
Suasana pagi hari dikediaman keluarga Antara saat ini sedikit lebih ramai dan sibuk dari biasanya, karena keluarga pemilik kediaman megah itu sedang sibuk bersiap siap kepantai untuk melaksanakan liburan keluarga disana.Dua mobil sudah terparkir didepan teras utama dan siap digunakan untuk pergi,dua mobil itulah yang nantinya keluarga Antara gunakan untuk pergi liburan kepantai.
Semuanya bahkan sudah berkumpul diteras termasuk Zia sendiri yang sudah siap dengan tas kecil dipunggungnya,sebuah kaca mata hitam tanpa lensa bertengger dihidungnya.
"Lo mau pergi liburan kepantai atau mau pertukaran pelajar sih dek?"tanya Liona,saat melihat style saudari mudanya yang agak gimana gitu.
"Liburan kepantailah,emang ada yang salah?"saut Zia,gadis yang kini memakai baju kaos putih dilapisi sebuah hoodie hitam dengan celana panjang berbahan mirip jeans,sebuah topi hitam dikepala,dan jangan lupakan masker yang sudah terpasang sejak keluar dari dalam rumah tadi.
Jadi jangan heran kenapa Liona sampai bertanya kayak gitu,orang style yang dipakai Zia gak kayak orang liburan kepantai sih.
"Gak salah sih,tapi pilihan style lo hari itu agak gimana ya"ujar Liona ragu ragu,takut adiknya itu tersinggung.
"Style gue hari ini?bukannya pantai itu pasti panas ya,jadi gue sengaja pakai pakaian tertutup gini biar kulit gue gak kebakar"ujar Zia menjelaskan kepada Liona tentang alasan kenapa ia menggunakan pakaian seperti itu hari ini.
"Lo kay..."baru saja Liona membuka suara lagi,namun keduanya sudah dipanggil oleh kedua orang tua mereka.
"Liona!Zia!Ayo Cepat Nak"panggil sang papa kepada mereka dari dekat pintu mobil.
"Iya Pa,Sebentar!"saut Zia dan Liona hampir bersamaan.
Keduanya langsung segera berjalan cepat menuju mobil,mereka akan berada satu mobil dengan kedua orang tua mereka.Sedangkan ketiga kakak mereka yaitu Arga,Gia,dan Lyn akan menggunakan mobil yang satunya lagi.
Tidak ada satupun mereka yang akan menyetir,karena akan ada dua supir yang akan bertugas menyetir kedua mobil itu nantinya.
"Ayo pasang sabuk pengaman kalian dulu,keselamatan yang paling penting"ujar tuan Renal kepada dua putrinya,Zia dan Liona.
"Pak Danu,ayo jalan pak"suruh tuan Renal kepada supirnya.
"Baik tuan"saut Pak Danu dari depan.
Pak Danu memang duduk sendirian didepan dibarisan kursi pengemudi, dibarisan kedua ada tuan Renal dan nyonya Sela,dan dibarisan ketiga ada dua putri termuda Antara yaitu Liona serta Zia.
Mobil mulai berjalan dan keluar dari gerbang kawasan kediaman Antara,Zia langsung memasang AirPods dikedua telinganya dan memutar musik dengan volume kencang melalui sambungan bluetooth diponselnya.Gadis itu menyandarkan punggungnya kebelakang kemudian memejamkan matanya,entah hendak tidur atau hanya ingin sekedar memejamkan matanya saja.
"Zia!,eh udah tidur aja"ujar Liona melihat kesebelahnya.Gadis itu yang awalnya exaitide untuk memanggil Zia hendak menunjukkan sesuatu yang menarik yang ia lihat tadi dipinggir jalan,langsung memelankan suaranya melihat Zia yang memejamkan matanya.
Liona menelisik wajah sang adik yang sedang tidur dengan seksama,jarang sekali dirinya bisa memperhatikan wajah polos Zia seleluasa ini.
Liona sadar kalau saudarinya ini dari segi wajah terlihat paling mirip dengan pape mereka setelah Lyn kakak ketiganya,dibanding dirinya dan kedua kakak kembarnya yang cendrung lebih mirip sang mama dari segi wajah mereka.
Hanya saja dari segi rambut,bentuk kelopak mata,dan warna bola mata tidak mewarisi dari papa mereka. Mungkin ah tidak tapi pasti Zia mewarisi hal itu dari mama kandungnya,yang tak lain adalah ibu tirinya.
*Pasti mami Celine itu perempuan yang cantik*batin Liona.
"Adikmu tertidur,sayang?"suara sang mama dari arah depan terdengar, membuat Liona segera mengubah arah pandangnya kedepan.
"Iya ma,Zia kayaknya tidur.Mungkin dia bergadang tadi malam"saut Liona.
"Kayaknya adik kamu itu kelelahan, mama perhatikan akhir akhir ini Zia terlihat sibuk sekali dengan kerjaannya"ujar sang mama.
"Biarkan saja Zia istirahat,supaya saat sampai nanti adikmu bisa punya tenaga untuk menikmati liburannya nanti"sang papa ikut bicara.
"Baik pa"jawab Liona.