One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 69



Gia dan Liona saat ini sedang berada diruang kerja milik Arga kakak tertua mereka yang ada dikediaman Hantara,kedua gadis itu berada disana atas perintah Arga.


Arga sengaja mengumpulkan saudari saudarinya itu karena ada yang ingin dia bicarakan dengan ketiganya,hal ini tentang perihal topik pembicaraannya dengan sang Papa tadi saat ia baru sampai dirumah.Sudah hampir sepuluh menit keduanya berada diruangan itu,tapi sepertinya Arga belum punya niat memulai pembicaraan dengan dua saudarinya itu.


"Arga kenapa lo ngumpulin gue sama Lio disini?"tanya Gia kepada saudara kembarnya itu,ia sudah lelah menunggu.Perempuan itu duduk disofa yang ada didalam ruangan bersama adiknya disebelahnya, sedangkan Arga duduk dimeja kerjanya


"Nanti dulu,kita tunggu Lyn dulu"ujar Arga,anak sulung keluarga itu masih terlihat sibuk membaca berkas berkas dihadapannya.


"Lo mau ngomongin apa sih,sampai harus ngumpul disini?"tanya Gia yang masih tak sabaran.


"Kita tunggu kak Lyn dulu kak,baru kak Arga bilang"ujar Liona yang duduk disebelah Gia,kepada kakaknya itu.


"Dengerin yang dibilang Lio,dia aja sabar nunggu masa lo yang lebih dewasa gak sabaran"ujar Arga kepada Gia.


"Yang kakak omongin ini penting dan kakak males kalau ngulang penjelasan


jadi kita tunggu Lyn dulu,baru kakak mulai"lanjut Arga.


Ceklek...suara pintu dibuka dari luar dan akhirnya yang ditunggu tunggu datang juga,gadis berwajah dingin nan datar kayak triplek melangkah memasuki ruang kerja milik Arga itu.Gadis itu adalah Lyn,anak ketiga dari Renal dan Sela Antara.


"Akhirnya kamu datang juga Lyn,ayo duduk disebelah dua saudarimu itu"ujar Arga kepada saudari keduanya itu,menunjuk kearah sofa dimana kembaran dan adiknya sudah terlebih dahulu duduk disana.


Lyn hanya diam dan mengangguk tipis saja sebagai respon perkataan kakak tertuanya itu,gadis itu berjalan mendekat kearah sofa dan mengambil posisi duduk diantara dua saudarinya yang lain yaitu Gia dan Liona.


"Oke karena kalian bertiga udah ngumpul disini,kakak bakal kasih tau alasan kenapa kakak ngumpulin kalian bertiga diruangan kerja kakak ini"ujar Arga mulai berbicara sambil menatap ketiga saudarinya itu.


"Apa emangnya kak?"tanya Liona.


"Kita bakal bahas rencana perayaan ulang tahunnya Zia,lusa"jawab Arga


"Ulang tahun,Zia beneran ulang tahun lusa kak?"tanya Liona penuh dengan semangat.


"Iya Lio,sibungsu ulang tahun lusa"ujar Arga kepada adiknya itu.


Berbeda dengan Liona yang menyambut gembira topik pembicaraan itu,Gia langsung bergerak berdiri dari sofa hendak pergi dari ruangan itu namun sang kembaran menghentikannya.


"Gia lo mau kemana?"tanya Arga


"Keluar,lain kali kalau lo ngumpulin kita disini cuma mau ngomongin bocah parasit itu.Lebih baik gak usah libatin gue"ujar gadis itu dengan ketus dan wajahnya terlihat sangat kesal.


"Lo jangan keluar dulu Gia,ini semua rencana atas perintah papa jadi kita semua harus ikut termasuk lo.Duduk lagi"suruh Arga kepada Gia.


Gia mendengus kesal dan langsung duduk kembali ditempatnya tadi,mau tak mau ia harus terlibat karena Arga sudah mengatakan ini perintah papa mereka.Sedangkan Lyn yang ada disebelahnya hanya duduk diam tak berkomentar apapun,prinsip gadis itu lebih sedikit untuk komen atau protes maka lebih cepat ia bisa keluar dari ruangan ini dan kembali kekamarnya.


