
"Taksi!"Zia memanggil taksi yang melaju menuju kearah tuajuannya,tak lama taksi yang dipanggil gadis itupun berhenti tepat dihadapan Zia.
Zia masuk kedalam taksi dan duduk dikursi penumpang.
"Tujuan keperpustakaan kota pak"ujar Zia mengatakan kemana tempat tujuannya kepada sopir taksi.
"Siap mbak"ucap sopir taksi itu.
Mobil taksi itu mulai berjalan kembali dijalan raya,dengan tempat tujuan yaitu perpustakaan kota sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Zia tadi.Zia termenung sambil memandangi sudut sudut jalan,dimana ada banyak terlihat tenda tenpa penjual makanan kaki lima.
Tak terasa taksi yang ia tumpangi itu telah membawanya sampai ketujuannya
"Mbak,kita sudah sampai"ujar supir taksi itu memberitahunya.
"Oh benarkah?ini ongkosny,ambil saja kembaliannya pak"ujar Zia langsung menyerahkan dua lembar uang berwarna merah kepada sopir taksi itu.
"Terima kasih mbak"ucap sisupir taksi.
"Sama sama"saut Zia,kemudian gadis itu langsung bergerak keluar dari dalam taksi.
Disinilah Zia sekarang,berdiri tepat didepan gedung perpustakaan umum kota.Menurut informasi yang gadis itu dapat dari internet,perpustakaan ini adalah yang terbesar dikota itu.
Tanpa basa basi lagi Zia langsung melangkahkan kakinya kedalam gedung itu,saat masuk kedalam kawasan dalam gedung perpustakaan itu ia langsung bisa merasakan disambut oleh ratusan atau mungkin ribuan buku dalam perpustakaan itu.Zia tak langsung masuk kedalam mencari buku untuk dia baca,melainkan berjalan ke meja tempat dimana petugas perpustakaan berada.
"Permisi mbak"ucap Zia kepada petugas perpustakaan yang kebetulan adalah seorang perempuan,yang perkiraan umurnya tak jauh berbeda dengan usia dua kakak tertuanya.
"Iya dek,ada yang bisa saya bantu"saut petugas perpustakaan itu ramah.
"Saya mau tanya mbak,buku diperpustakaan ini bisa dipinjam untuk dibawa pulangkan?"tanya Zia.
"Bisa dek,nanti jika adek meminjam buku maka akan ditetapkan jadwal pengembaliannya.Jika terlambat maka akan terkena denda dan jika bukunya hilang atau rusak,maka adek wajib memberikan ganti rugi yang sesuai"jelas penjaga perpustakaan itu dengan sederhana.
Zia mengangguk anggukkan kepalanya petanda ia mengerti dengan penjelasan mbak mbak itu.
"Syarat peminjaman?"ujar Zia kembali mengajukan pertanyaan.
"Syarat peminjamannya cukup mudah,adek hanya perlu mendaftar untuk mendapatkan kartu resmi anggota perpustakaan dan silahkan tunjukkan kartu identitas seperti ktp atau bagi yang belum punya bisa menggunakan kartu pelajar"jelas mbak petugas perpustakaan itu.
"Kalau begitu saya mau bikin kartu anggota dong mbak,saya mau pinjam buku soalnya"ujar Zia.
"Baiklah,tapi sebelum itu silahkan adek mencari buku apa yang mau dipinjam terlebih dahulu.Nanti jika sudah baru temui saya kembali,untuk membuat kartu peserta sekaligus mendata buku yang akan dipinjam" suruh petugas perpustakaan itu.
"Ooh oke,Thank you for the information and explanation of Ms."
ucap Zia sambil tersenyum.
"Sama sama dek,silahkan dan mohon taati peraturan selama didalam perpustakaan ya"ujar petugas perpustakaan itu.
"Baik"ujar Zia,setelah itu ia mulai bergerak menelusuri area perpustakaan itu.
Zia menghabiskan waktu lebih dari setengah jam untuk mencari buku yang menurutnya menarik untuk dibaca, ditangan gadis itu sudah terkumpul tiga buku dengan ketebalan sedang.
Ketiga buku itu terdiri dari dua buku novel dan saru buku non-fiksi bertemakan keluarga,entah kenapa saat tak sengaja melihat tulisan judul pada cover buku itu yang tertulis kata Family dalam judulnya membuat Zia langsung tertarik untuk membacanya.Zia rasa sudah cukup tiga buku itu yang akan dia pinjam hari ini,lagi pula ia tak terlalu banyak memiliki waktu luang setiap harinya hanya untuk digunakan membaca buku buku itu.
