One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 63



Zia berjalan memasuki kediaman keluarganya,begitu sampai kedalam ia merasa suasana terasa sangat sunyi.


Jujur saja meski saat masih tinggal di AS susana seperti ini adalah hal yang sangat biasa ia jumpai saat pulang ketempat tinggalnya,tapi setelah tinggal dikediaman utama keluarganya ini membuat Zia mulai terbiasa hampir setiap pulang sekolah pasti ada Sela mamanya yang menyambut kepulangannya.


Gadis itu langsung berjalan kearah tangga dan mulai menaiki satu persatu anak tangga menuju kelatai atas dimana kamarnya berada.


Sesampai didepan kamarnya,Zia memasukkkan anak kunci kedalam lubang kunci pintu kmarnya.


Ceklek...suara kunci kamar berhasil dibuka,Zia memutar knop pintu dan mendorong pintu itu untuk membukanya baru setelah itu ia masuk kedalam.


Tas sekolah miliknya ia lempar diatas kasur dan sepatu sekolahnya Zia lepas dan taruh dirak tempat khusus sepatu dan sendal yang ada didalam kamarnya itu,setelah itu gadis remaja itu langsung masuk kedalam kamar mandi untuk bersih bersih sekaligus mengganti baju seragamnya.


Tak perlu memakan waktu lama Zia keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai baju yang ia biasa pakai untuk sehari hari,ia naik dan duduk diatas ranjang tempat tidurnya. Karena tidak tau harus melakukan apa,Zia memilih untuk memainkan ponselnya saja.Zia membuka aplikas pesan miliknya untuk melihat apakah ada pesan yang masuk dari keluarganya ataupun dari Teo atau mungkin Anna kakak angkatnya.


Ternyata ada beberapa pesan yang masuk ke hpnya,ada pesan dari Teo tentang beberapa informasi terbaru soal perusahaannya,ada pesan dari dokter Linda yang mengingatkannya untuk jadwal pemeriksaan mingguannya pada hari minggi nanti,namun pesan terakhir membuat Kening Zia mengerut saat tak sengaja membaca sebuah pesan yang dikirim oleh Ken padanya.


Ken CLCB:


Hai Zia,hari ini gue bakal buktiin kalau gue serius sama perkataan gue sebelumnya.


*Apa maksud ini orang?*Zia bertanya tanya dalam hatinya,ia sama sekali tak memahami maksud ketikan Ken itu.


"Bodohlah,gue gak peduli"gumam Zia memilih tak mempedulikan isi chat dari laki laki itu.


Zia menutup aplikasi pesannya itu kemudian memilih untuk menyibukkan diri menyelam diberbagai plafom media sosial,untuk mengetahui berita  apdet terbaru soal dunia ini.


~Liona dan Ken~


Liona saat ini sedang ada disebuah cafe bersama Ken,cowok itu tiba tiba mengajaknya untuk pergi ke cafe berdua saat pulang sekolah tadi karena Ken bilang ingin menyampaikan sesuatu padanya.Liona duduk disebuah meja sendirian karena Ken tadi izin untuk ke toilet sebentar sembari menunggu pesanan mereka datang,


jantung Liona terasa berdetak sangat cepat karena gadis itu tiba tiba merasa gugup sekarang entah kenapa, padahal ini bukan pertama kalinya Ken mengajaknya untuk ke cafe seperti saat ini malah terbilang cukup sering.


"Maaf aku lama Lio"ucap Ken meminta maaf kepada Liona karena terlalu lama meninggalkan gadis itu untuk pergi ketoilet.


"Gakpapa kok Ken,kamu santai aja"balas Liona sambil tersenyum manis.


Setelah itu terjadi keheningan,Ken maraih kedua tangan Liona yang gadis itu letakkan diatas meja kemudian menggenggamnya dengan tangannya. Liona tersentak akan perlakuan cowok itu,pipinya tiba tiba terasa memanas dan ia merasa pipinya sudah memerah saat ini.


"Ekhem seperti yang aku bilang ke kamu tadi,kalau aku pengen bicara sesuatu sama kamu"ujar Ken manatap mata Liona dengan serius dan dalam.


