
"Yaudah sana dek,hati hati ya"saut mama Sela yang bicara.
Zia mengangguk mengiyakan,kemudian gadis itu segera beranjak dari kursinya menuju kepintu keluar ruangan untuk pergi kekamar kecil yang tersedia direstoran itu.
Ping...ping...ping...baru saja sang pemilik pergi,tapi hp milik Zia berbunyi beberapa kali sepertinya ada pesan yang masuk.Semua mata langsung tertuju pada hp milik Zia yang tergeletak diatas meja itu, benda persegi itu terlihat bercahaya dan terus berbunyi.
Drtt...drt...drt...tak lama hp itu berbunyi dan bergetar,sepertinya ada panggilan masuk.
"Lio atau Lyn coba kalian periksa hp adik kalian itu.Siapa tau itu penting"akhirnya tuan Renal bersuara.
"Lio gak bisa pa,hpnya Zia terkunci" saut Liona.
Drtt...drtt...drtt...hp Zia tersebut masih terus berbunyi,bahkan saat pelayan datang mengantarkan makanan dan sudah kembali berlalu pergi namun hp itu masih saja terus berbunyi.
Tak lama berselang sebuah tangan langsung meraih benda pipih itu dengan raut wajah datar.Siapakah pemilik tangan itu?tentu saja sudah pasti sigadis dingin nan datar yaitu Lyn.
Gadis itu terlihat tak memiliki kesulitan sedikitpun membuka kunci hp adiknya itu,Lyn menerima panggilan yang masuk itu dan mengaktifkannya dalam mode loadspiker supaya keluarganya yang lain dapat mendengarnya.
"Akhirnya"suara seorang perempuan terdengar.
"HEH BOCAH!KENAPA KAU BARU MENJAWAB PANGGILANKU SEKARANG?"Lyn refleks menjauhkan hp itu sedikit lebih jauh dari posisi yang tadi.
"BOCAH DIMANA LO SEKARANG CEPET DATANG KEKANTOR WOI,SEENAK JIDAT LO LEWATIN BEBERAPA JADWAL PERTEMUAN TANPA KASIH KABAR DULU"masih suara yang sama,semua anggota keluarga Antara kompak mengelus dada masing masing mendengar suara perempuan yang cukup keras dan terdengar penuh amarah itu.
"Dek,lo kok gak ngejawab dari tadi sih?lo masih disanakan dek?lo baik baik ajakan?"suara perempuan itu memelan.
"Ini Lyn"ujar Lyn dengan suara datar.
"Lyn?eh itu lo dek,kakak kira Zia tadi yang angkat.Maaf ya malah kamu yang kakak marahin,btw ini kak Anna"ujar perempuan itu meminta maaf karena salah memarahi orang,ternyata orang yang menelepon ke hpnya Zia itu adalah kak Anna.
"Hm"dehem Lyn.
"Kalau hpnya Zia sama kamu,trus orangnya sekarang dimana dek?"tanya kak Anna dari seberang sana.
"Kamar kecil"jawab Lyn dengan suara datarnya.
"Kalau begitu kakak titip pesan sama kamu aja ya,soalnya kakak udah gak sempat nelpon dia lagi nanti soalnya masih ada meeting yang harus dihadiri.Bisa kan?"tanya kak Anna terdengar penuh harap.
"Hm"dehem Lyn tanda setuju.
"Tolong bilangin sama bocah yang satu itu buat datang secepatnya kekantor ya,pokoknya paling lama jam setengah tiga sianglah paling lama.
Soalnya itu anak hari ini ngilang trus gak ada baca pesan dari kakak sama kak Teo sedikitpun dari pagi, mana jadwalnya dia hari ini banyak lagi,terpaksa deh kakak sama kak Teo yang gantiin dia buat ikut meeting yang seharusnya dia hadirin.
Tolong bilangin sama Zia kalau dia harus datang ya,soalnya nanti bakal ada pertemuan sama pemilik saham terbesar kedua diperusahaannya.Dan itu dia harus datang,soalnya pembahasannya penting banget soalnya.Tolong ya"jelas kak Anna panjang lebar.
"Ya"jawab Lyn singkat.
Tut...tut...tut...panggilan tersebut diakhiri.