Gadis itu membawa ketiga buku ditangannya itu menuju ke meja petugas perpustakaan yang tadi,Zia perlu antri terlebih dahulu karena ada beberapa orang didepannya yang sepertinya hendak meminjam buku juga.Sepuluh menit sudah berlalu dan akhirnya sampai pada giliran Zia,ia langsung meletakkan ketiga buku yang ia pilih tadi keatas meja petugas.
"Adek yang tadi ya?sudah memilih buku yang akan dipinjam?"tanya mbak mbak petugas perpustakaan tadi yang sepertinya masih mengingat wajah Zia.
"Iya mbak,ketiga buku ini yang akan saya pinjam"ujar Zia sambil menunjuk setumpuk kecil buku yang ia bawa.
"Silahkan"ucap Zia.
Petugas perpustakaan itu terlihat mulai mengutak atik komputer yang ada didepannya
"Kayaknya adek keturunan luar ya,soalnya saya lihat ada bule bulenya gitu?"tanya petugas perpustakaan itu.
"Ya begitulah mbak,salah satu kakek saya emang keturunan luar"jawab Zia.
"Wah betul ternyata penglihatan saya,adek udah lama tinggal dikota ini"tanya mbak mbak itu lagi, sepertinya petugas perpustakaan itu memang sengaja ingin mengobrol dan tentunya Zia dengan senang hati meladeninya.
"Belum lama sih mbak,hampir tiga bulanan lah kalau gak salah"jawab Zia.
"Sebelumnya tinggal dimana emang?"tanya petugas perpustakaan itu lagi.
"AS"jawab Zia.
"Boleh minta kartu identitasnya dek?"pinta petugas perpustakaan itu.
"Ini kartu pelajar saya mbak"ujar Zia langsung segera menyerahkan kartu pelajar miliknya ke mbak mbak itu,untung kartu itu selalu ia simpan didompetnya.
Mbak mbak petugas perpustakaan itu menerima kartu pelajar pengunjung itu dengan senang hati
"Zia Antara EH.."petugas itu langsung terlihat kaget setelah membaca nama pengunjungnya itu, perempuan itu langsung menoleh melihat wajah pengunjungnya itu yang tampak heran melihatnya.
"Kenapa mbak,ada yang salah dengan kartu pelajar saya?"tanya Zia.
"Em bukan,bener kok dek"jawab petugas itu.
"Bagus deh,saya kirain ada yang salah"ujar Zia.
"Em dek,nama bapak adek siapa?"tanya mbak mbak itu hati hati.
"Renal"jawab Zia.
"Tuan Renal Antara?"tanya mbak mbak itu,Zia langsung menganggukkan kepalanya mengiyakan.
Petugas perpustakaan itu langsung menelan ludah dengan susah payah saat tau,gadis yang sejak tadi ia ajak berbicara santai itu adalah putri dari pengusaha ternama dan berpengaruh dinegaranya.
Entah kenapa tapi pertugas perpustakaan itu terlihat sedikit gugup dan terlihat lebih cepat bergerak menyelesikan kartu anggota perpustakaan untuk Zia.
"Waktu peminjaman untuk berapa lama nona?"tanya mbak mbak itu langsung mengubah panggilannya.
"Untuk dua minggu mbak,tapi mbak kok tiba tiba panggil saya nona sih. Saya lebih nyaman sama panggilan mbak yang tadi soalnya"ujar Zia.
"Baik nona eh dek,ini kartu keanggotaannya dan ini bukunya serta kartu pelajarnya.Silahkan datang kembali"ucap mbak mbak itu.
"Terima kasih mbak"ucap Zia menerima kartu keanggotaan perpustakaan, mengambil buku yang ia pinjam,dan kartu pelajarnya kembali.
Sebelum beranjak pergi dari sana,Zia sempat berkata
"Mbak soal yang tadi,jangan kasih tau siapa siapa ya"pesan gadis itu kepada mbak mbak penjaga perpustakaan itu,setelah mengatakan hal itu Zia langsung pergi dari sana.
Satu hal yang perlu diketahui adalah bahwasanya identitas Zia sebagai putri bungsu keluarga Antara itu masih terbilang cukup disembunyikan atau diprivasi kepublik,siapa yang meminta hal itu?tentu saja Zia sendiri.Sejauh ini hanya murid murid Hantara saja dan beberapa orang dari kantornya saja yang mengetahui identitasnya sebagai putri keluarga pengusaha berpengaruh itu,tentu saja mereka semua sudah diberi peringatan untuk tidak membocorkannya.
Banyak orang dan hampir semua yang bergelut dalam bidang bisnis perusahaan tau kalau keluarga Antara masih memiliki satu anggota keluarga termuda yang disembunyikan identitasnya kepublik khususnya media,namun selama ini tidak banyak kabar yang beredar tentang Zia karena yang diketahui publik adalah kalau Zia tidak tinggal dan dibesarkan dinegara ini.