
"Ada yang bisa saya bantu lagi mbak?"tanya pelayan kafe itu setelah datang menghampiri meja tempat Zia berada.
"Saya mau bayar semua pesanan saya tadi mbak"ujar Zia kepada pelayan kafe tersebut.
"Semuanya Rp86.000 rupiah"jawab pelayan kafe.
Zia langsung mengeluarkan dompetnya dan mengambil satu buah uang kertas lembaran seratus ribu dari dalam sana.
"Ini uangnya,kembaliannya ambil saja"ujar gadis itu langsung menyerahkan uang lembaran merah itu kepada pelayan.
"Terima kasih mbak"ucap pelayan kafe itu dengan senang hati langsung menerima uang itu,zia menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Zia segera beranjak dari tempat duduknya,meraih tas miliknya dan mulai beranjak meninggalkan kafe itu.Zia saat ini duduk dihalte yang posisinya tak jauh dari kafe yang ia kunjungi tadi,ia memilih untuk menunggu taksi disana sambil berfikir sejenak kemana tempat tujuannya selanjutnya.
Pemakaman
Tempat itu yang terlintas diotak gadis itu setelah beberapa saat berfikir
*Bener juga,aku belum ngunjungi mama,kakek,dan nenek minggu ini*batin Zia,akhirnya ia sudah menetapkan tujuan selanjutnya.
Zia beranjak berdiri dari tempat duduk halte segera memanggil taksi, sebagai transportasinya kesana.
"Tempat tujuannya kemana mbak?"tanya supir taksi.
"Anya floris't"jawab Zia menyebutkan alamat tempat tujuannya,tentu ia harus membeli bunga terlebih dahulu sebelum mengunjungi tempat peristirahatan terakhir tiga orang tersayangnya itu.
Hanya sekitaran lima belas menit diperjalanan,mobil taksi yang ditumpangi Zia itu sudah berhenti didepan alamat yang ia tuju.Gadis itu menyelesaikan pembayaran ongkos taksi kemudian langsung keluar dari dalam taksi itu dan berjalan mendekat ketoko bunga yang ada didepannya.
Kring...Kring..Kring suara lonceng kecil yang digantung diatas pintu langsung berbunyi saat Zia membuka pintu toko dan masuk kedalam
"Selamat datang,eh Zia ternyata kamu"suara kak Anya,pemilik toko bunga itu langsung terdengar menyambut kedatangan Zia sebagai pelanggan.
"Halo kak,iya ini aku Zia"saut Zia berjalan mendekat kearah meja kasir.
"Kamu pasti mau beli tiga buket bunga dengan jenis biasa,ukuranĀ kecilkan?"tanya kak Anya kepada Zia.
"Iya kak"jawab Zia.
"Tunggu sebentar,akan kakak siapin ya"pinta kak Anya.
"Hm"saut Zia mendehem.
"Tumben kamu datang dijam jam seperti ini,biasanya pagi atau enggak agak sorean lagi?"tanya kak Anya sambil tangannya bergerak menyiapkan pesanan Zia.
"Hanya...
Kring...kring...kring...suara lonceng pintu toko itu menghentikan Zia yang hendak menjawab pertanyaan kak Anya.
"Selamat datang"ucap kak Anya menyambut pengunjung yang baru datang itu.
"Ah,ternyata kamu Raka"sambung wanita itu.
*Raka,itukan nama ketos disekolah gue*batin Zia.
Akhirnya karena penasaran,Zia berbalik memastikan apakah itu orang yang sama dan ternyata benar dugaannya itu orang yang sama.
Zia bisa melihat reaksi kaget Raka saat menyadari keberadaannya disana, namun cowok itu terlihat untuk bersikap biasa saja.Sedangkan Zia langsung berbalik kembali setelah mendengar kak Anya berbicara lagi.
"Kamu mau pesan bunga apa Raka?"tanya kak Anya kepada Raka.
"Seperti biasa kak,bunga mawar putih"jawab Raka.
"Masih terpaku pad gadis yang sama rupanya,padahal ini sudah berjalan dua tahun loh"ujar kak Anya kepada Kevin.
"Aku gak bakal semudah itu bisa lepas kak"saut Raka berbicara dengan sangat tenang.
"Menunggu sebentar tak masalahkan, kakak masih harus menyiapkan pesanan pelanggan kakak yang ini dulu"ujar kak Anya kepada Raka.
"Tidak masalah"jawab Raka tenang.
Zia dan Raka berdiri bersebelahan menunggu kak Anya menyelesaikan bunga pesanan mereka,keduanya sama sama bersikap tak saling mengenal toh disekolah juga mereka gak kenal kenal amat jadi gak masalah bagi keduanya.
