
Seorang wanita memasuki sebuah ruangan yang sepertinya adalah sebuah ruang kerja seseorang yang berada didalam rumah bukan bangunan kantor atau perusahaan,suara sepatu hak tinggi terdengar jelas didalam ruangan yang bernuansa senyap itu.
"Sudah pulang sayang?"suara bariton seorang laki laki paruh baya yang terlihat duduk dibalik sebuah meja kerja.
"Ya,tumben sekali kamu pulang lebih cepat dariku pa"saut wanita yang baru saja memasuki ruangan itu.
"Akupun tak tahu apa yang merasukiku hari ini,seperti aku akan dapat kabar bagus jika pulang cepat.Itu yang kurasakan"ujar laki laki itu.
Dilihat dari percakapan dan gaya memanggil mereka,sepertinya wanita dan laki laki ini adalah sepasang suami istri.
Wanita itu langsung tersenyum simpul mendengar jawaban laki laki dihadapannya ini,senyuman itu disadari oleh sang laki laki.
"Kenapa kamu tersenyum hmm?"tanya laki laki itu saat melihat senyum yang ditunjukkan oleh istrinya.
"Sepertinya apa yang kamu rasakan itu benar sayang,kamu akan mendapat kabar bagus dan itu dariku"ujar wanita itu pada sang suami.
"Benarkah?apa itu?"tanya suami wanita itu ingin tahu apa kabar bahagia yang dimaksud istrinya.
"Aku bertemu dengannya,anak itu. Meski belum pasti tapi aku yakin itu dia,mata mereka sangat mirip"ujar wanita itu.
Wajah kaget sempat langsung terukir pada wajah laki laki itu,namun hanya sebentar karena berhasil dinetralkan dengan cepat
"Dimana?"tanya laki laki itu.
"Gadis itu menjadi pengunjung butikku hari ini bersama sahabat dan pacarnya"jawab sang wanita.
"Pacar?"ujar laki laki itu nampak kembali terkejut terdengar dari nada bicaranya.
"Hm pacarnya,dan coba tebak apa lagi yang menarik.Gadis kecilmu itu datang untuk membeli gaun untuk menghadiri sebuah pesta perusahaan,
bukankah perusahaan pria itu juga akan segera mengadakan hal semacam iti"ujar wanita itu pada suaminya.
Sebuah senyuman penuh arti langsung terukir dengan jelas diwajah laki laki itu,ia menyandarkan badannya kesandaran kursi tempatnya duduk lalu berkata
"Renal selalu berusaha menyembunyikan dimana keberadaan pasti anak itu,selama ini aku diam saja.Tapi benar yang orang katakan tentang diam lebih baik,dan lihat sekarang pria itu sendiri tanpa sadar memberi jalan untukku bertemu dengan bayi mungil itu lagi"ujar laki laki itu sambil memandangi sebuah undangan yang terpampang jelas diatas meja kerjanya sekarang.
Tiga Hari berikutnya___
Zia kini sedang berada diruangan kerja milik kakak angkatnya,siapa lagi kalau bukan kak Anna.Gadis itu duduk dimeja kerja milik kak Anna,sedangkan sang pemilik duduk disalah satu kursi didepan meja kerjanya itu.
"Apa tidak akan jadi masalah kalau lo terus membolos seperti ini dek?"tanya kak Anna kepada Zia dihadapannya ini.
"Tak masalah,sekolah punya keluarga,
nilaiku no.2 tertinggi,dan aku juga tak butuh sekolah"jawab Zia dengan poin poinnya saja.
Anna menghela nafas mendengar jawaban dari gadis remaja berseragam sekolah lengkap yang sudah lima belas menit yang lalu menjadi tamu tak diundang diruangan kerjanya,ia heran apakah anak SMA yang berstatus sebagai adik angkat sekaligus bosnya itu tak tau kalau dirinya sedang banyak kerjaan yang lumayan menumpuk.Entahlah yang jelas bocah tengik ini datang datang langsung menyuruh kak Anna berhenti sementara melanjutkan pekerjaan,gunanya?hanya untuk menemani sekaligus mengamati bocah itu diam merenung entah apa.
"Dek ayolah kasih tau tujuan lo datang keruangan gue itu apa sih,gue banyak lagi banyak kerjaan loh.Seenggaknya kasih izin gue nerusin kerjaanlah ketimbang cuma kayak orang kurang kerjaan mandangin lo yang lagi merenung"ujar kak Anna yang mulai habis kesabaran pada bocah kurang kerjaan dihadapannya ini.
