
"Akhirnya kita sampai"suara tuan Renal terdengar.
Membuat para perempuan yang berkumpul diruang tamu menoleh kearah pintu masuk,terlihatlah lima orang laki laki berbeda usia memasuki ruangan dengan menenteng barang bawaan mereka.
Kelima laki laki itu adalah tuan Renal Antara,om Geral,kak Arga,kak Jevan,serta Raka yang baru kembali dari kegiatan mereka diluar.
"Kami pulang"ucap nereka hampir bersamaan.
Zia yang ikut menoleh bersama para perempuan lain sedikit terkejut dan heran menemukan sosok cowok yang berstatus sebagai kekasih bohongannya bisa ada bersama papa, kakak,serta pamannya.Tak lama tatapannya dan Raka bertemu,cowok itu tersenyum canggung sambil diam diam menunjuk kearah kekasih kak Gia yaitu kak Jev.
Zia mengangguk pelan,ia mengerti sekarang.Pasti kak Jev yang menghubungi Raka untuk diminta bergabung dengan mereka,Zia yakin praduganya ini benar karena pacarnya kak Gia itu saat ini bisa dibilang sudah cukup akrab dengan Raka.
"Para pria sudah pulang rupanya,dan nak Raka juga datang"ujar nyonya Sela melihat kehadiran suaminya serta yang lain.
"Halo semuanya,selamat pagi"ucap Raka memberi salam pada semuanya yang ada disana-para laki laki tentunya.
"Loh Raka,ngapain lo disini?mau apelin sama pacar ya?"ujar Neta sambil menaik turunkan alisnya melihat Raka.
"Stt Lyn,itu cowok siapa?"bisik Callie ke Lyn.
"Raka,kekasihnya Zia"jawab Lyn pelan.
Callie membelalakkan matanya kaget,
gadis itu menatap
"buset cakep banget Lyn selera adik bungsu lo Lyn.Btw kalah lo sama Zia,
dia udah pacar eh lo kakaknya malah masih menyandang status jomblo dari lahir"bisik Callie.
Lyn menoleh menatap Callie dengan wajah datar,apakah sahabatnya ini lupa berkaca pada kaca atau memang tak punya kaca untuk berkaca?padahal status Callie juga sama kayak dirinya.Sama sama menjomblo dari lahir.
Tuan Renal berjalan menghampiri putri bungsunya
"Zia,anak papa lebih suka cake tidak?"tanya pria ayah lima anak itu.Zia mengangguk pelan mengiyakan.
"Rasa favorit Zia apa?"tanya tuan Renal dengan semangat.
"Aku hampir suka semua varian rasa cake pa,tapi coklat dan cheese adalah dua teratas sampai saat ini"jawab Zia cepat,sedangkan sang papa yang mendengar jawabannya itu menjadi sedikit cemberut dan langsung mengundurkan kemudian duduk disamping sang putri sulung.
"Wkwk...kau kalah sama pacar putri bungsumu sendiri bang"ujar om Geral
kepada kakak sepupu sang istri.
"Kalah apa emang om?"tanya Liona.
Katanya siapa yang bisa nebak dan beliin cake sesuai rasa favorite adikmu nah itu yang menang.Papa kalian udah pd sekali milih cake yang menurut dia bener,rupa rupanya tebakan Raka yang benar"jelas om Geral bercerita kepada semuanya.
"Begitu rupanya...,"Nada menoleh kearah kakak sepupunya"kak Renal payah,rasa cake kesukaan anak sendiri gak tau"ujar Nada dengan nada mengejek.
"Nak raka,berikan yang kamu beli kepada putri om"ujar tuan Renal sambil menahan malu atas kekalahannya.
Zia memberi isyarat kepada Raka untuk menghampiri dirinya dan cowok itupun menurut.Raka menyodorkan sebuah paper bag berwarna cerah kepada Zia,gadis itu menerimanya dan melihat ada dua buah box kecil yang dirinya yakini berisi Cake itu.
"Raka,lo beliin cake rasa apa buat Zia?"tanya Rena pada mantan ketos HANTARA itu.
"Coklat dan cheese"jawab Raka membuat para hampir perempuan disana menghadiahi bertepuk tangan singkat pada pemuda itu.
Prok...prok...prok...
"Wah wah wah,Zia pacar lo boleh juga dek"puji Callie.
"Setuju tante tuh,ngomong-ngomong keponakan tante pernah ceritakah kalau dirinya sangat suka dengan dua rasa cake itu?"tanya tante Nada pada Raka.
Raka menggelengkan kepalanya pelan kemudian berkata
"Tidak pernah tan.Tapi setiap kami pergi mengunjungi kafe atau tempat sejenisnya,Zia hampir selalu memesan cake coklat atau tidak cheese.Dari sana saya bisa menebak kalau kekasih saya menyukai makanan itu"jelas Raka,untuk yang satu ini dirinya tak mengarang tapi memang demikian.
Arga langsung menepuk nepuk punggung Raka dengan pelan
"Kamu sudah benar benar lolos dari seleksi saya sebagai kakak tertuanya Zia,Raka"ujar putra sulung tuan Antara itu kepada Raka yang dirinya ketahui sebagai kekasih dari sang adik bungsu.
Disisi lain Gia hanya diam ditempatnya sejak tadi tak berniat bergabung sedikitpun dalam pembicaraan dihadapannya, disebelahnya telah duduk Jevan sang kekasih yang menyuapinya cake rasa red velvel.
"Pekerjaanmu belum selesai?"tanya Jevan pada Gia.
"Memang tak akan selesai hari ini,
kenapa kamu bertanya seperti itu?"
jawab Zia lalu bertanya balik kepada kekasihnya itu.
"Aku ingin mengajakmu jalan hari ini,kamu tau mumpung hari minggu" jawab Jevan dengan lembut,nada bicara laki laki ini memang selalu begitu setiap bicara dengan perempuan tercintanya ini.
"Ayo pergi selesai jam makan siang nanti"ujar Gia sambil menoleh pada Jevan.
Mendengar hal itu tentu sebuah senyuman cerah langsung terbit pada wajah Jevan.
"Baiklah,selesai jam makan siang" ujarnya.