"Ini pesananmu Zia,satu bunga Lily dan dua bunga krisan"ujar kak Anya menyerahkan tiga bunga pesanan Zia dengan hati hati.
"Terima kasih kak"ucap Zia menerima bunga itu.
"Ini uangnya kak"lanjut gadis itu langsung menyerahkan lembaran uang keatas meja kasir.
"Terimakasih Zia"ucap kak Anya.
"Hati hati,sampaikan salam kakak kepada mereka ya"ujar kak Anya.
"Baiklah"saut Zia tepat didepan pintu.
Kring...kring..suara lonceng pintu kembali berbunyi sekeluarnya Zia dari dalam sana,Raka memperhatikan kepergian anak pemilik sekolahnya itu.
"Namanya Zia,dia sama sepertimu.Jadi salah satu pelanggan tetap kakak setiap minggu sejak beberapa bulan terakhir ini"jelas kak Anya kepada Raka terlihat memperhatikan Zia.
"Aku tahu kak"jawab Raka.
"Kamu tahu?"tanya kak Anya terlihat sedikit kurang percaya.
"Hm,kami satu sekolah dan angkatan" jelas Raka seadanya.
"Benarkah?tapi sepertinya kalian terlihat tak akrab"ujar kak Anya.
"Kami berada pada kelas dan jurusan yang berbeda"jawab Raka.
"Ooh pantas saja,tadi kalian terlibat tak peduli satu sama lain bahkan tak saling menyapa"ujar kak Anya.
"Nah,ini bunga mawar putihnya"kak Anya menyerahkan bunga pesanan Raka.
"Harganya masih seperti biasakan?" tanya Raka.
"Hm,ya masih sama"jawab kak Anya.
"Ini uangnya,terimakasih bunganya dan permisi"ujar Raka menyerahkan uang untuk membayar bunga pesanannya.
"Sama sama,kakak do'a kan kamu cepat move on"ucap kak Anya.
Raka beranjak pergi dari sana dan memilih tak menghiraukan perkataan wanita penjual bunga itu,sudah bias baginya mendengar ledekan itu.
Kring...kring..kring
"Remaja zaman sekarang,masih muda udah banyak banget keliatannya masalahnya"gumam Anya setelah selesai melayani dua pelanggan tetapnya itu.
Sekeluar Raka dari dalam toko buka kak Anya,cowok itu langsung berjalan menuju kearah mobil miliknya.Ia memasuki mobil miliknya kemudian mulai menjalankan mobilnya,Raka sedikit menyipitkan matanya setelah melihat Zia yang terlihat berdiri ditepi jalan tak jauh dari mobilnya.
Tin..tin..tin...Raka membunyikan klaksonnya dan menghentikan laju mobil miliknya tepat didepan anak pemilik sekolahnya itu.
Zia yang tengah menunggu taksi lewat dibuat heran saat melihat sebuah mobil berhenti tepat dihadapannya, namun keheranannya sedikit berkurang setelah kaca mobil itu terbuka menampilkan sosok yang tadi sempat ia temui ditoko bunga milik kak Anya.
"Lo ngapain berdiri dipinggir jalan?"suara Raka terdengar bertanya padanya.
"Nunggu taksi"jawab Zia.
"Tujuan lo mau kemana?"tanya Raka lagi.
"Pemakaman yang ada didekat sini"jawab Zia.
"Yaudah,ayo masuk"suruh Raka
"Hah?"saut Zia tak mengerti.
"Lo nebeng mobil gue aja,didaerah sini jarang ada taksi.Lagian tujuan kita sama"jelas Raka kepada Zia.
"Ooh,Oke"ujar Zia setuju,gadis itu langsung membuka pintu mobil bagian depan.
Brak pintu mobil ditutup kembali dan sekarang Zia sudah duduk ditepat disebelah kursi pengemudi,dimana Raka berada.
"Lo langsung nerima tawaran gue gitu aja,gak takut diculik lo?"tanya Raka heran,soalnya nih cewek gak banyak butuh basa basi buat nerima tawaran nebeng mobilnya.
"Takut diculik,ada banyak CCTV dikawasan ini.Orang bakal mikir dua kali buat nyulik orang,lagian gue bukan tipe orang yang bisa diculik"jawab Zia santai.
"Bener juga sih"gumam Raka membenatkan perkataan cewek disebelahnya ini.
"Btw kapan jalan ini mobil?"tanya Zia kepada Raka.
"Cks sabar napa jadi penumpang, pasang sabuk pengaman lo"ujar Raka kepada Zia.
"Udah dari tadi"saut Zia.
"Kalau kita jalan"ujar Raka yang mulai menjalankan mobilnya kembali,
cowok itu mengemudikan mobil itu menuju sebuah pemakaman yang posisinya tak begitu jauh dari sana yang merupakan tempat tujuannya dan juga cewek dibelahnya ini.