One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 93



"Gitu ya kak,yaudah deh saya gak jadi kasih tau om sama tante"ujar Rena langsung jinak seketika, sedangkan Arga langsung menghela nafas lega.


"Kalau gitu my bestfriend mana bang?"tanya Rena kali ini menanyakan keberadaan sahabatnya.


"Ngapain lo nanya nanya gue?"ujar Liona entah datang dari mana, langsung berdiri disebelah sofa tempat kakak pertanya duduk.


"Gitu amat lo sama gue Lio"ujar Rena langsung cemberut.


"Ngapain lo disini,biasanya langsung ngacir kekamar gue?"tanya Liona pada sahabatnya itu.


"Tadinya sih niatnya gitu,tapi gak jadi karena gue liat kak Anna ada dirumah lo jadi gue mau silaturahmi dulu sama sesama kakak angkatnya Zia.Mumpung ada waktu ketemu"ujar Rena.


"Lo kapan kenal sama kak Anna,gue aja baru kenal tadi?"tanya Liona heran.


"Gue dikenalin sama Zia,waktu itu degem gue yang satu itu sempat ngirim fotonya kak Anna ke grub GC trus dia kenalin kak Anna ke gue sama Neta deh"jelas Rena,oh tidak gadis itu lupa akan sesuatu.


Liona menyergitkan keningnya kemudian gadis itu langsung berjalan dan pindah posisi tepat duduk disofa yang berada didepan Rena lalu duduk disana.


"Grup Chat apaan?"tanya Liona sambil menatap sahabatnya itu penuh selidik.


*Mampus,Lio kan gak tau kalau gue bikin GC sama Zia dan Neta tanpa dia*batin Rena,ia menelan ludahnya dengan susah payah saat menyadari Liona sedang menatapnya penuh selidik.


"Ayo loh GC apaan itu,Jangan jangan itu grub Chat yang dibikin tanpa lo deh dek atau enggak grub buat gosipin lo dek"ujar Arga mengompori.


"Orang tua diem deh gak usah kompor"ujar Rena kepada kak Arga.


"Wah katanya sahabat tapi kok gitu ya,udah dek kamu gak usah sahabatan sama orang modelan kayak gitu.Buang aja ke sungai Amazon"ujar Arga terus tak mendengarkan perkataan Rena,laki laki itu malah semakin semangat mengompori.


"Eh jangan natap gue tajam gitu dong Lio,grub Chat yang gue bilang tadi cuma grub chat biasa kok.Gak yang seperti yang dibilang sama orang tua itu,grub itu dibikin buat tempat gue sama Neta dan Zia ngobrol random doanv"jelas Rena kepada Liona.


"Kok gue gak diinvite sih?"tanya Liona


"Nanti deh,kita bikin grup chat baru khusus berempat"ujar Rena.


"Kok grub chat baru sih?kenapa yang GC yang lo bilangin tadi itu aja gue diinvite-tin?"tanya Liona.


"Itukan grub khusus adek kakak angkat doang,lo kan kakak kandungnya Zia.Mau emang nanti orang ngira lo kakak angkatnya Zia karena masuk grub itu?"ujar Rena.


"Ya gak mau lah,orang gue kakak kandungnya Zia masa jadi kakak angkat"jawab Liona langsung menggelengkan kepalanya.


"Makanya gue gak mau masukin lo ke GC yang itu"ujar Rena.


"Ooh yaudah deh,nanti lo bikin grub baru dan itu harus ada gue didalamnya"ujar Liona kepada Rena.


*Untungnya punya sahabat polos polos bego gini nih,gak perlu ribet cari alasan*batin Rena.


"Iya Lio tenang aja,nanti malem gue bikin.Kalau perlu sepuluh gue bikin grub chatnya"ujar Rena,ia sedikit melirik kearah kak Arga untuk memastikan orang itu tidak mengompori lagi.


"Ayuklah,tapi gue pinjem baju ganti ya sekalian gue juga mau numpang tidur siang dulu sambil nunggu bocah pulang"ujar Rena setuju dengan ajakan sahabatnya itu.


"Bagus deh Lio,sana bawa sahabat jahannam kamu itu jauh jauh dari sini"suruh Arga kepada adiknya itu.


"Yuk Lio,gue gak mau kelamaan satu tempat sama jomblo karatan itu"ujar Rena bangkit dan berdiri dari tempat duduknya disofa.


Sedangkan Liona,Teo,dan Anna yang mendengar perkataan Rena itu sekuat tenaga menahan tawa mereka supaya tak pecah.


"Kakak-kakak berdua,saya permisi dulu ya.Selamat mengobrol kembali" ujar Rena.


"Permisi semuanya"ucap Liona.


Setelah itu keduanya pergi meninggal kan area ruang tamu untuk pergi kekamar Liona.


Hahaha....suara tawa Anna dan Teo langsung terdengar memenuhi ruang tamu setelah dua gadis SMA itu pergi meninggalkan area ruang tamu,Anna dan Teo sama sama sudah tidak mampu lagi menahan tawa yang sudah sejak tadi mereka tahan tahan.


"Ketawa lo berdua,laler masuk baru tau rasa"ujar Arga kesal kepada dua orang itu.


"Hahaha...maaf Arga tapi sangat lucu melihat ada bocah SMA yang berani melawan dan mengejekmu"ujar Anna sambil masih dengan tawanya.


"Yang dibilang pacar gue emang bener,kalau sekali dua kali mah mungkin bisa dianggap keberanian sesaat.Tapi yang ini,kayaknya itu bocah emang gak ada takut takutnya sama lo"ujar Teo mendukung perkataan Anna sang kekasih.


"Mau gimana lagi,bocah tadi itu udah jadi sahabatnya adik gue bertahun tahun.Bahkan orang tua kita sama orang tua dia juga saling kenal trus sering juga kumpul bareng,makanya itu bocah rada ngelunjak trus gak ada takut takutnya sama gue"jelas Arga.


"Ooh pantes,pas baru dateng dia gak ada segan segannya bikin heboh"ujar Anna.


"Yang Rena takutin dirumah itu cuma Lyn doang,trus kalau ke mama sama papa gue lebih bisa dibilang segan sih dia"ujar Arga.


"Em ngomong ngomong soal saudari kedua lo,gue pengen nanya sesuatu deh"ujar Anna.


"Mau nanya apa tentang Lyn?"tanya Arga ke Anna.


"Saudari kedua lo itu emang dingin banget ya orangnya?"ujar Anna menjawab pertanyaan Arga itu dengan pertanyaan.


"Nah iya,gue juga pengen tau soal itu.Soalnya gue liat adik lo yang itu keliatan beda banget sifatnya dibanding lo,Gia,sama Liona"ujar Teo.


"Lyn emang kayak gitu dari dulu bahkan sejak dia masih kecil, sikapnya itu dingin udah gitu minim ngomong trus mukanya datar kayak gak punya ekspresi.Paling gak suka diusik trus paling jarang marah tapi sekalinya marah bikin takut satu rumah bahkan mama sama papa aja segan kalau adik gue yang satu itu udah emosi"jawab Arga menjabarkan sifat saudari keduanya itu.


"Gitu ya"komen Anna setelah mendengar penjelasan Arga.


"Bukan cuma itu,gue sebagai kakak tertua sendiri mengakui kalau isi pikiran adik gue itu yang paling susah buat gue pahamin dan baca"tambah Arga.


"Itu artinya lo punya dua adik yang isi hati sama jalan pikirannya susah ditebak dong"ujar Teo.


"Kok dua,satu dong seharusnya?"tanya Arga.