"A-apa yang pengen kamu omongin Ken?"tanya Liona berusaha bersikap sesantai mungkin padahal dalam hatinya salting brutal ditatap intens oleh Ken seperti ini.


"Aku mau..."


"Kamu mau apa?"tanya Liona


Ken terlihat menarik nafasnya dalam kemudian membuangnya dengan sekali helaan.


Liona terdiam tak memberi respon,ia tak paham dengan maksud cowok didepannya itu.


*Apa Ken pengen deket maksudnya?kok gue gak paham sih?*ujar Zia dalam hati.


"Maksud kamu apa Ken?aku gak paham"tanya Liona.


"Aku suka sama adik kamu"


Dan ctas sesuatu yang tajam terasa menghujam hati Liona,Sakit itu adalah satu kata yang menggambarkan suasana hati gadis itu saat ini.Liona diam terpaku setelah mendengar pengakuan cowok yang sudah ditaksirnya sejak awal masuk SMA itu malah dengan terang terangan mengatakan padanya kalau cowok itu menyukai gadis lain,dan yang lebih menyakitkan adalah gadis yang disukai Ken itu adalah adiknya sendiri.Dengan sekuat tenaga Liona menahan agar air matanya tak mengalir keluar dari kelopak matanya,ia menatap Ken yang terlihat tengah tersenyum manis kepadanya.


"Kamu suka sama adik aku,Zia adik aku?"ujar Liona mencoba memastikan kalau dirinya tak salah dengar.


"Iya aku suka sama Zia,aku bilang ini ke kamu karena aku pengen kamu bantuin aku supaya bisa lebih dekat sama Zia"ujar Ken membenarkan.


"Jadi kamu minta bantuan aku buat bisa lebih dekat sama Zia?"tanya Liona yang semakin kesulitan menahan air mata dan suaranya supaya tidak bergetar.


"Iya Lio,kamukan kakaknya Zia.


Aku udah coba deketin Zia beberapa hari ini tapi dia cuek banget sama aku,jadi aku yakin kalau kamu yang turun tangan buat bilangin ke Zia buat terima aku pasti dia mau"jelas Ken dengan mata yang berbinar binar.


"Gitu ya"ujar Liona tersenyum getir,


tidak peduli apakah Ken menyadari hal itu atau tidak.


"Kamu maukan Lio bantuin aku,mau ya kitakan udah temenan dari lama"pinta Ken memohon kepada Liona supaya mau membantunya untuk bisa mendekati Zia yang merupakan adik gadis itu.


"Oke,tapi aku gak janji"jawab Liona menganggukkan kepalanya setuju untuk membantu cowok didepannya itu.Meski dalam hatinya terasa sangat sesak dan sulit untuk mengucapkannya.


"Benarkah,makasih Lio"ucap Ken terlihat sangat senang,saking senangnya ia langsung bangkit kemudian memeluk Liona dengan sangat erat.


*Seseneng itu ya kamu Ken*ujar Liona Lirih dalam hatinya,biasanya ia selalu merasa sangat senang kalau Ken memeluknya seperti ini tapi kali ini terasa sangat berbeda.Bukannya merasa senang,Liona malah merasakan sakit dalam hatinya.


"Permisi maaf mengganggu,ini pesanannya"ujar pelayan cafe yang datang mengantar minum dan makanan pesanan Ken dan Liona.


"Ah silahkan mbak"ujar Ken melepaskan pelukannya dari Liona kemudian kembali duduk ditempat duduknya.


Pelayan cafe itu meletakkan semua pesanan Ken dan Liona diatas meja dengan rapi kemudian langsung permisi dari sana.


"Ayo dimakan Lio"ujar Ken kepada Liona.


"Hm"saut Liona hanya berdehem saja.


Keduanyapun mulai memakan pesanan mereka dengan perasaan yang sangat berbeda antara keduanya,Liona dengan perasaan sedih,sakit,dan kecewa campur aduk menjadi satu.Sedangkan Ken malah sebaliknya,cowok itu terlihat menikmati makanannya dengan wajah berseri seri.


*Zia bentar lagi gue bakal dapetin lo*ujarnya dalam hati.