One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 223



"apa yang papa bicarain berdua sama lo tadi?"kak Gia.


"Lah tadikan Zia udah jawab pas kakak sama kak Arga nanya tadi diruangan kakak"jawab Zia.


Kedua perempuan berbeda usia ini kini sedang berada didalam mobil yang melaju menelusuri jalan untuk pulang kekediaman mereka,mobil itu adalah mobil kak Gia dan perempuan itu juga yang menyetir sendiri. Sedangkan Zia terpaksa terjebak duduk disamping sang kakak perempuan tertuanya ini,padahal tadi awalnya ia berniat menggunakan mobilnya sendiri.Namun tak ada angin tak ada hujan,kakaknya ini menyeretnya masuk kedalam mobil dan seenak jidat menyuruh salah seorang orang kantor untuk membawa mobil milik Zia kembali ke mansion mereka.Sejak itu pula Zia sudah memikirkan pasti ada hal yang tidak beres dan benar saja tebakannya seperti sekarang,ternyata kak Gia belum puas dengan jawabannya tadi.


"Lo gak usah bohong,lo emang bisa nipu kak Arga dengan mudah tapi gak dengan gue.Papa gak mungkin ngajak lo ngobrol dirooftoof perusahaan paling atas cuma karena bahas hobi main basket lo doang,pasti ada pembahasan serius.Cepet kasih tau atau lo bener bener gue deportasi dari jalur hidup gue"ujar kak Gia memberi ancaman tak lupa dengan tatapan setajam siletnya,membuat Zia menelan ludah sendiri karena agak ngeri.


"Ta-tapi kak"Zia


"Tapi Apa?!!"kak Gia


"P-papa nyuruh gue buat gak bilang sama siapa siapa dulu termasuk kakak sama kak Arga"ujar Zia agak takut takut,ia menggengam kedua telapak tangannya.


"Itu artinya lo harus kasih tau gue,


Ayo cepet kasih tau!atau jangan jangan lo emang mau kehilangan kesempatan buat gue terima dikeluarga ya?oke oke gue paham"


ujar kak Gia langsung menghentikan mobil dipinggir jalan.


"Kok berhenti kak?"tanya Zia.


"TURUN LO!"Kak Gia.


Zia langsung tersentak mendengar suara keras kakaknya itu,entah kenapa tapi salah tangannya langsung bergetar tak tergendali.


"Jangan dong kak,dompet sama barang barang Zia yang lainkan ada ditinggal dimobil Zia semua"ujar Zia memohon.


"Oh itu,emang sengaja gue lakuin. Biar kalau lo keras kepala kayak sekarang,lo bisa bebas gue tinggal ditengah jalan tanpa punya duit.Dan gue juga sengaja gunain jalan lain dan beda kayak biasanya,biar lo nyasar sekalian hahaha..."ujar kak Gia sambil tertawa jahat.


Mendengar perkataan dan tawa jahat dari saudari tertuanya itu tentu membuat Zia jadi benar benar takut dan panik jika ditinggal ditengah jalan,kakaknya itu memang benar sekali soal ia tak tahu tentang jalan yang kini mereka lalui ini.


Meski sudah beberapa bulan tinggal dikota ini tapi itu tak membuatnya bisa menghafal seluk beluk jalan dengan baik,Zia masih butuh bantuan GPS untuk pergi kebanyak tempat dikota sebesar kota tempat tinggal keluarganya ini.


"Kenapa malah diam aja,gimana keputusan lo? Lo kasih tau gue sekarang apa yang lo bahas sama papa tadi atau lo bener bener gue tinggal disini"ujar kak Gia kembali memberi pilihan pada Zia.


Dan ya kalian bisa tebak sendiri apa yang dipilih oleh Zia,gadis remaja yang malang itu akhirnya memilih memberitahu kakaknya itu apa yang dirinya dan sang papa bicarakan tadi dirooftoof.Menurut Zia kan bakal gak estis banget kalau ada artikel berita yang beritain seorangĀ  pengusaha muda sukses pemilik dan pimpinan F"Company serta putri bungsu Keluarga Antara,terluntang kantung dijalanan karena gak hafal jalan pulang.Mau ditaruh dimana harga dirinya dan juga nama besar keluarganya kalau itu sampai terjadi?


"Iya aku kasih tau kakak deh,tapi Zia jangan ditinggal ya?"ujar Zia.


"Pilihan yang bagus,sekarang kasih tau gue cepet"desak kak Gia.


"Nanti kak,jalanin dulu mobilnya.


Ntar Zia udah kasih tau,kakak malah tetep ninggalin Zia gimana?"ujar Zia.


"Cks tau aja nih bocah satu"gumam Kak Gia,akhirnya wanita muda itu kembali menjalankan mobilnya kembali.


"Tadi itu papa minta pendapat tentang calon pewaris utama perusahaan"ujar Zia mulai bicara.


Tentu mendengar kata calon pewaris utama perusahaan membuat Gia semakin tertarik mengetahui lebih banyak.


"Lanjut"ujarnya.


"Papa nanya pendapat aku tentang rencana papa buat ngasih kakak kesempatan yang sama kayak kak Arga"


Cit....Gia sontak langsung menginjak rem mendadak karena tak percaya dengan apa yang dibilang bocah disebelahnya itu.


"Lo bilang apa tadi?coba di perjelas?"pintanya.


"Papa minta pendapat gue tentang rencana ngasih kakak kesempatan yang sama kayak kak Arga"ujar Zia agak kesal,karena keningnya terjedot kedepan karena kakaknya itu nge-rem mendadak.


"Maksud lo,gue punya kesempatan yang sama besar buat jadi pewaris utama perusahaan?"tanya kak Gia teelihat masih agak kurang percaya.


"Iya"jawab Zia.


"Trus lo jawab apa?"desak kak Gia terlibat penuh semangat sekarang.


"Jalan dulu mobilnya"pinta Zia dan langsung dituruti oleh kak Gia.


"Gue bilang gak apa apa kalau papa bener bener sama niatnya itu,lagi pula kakak sama kak Arga-kan sama sama bekerja keras buat bantuin papa selama ini.Toh menurut gue kalian berdua juga sama sama punya keunggulan dan kekurangan masing masing"jelas Zia.


"Trus apa keputusan papa setelah denger pendapat lo itu?"Kak Gia.


"Papa akhirnya mantap sama rencananya itu"jawab Zia.


"Trus apa lagi?"tanya kak Gia.


"Gak ada lagi,itu doang"jawab Zia.


"Yakin?"kak Gia.


"Oke oke,papa juga nawarin gue buat ikut serta jadi cal..."


"Lo gak mau kan?lo nolak kan?"


Belum selesai Zia bicara tapi sudah dipotong oleh kakaknya itu.


"Tenang aja gue nolak kok,ngurusin perusahaan sendiri aja gue pusing apalagi kalau nambah lagi.Buat lo sama kak Arga aja,atau mungkin Liona kalau dia juga tertarik sama urusan begituan"ujar Zia.


"Bagus,emang seharusnya gitu"ujar kak Gia terdengar senang dengan jawaban Zia.


"Oke karena lo udah nurut meski harus pakai ancaman dari gue dulu sih,tapi karena lo tetep buka suara maka lo dapat satu penilaian plus dari gue buat jadi saudari"ujar kak Gia yang tentunya langsung membuat senyuman Zia mengembang.