"Jadi kak Arga,apa rencananya?apa kita bakal buat kejutan?"tanya Liona yang terlihat sangat antusias.


"Oleh karena itu kakak udah atur rencana dan bakal bagi bagi tugas buat kita berempat"lanjut Arga.


"Apa tugas Lio kak?"tanya Liona.


"Lyn yang bakal siapin kue ulang tahunnya,Lio sama Gia yang bakal siapain hiasan ulang tahunnya dan kakak yang bakal cari cara supaya Zia sibuk dan gak curiga sama ulang tahunnya"jelas Arga memberi tahu pembagian tugas untuk kejutan ulang tahun Zia.


"Gimana kalian setujukan?"tanya satu satunya laki laki disana.


"Setuju kak"ucap Liona dengan semangat,sedangkan Gia dan Lyn hanya diam saja tak tertarik sama sekali akan topik pembahasan itu.


"Bagus kalau begitu jangan lupa kita mulai rencananya mulai besok,supaya kejutan pas lusanya gak kacau"ujar Arga berpesan kepada saudari saudarinya itu.


"Baik kak"ucap Liona.


"Kalau gitu kalian boleh keluar"ujar Arga memersilahkan ketiga adiknya itu untuk keluar dari ruang kerjanya.


Tentunya Gia dan Lyn lah yang paling ingin cepat pergi dari sana tapi Arga menghentikan mereka.


"Eh tunggu,jangan lupa siapkan hadiah kalian.Ulang tahun gak bakal lengkap kalau gak ada hadiah"ujar Arga mengingatkan ketiganya.


"Baiklah"ucap ketiga gadis itu,setelahnya benar benar meninggalkan ruangan kerja Arga.


Setelah ketiga saudarinya pergi,Arga kembali melanjutkan pekerjaannya.


Sekeluar dari ruang kerja kembarannya,Gia langsung bejalan menuju kamarnya dengan perasaan kesal.


"Kenapa gue harus repot repot ngerayain ulang tahun bocah parasit itu sih,buang buang waktu aja"dumelnya sesampai didalam kamar.


Gia duduk diatas ranjang tempat tidurnya dengan raut wajah sangat tak bersahabat,namun senyuman misterius langsung terukir dibibirnya setelah mengingat sesuatu.


"Hadiah ya?"gumamnya


"Oke gue bakal siapin hadiah yang membahagiakan bagi anak itu namun berakhir rasa sakit yang kalau perlu tak berujung,Hahaha...."ujar Gia tertawa jahat.


Entah hadiah apa yang dimaksud oleh perempuan itu tapi yang jelas sepertinya itu bukan hal yang bagus, kita semua lambat laun akan mengetahuinya.Rencana besar sudah terekam dan tersusun rapi didalam benak Gia,ia hanya tinggal menunggu waktu saja untuk menjalankan tahap demi tahap rencana itu.


Berbeda dengan Gia yang sepertinya menyusun rencana yang besar,Lyn saat ini sedang melakukan kebiasaan rutinnya dimalam hari yaitu duduk dibalkon kamarnya memandangi langit malam yang dihiasi oleh bintang. Namun kali ini sedikit ada yang berbeda karena selain memandangi langit malam,gadis dingin itu memegang sebuah buku kecil berupa buku diary yang terlihat sudah sedikit lama.Lyn terlihat membuka buku diary itu dan mulai membalik satu demi satu halaman sampai terhenti disebuah halaman yang sudah bertulis oleh tinta pulpen.


...Aku berharap dimasa depan kisah rumit kami ini tidak mempengaruhi hubungan anak anak kami dimasa depan....


...CELINE ANTARA....


"Keluarga ini begitu rumit,ada sebuah cerita masa lalu yang disimpan rapat bak rahasia yang menjadi penyebab semuanya"gumam Lyn setelah membaca sepenggal kalimat yang tertulis didalam buku diary yang ada ditangannya itu.