
"Enak aja perusahaan gue lo bilang bangkrut kak,makin sukses yang ada"
Ujar Zia tak terima perusahaan miliknya dibilang bangkrut.
"Gue kelaparan karena emang belum makan makan siang aja,apalagi tadi gue cuma sarapan pakai roti aja trus disekolah juga gak makan apa apa"lanjut Xia menjelaskan kenapa ia sangat lapar.
"Nah ngomong ngomong soal sekolah nih ya,kok lo udah berkeliaran dikampus orang jam segini?Jam seginikan seharusnya lo masih belajar disekolah"tanya Callie kepada Zia.
"Semua guru disekolah gue lagi ada rapat buat persiapan UTS senin nanti,makanya semua murid balik cepet"jawab Zia
"Ooh,gue kira lo bolos"ujar Neta.
"Enak aja,mana pernah gue bolos sampai keluar dari area sekolah"ujar Zia masih sambil lanjut memakan nasi gorengnya.
"Wah wah wah,berarti lo pernah bolos diarea sekolah dong?"ujar Callie menatap Zia penuh selidik.
Ukhuk...ukhuk...Zia langsung tersedang pada suapan terakhirnya, dengan cepat Lyn kakaknya memberikannya minum kepada adiknya itu.Puk...puk...Lyn menepuk nepuk punggung Zia secara perlahan
"Jangan berbicara saat makan"ujar Lyn pelan.
"Sorry kak"ucap Zia,gadis itu sudah selesai menghabiskan makanannya.
"Kesedakkan lo,jangan jangan bener lagi lo pernah bolos pas disekolah"ujar Callie kepada Zia.
Zia mendelik kesal karena sahabat kakaknya itu masih saja membahas hal itu,gadis itu menoleh kearah kakaknya sambil tersenyum
"Lo kayak gak pernah sekolah aja kak,jelaslah gue pernah bolos tapi gak sering kok cuma sesekali aja"jawab Zia melihat kak Lyn dan kak Callie secara bergantian.
"Marahin Lyn adik lo,suka bolos dia" ujar Callie mengompori sahabatnya itu.
"Jangan sering bolos"ujar Lyn hanya berbicara tiga kata untuk menasehati adiknya itu.
"Siap kak"ucap Zia,sambil memberi hormat ala ala tentara.
"Lo nasehatin Zia gitu doang?"tanya Callie menatap tak percaya kepada sahabatnya itu,Lyn mengangguk mengiyakan.
Callie menggelengkan kepalanya heran,padahal seingat dia sahabatnya itu sangat tidak suka terhadap orang yang tidak disiplin saat sekolah terutama dalam urusan membolos. Bagaimana Callie tau?itu karena dia selalu satu sekolah dengan Lyn sejak SMP dan sahabatnya itu adalah mantan anggota osis dibidang kedisiplan siswa,ia saja sering kena hukum oleh sahabatnya itu.
"Udahlah kak,jangan suka ngomporin kak Lyn gitu buat marahin gue"ujar Zia kepada Callie.
"Gue bukan ngomporin tapi maksud gur baik"bantah Callie saat Zia mengatakan ia mengompori Lyn.
"Iyain deh biar cepet"ujar Zia, sedangkan Callie memutar bola matanya malas.
Dibagian kampus lain atau lebih tepatnya difakultas managemen bisnis,terlihat seorang perempuan dua puluh satu tahun baru keluar dari ruangan tempat rapat organisasi kampus yang dia ikuti.Perempuan itu adalah Gia anak perempuan pertama dari tuan Renal Antara dengan nyonya Sela Antara,Gia kembali mengaktifkan hpnya yang tadi sempat sengaja ia non-aktifkan supaya tak mrngganggu kegiatannya.
Ping...ping...ping...suara notifikasi langsung berbunyi sesaat setelah ia mengaktifkan jaringan internet hpnya,Gia langsung memeriksa salah satu notifikasi pesan dari saudarinya.
Lyn:
Aku membawa Zia kekantin fakultasku
Jk sdh selesai dgn urusanmu,temui dia disana.
Gia membaca isi pesan yang merupakan salah satu pesan terpanjang yang dikirim adik pertamanya itu padanya
*Ini perasaanku saja atau Lyn sekarang memang terlihat jauh lebih perhatian terhadap anak itu*batin Gia setelah membaca pesan dari saudarinya itu.