Zia seolah tak menghiraukan ocehan kakak angkatnya itu,gadis itu terus tenggelam pada pikirannya sendiri yang entah apa isinya.Merasa tak dihiraukan dan akhirnya kak Anna menyerah lalu berpindah duduk disofa yang tak jauh dari sana,dari pada mandangin orang merenung mending meregangkan otot ototnya yang lelah.
Sepuluh menit berlalu lagi,barulah terlihat pergerakan dan terdengar sedikit suara helaan nafas dari gadis remaja yang berada didalam ruangan itu.Gadis itu beranjak dari meja kerja kakak angkatnya yang sejak kedatangannya dia monopoli dan berjalan menuju kearah pintu keluar sambil menyandang tas,kak Anna sampai heran dibuatnya.Barulah sesaat sebelum keluar dari ruangan itu Zia berkata
"Kak panggilin supir kakek yang dulu dong,suruh balik ke Indo.Gue butuh supir"
Dan bum gadis itu langsung menghilang dibalik pintu ruangan yang menutup kembali,oke sekarang tolong berdoa supaya Anna tidak mengamuk sekarang.Wanita itu tidak habis pikir dengan tingkah adiknya itu barusan,ayolah kalau cuma buat nyampein itu dari tadi.Kenapa gak langsung aja sih itu si Zia bilang sama dia minta dipanggilin supirnya di AS balik keIndo,kenapa harus ada adegan merenung berfikir selama hampir setengah jam dulu.
Jika Anna sekarang Anna sedang tak habis pikir dengan tingkah bocah SMA yang tadi bertamu diruangannya,maka berbeda lagi dengan Arga yang tengah memikirkan banyak hak yang membuat bingung akhir akhir ini.
Putra sulung dari pasangan tuan Renal Antara dan Nyonya Sela Antara itu ini tengah duduk berfikir keras dimeja kerjanya,laki laki muda itu bukan berfikir keras tentang pekerjaan melainkan dengan tingkah aneh sang kembaran akhir akhir ini.
Arga berfikir tentang Gia kembarannya yang terlihat bagaimana ya menjelaskannya,ia tahu kalau kembarannya ini maniak kerja banget sampai sampai kadang saking fokusnya bekerja suka menghiraukan orang lain bahkan Arga atau Jevan yang merupakan pacar gadis itu juga sering diabaikan jika berkunjung diruangan saudarinya itu.Tapi Gia beberapa waktu terakhir ini sedikit berbeda,tidak bukan maniak kerjanya karena itu masih terlihat jelas melainkan cara gadis itu bekerja sekarang.
Arga akhir akhir ini sering menemukan kembarannya sedang bertanya cara mengerjakan sesuatu yang tidak dia pahami kepada para karyawan senior bahkan terkadang senior,bahkan itu tak memilih itu memiliki posisi diatas atau dibawahnya.Sebagai seseorang yang baru terjun dan masih baru didunia bisnis perusahaan tentu itu sebenarnya hal yang biasa jika bertanya,tapi hei!jangan lupakan kalau kembarannya ini punya gengsi dan harga diri setinggi langit.
Bukan cuma itu,Gia juga sering sekali Arga lihat bolak balik keluar masuk dari ruangan papa mereka.Saat Arga mencoba menguping dan mencari tahu apa yang kembarannya itu lakukan sehingga sering keluar masuk ruangan papa mereka,Arga hanya mendapatkan sedikit informasi kalau Gia tengah sedang mempersiapkan dan akan mengerjakan sebuah proyek yang masalahnya Arga tidak tahu.
Arga bisa meninggalkan rasa penasarannya tentang proyek apapun itu,tapi Arga tidak bisa menyingkirkan fakta kalau kembarannya itu paling ogah jika sampai berada didalam tempat yang sama hanya berdua dengan papa mereka.Bukan apa apa tapi Gia itu selalu saja seperti punya dendam pribadi dengan sang papa,Arga cukup tahu itu dan ia tahu penyebabnya pasti tak jauh jauh dari kejadian sang papa memutuskan untuk menikah lagi.Hais Arga mengacak ngacak rambutnya sendiri saking pusing dan penasarannya,itu bahkan belum termasuk dengan sikap damai kembarannya itu kepada adik bungsu mereka.