki itu beralih melihat menatap saudari keduanya


"Lyn kamu kalau mau kembali kekamar silahkan,ada benarnya kata Lio dan Gia.Kamu pasti kurang enak badan hari ini dek"ujar Arga kepada adiknya itu.


Lyn langsung mendengus pelan mendengar perkataan kakak sulungnya itu,ia pikir ia akan dibela dari tingkah dua saudarinya itu tapi ternyata Arga kakaknya itu sama saja.Sama sama berfikir dia sedang tak enak badan atau stres karena tugas,karena sudah terlanjur kesal gadis itu memutuskan langsung kekamarnya tanpa permisi sedikitpun.


"Tuhkan bener kak,kayaknya kak Lyn emang sakit deh"ujar Liona melihat Lyn kakaknya yang langsung pergi.


"Kakak sependapat"saut kakak kembarnya serentak.


Sedangkan disisi lain Teo dan Anna hanya diam saja melihat interaksi dari keempat kakak Zia itu,terutama Anna yang sejak sampai dikediaman keluarga Antara ini lebih sering memperhatikan gerak gerik Lyn yang sangat berbeda dari ketiga saudarinya yang lain.


*Gadis itu paling sulit ditebak jalan pikirannya,bahkan oleh kakak dan adiknya sendiri*batin Anna.


*Dan sepertinya anak anak dari istri pertama suami mama celine ini,masih kurang memahami satu sama lain*lanjut Anna dalam hatinya,ia baru saja melakukan penilaian berdasarkan kejadian beberapa waktu lalu.


"Ah maaf,gue hampir lupa kalian ada disini"ucap Arga baru mengingat kalau bukan ia dan saudari saudarinya saja yang ada disana tapi juga ada dua tamu mereka.


"Tak masalah"jawab Anna dan Teo serentak.


"Kalau begitu ayo turun kebawah,lo berdua pasti capekkan terutama lo Anna karena baru turun dari pesawat langsung kesini"ujar Arga


"Lo berdua nunggu Zia sampai pulang disini aja,sambil kita ngobrol ngobrol"lanjut laki laki itu.