Giapun mau tak mau akhirnya memutuskan untuk menyusul kekantin fakultasnya Lyn.
~skip~
"Zia ayo pulang"ajak Gia kepada saudari bungsunya itu sesaat setelah ia sampai dikantin tempat dimana Lyn dan Zia berada.
"Ah baik kak"saut Zia,gadis itu langsung berdiri dan kembali menyandang tas sekolahnya.
"Kalian masih ada kelas?"tanya Gia kepada Lyn dan Callie.
"Iya kak,saya sama Lyn masih ada satu kelas lagi nanti"jawab Callie mewakili Lyn.
"Kalau begitu kakak dan Zia pulang duluan ya"pamit Gia kepada dua adik dan sahabat sang adik.
"Iya kak/hm"saut Callie dan Lyn berbarengan.
"Zia juga pamit pulang kak,makasih udah ajak makan"ujar Zia ikut pamit.
"Hati hati"ucap Lyn
"Sampai ketemu lagi cil"ujar Callie kepada Zia.
Setelah selesi berpamitan kepada Lyn dan Callie,Zia dan kakaknya Gia berjalan meninggalkan area kantin menuju keparkiran dimana mobil Zia diparkirkan.
"Langsung jalan kekantor,aku ada rapat setengah jam lagi"ujar Gia menyebutkan tempat tujuan selanjunya kepada Zia,setelah mereka memasuki mobil saudarinya itu.
"Siap kak"saut Zia,gadis itu menyalakan mobilnya kemudian mulai melajukan mobil miliknya itu menuju kekantor sesuai yang kakaknya itu katakan tadi.
Sesampai dikantor,Gia langsung berjalan menuju keruangannya dan jangan lupakan Zia yang mengikuti langkah sang kakak dari belakang.
"Tepat disini dan jangan berkeliaran kemana mana sampai aku selesai meeting"pesan Gia kepada Zia saudarinya sebelum ia meninggalkan ruangan dengan sang sekretaris yang sudah menunggunya sejak tadi untuk pergi meeting.
"Iya kak"jawab Zia menganggukkan kepalanya.
"Ayo pergi"ajak Gia kepada sang sekretaris kemudian melangkah terlebih dahulu meninggalkan ruangannya.
"Baik nona"saut sang sekretaris.
"Saya permisi nona muda"ucap sekretaris Gia itu kepada adik dari bosnya itu,Zia mengangguk sambil tersenyum kepada sekretaris kakaknya itu.
Pintu ruangan terlihat menutup dari luar,Zia berjalan menuju kearah sofa panjang dituangan kakaknya itu kemudian meletkkan tas sekolahnya diatas meja yang ada disana.Gadis itu membuka almamater sekolahnya sehingga hanya menyisakan seragam sekolah berupa kemeja lengan pendek berwarna dasar putih saja,Zia lalu mengeluarkan tablet miliknya dari dalam tas sekolah.Zia duduk santai sambil meluruskan kakinya diatas sofa dan badannya ia sandarkan disandaran samping sofa,sambil menunggu kakaknya selesai meetingĀ gadis itu memustukan untuk menyelesaikan pekerjaannya saja serta ingin memantau perkembangan saham perusahaannya seminggu terakhir ini.
~skip~
Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore dan Gia baru terlihat kembali memasuki ruangannya setelah menyelesaikan meeting dengan beberapa klaen penting,kening wanita itu menyergit karena tidak mendengar suara apapun dirunagnnya dan terlebih ruangannya itu terasa sangat sunyi.Gia melihat kekiri kekanan mencari keberadaan Zia yang tadi ia suruh menunggu didalam ruangannya itu,setelah beberapa saat mencari ia menemukan gadis yang masih berseragam sekolah itu tertidur diatas sofa diruangannya itu sambil duduk bersandar disofa serta terlihat sebuah tablet yang masih menyala dipangkuan gadis itu.
Gia bisa langsung menebak kalau gadis itu pasti tak sengaja tertidur saat sedang memainkan tablet dipangkuannya itu,terbukti dengan benda elektronik itu masih terlihat menyala.