Lyn meletakkan benda persegi panjang pipih itu kembali keatas meja tepat ditempatnya semula sebelum ia ambil,
kini gadis itu melihat sekeliling dimana semua anggota keluarganya masih menatap kearahnya.Lyn tak mempedulikan hal itu,ia hanya membalas tatapan itu dengan raut wajah datar miliknya.
Ekhem...Renal sang kepala keluarga berdehem untuk memecahkan keheningan yang sempat berlangsung,lalu laki laki ayah dari lima anak itu menoleh kearah sang putra.
"Arga,kamu memangnya tidak menanyakan kepada adikmu apakah dia sibuk hari ini atau tidak?"tanya laki laki itu kepada putranya.
Arga menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan papanya
"Tidak pa,tapi Zia memang sempat mengatakan kalau dia akan kekantornya selepas ujian tapi Arga menyuruhnya untuk tidak kekantor dan juga menuruhnya untuk ikut menjemput mama dan papa siang ini"jawab Arga.
"Lain kali tanyakan dulu apakah adikmu itu punya waktu atau tidak, Zia itu punya banyak kesibukan. Dan lagi kalau seperti ini,kasihan Anna dan Teo yang kelabakan akibatnya"ujar Renal menasehati putranya itu.
"Baik pa"jawab Arga,meski keningnya tampak sedikit berkerut namun tidak ada yang menyadari hal itu kecuali Lyn.
Tap...tap...tap...langkah kaki terdengar mendekat kearah pintu ruangan privat restoran itu,pintu terbuka dan terlihat Zia yang berjalan masuk kedalam.
"Kamu sudah kembali nak"tanya sang mama.
"Ah maaf semuanya,kalian pasti harus menunggu lama"ucap Zia meminta maaf setelah duduk kembali dikursinya.
"Tak masalah sayang,tapi kenapa kamu lama kembali?bukankah kamu hanya mencuci muka saja?"tanya sang papa.
"Ya begitu,tapi saat hendak kembali kesini aku tak sengaja berpapasan dengan salah satu rekan kerja sama perushaanku pa.Dan tidak mungkin aku tidak menyapanya bukan,pasti nanti aku dianggap tidak sopan"jelas Zia.
"Begitu rupanya,tak masalah kalau begitu.Kita memang harus menjaga sikap dan bersikap ramah kepada rekan bisnis kita"ujar Renal kepada sang putri.
"Baiklah karena Zia sudah kembali, ayo mulai makan siangnya"ujar sang mama kepada suami dan anak anaknya.
Semuanya mengangguk mendengar perkataan ibu negara itu,mereka semua memulai menikmati hidangan makan siang mereka.
Zia sesekali melirik kearah hpnya, gadis itu tampak heran kenapa benda persegi itu menyala padahal seingatnya tadi sebelum pamit kekamar kecil terlebih dahulu ia sudah menguncinya.Lyn menyadari pusat perhatiannya itu sejak tadi melirik kesekitar dan setelah memastikan semua anggota keluarga mereka tampak fokus pada makanan masing masing,gadis dingin itu mendekat dan berbisik kepada adiknya itu.
"Tadi kak Anna menelpon,dia menyuruhmu untuk datang kekantor paling lama jam setengah tiga nanti.Pertemuan pemegang saham"bisik Lyn,setelah itu ia menjauh dan kembali fokus menikmati makanannya.
Zia yang mendengar bisikan kakak ketiganya itu refleks mengangguk anggukkan kepalanya pelan,ia melirik kearah kakaknya itu sebelum akhirnya ikut fokus menghabiskan makanannya.
Lagi lagi tanpa keduanya sadari kalau Liona secara diam diam memperhatikan interaksi dua orang yang duduk disebelahnya itu dengan sudut ekor matanya,lagi lagi ia tak sengaja menemukan kedua saudarinya itu berinteraksi secara sembunyi sembunyi seperti itu.
Didalam hatinya Liona,ia sangat penasaran apakah kedua saudarinya itu sudah dekat.Dan kalau memang begitu kenapa mereka selalu berinteraksi secara diam diam,seolah olah tak ingin ada orang yang mengetahui kalau keduanya sudah akrab.