
Setelah selesai semuanya Zia meninggalkan kamarnya untuk langsung menuju keruang keluarga seperti yang mami Sela katakan padanya tadi,kakinya melangkah menuruni tangga mansion perlahan.Sebenarnya di mansion keluarganya itu ada Lift tapi Zia lebih memilih menggunakan tangga saja karena tidak terlalu jauh.
Dari atas tangga ia bisa melihat betapa hangatnya keluarganya berbincang bincang dan bercanda kecil satu sama lain,nyut..suatu perasaan aneh lagi lagi ia rasakan.
Jujur saja ia merasa sangat iri melihat keluarganya terlihat begitu bahagia,bukan iri karena dengki tapi ia iri karena belum tentu ia bisa benar benar masuk dan menjadi bagian dari keluarga harmonis didepannya saat ini.
Huf..Zia menghela nafasnya pelan dan segera menormalkan ekspresi serta perasaannya kemudian melanjutkan langkahnya menuju ke area ruang keluarga menghampiri orang tua dan juga saudara saudarinya yang lain.
"Selamat malam semuanya"sapa nya sambil tersenyum manis kepada keluarganya.
"Malam sayang"balas kedua orang tuannya.
"Malam dek/Zia"saut Arga dan Liona pada adik mereka itu.
Sedangkan Gia dan Lyn hanya diam saja tak membalas sapaan dari Zia,Gia yang memandang tidak suka dan sinis akan kehadiran Zia sedangkan Lyn yang hanya memasang ekspresi datar dan dingin seperti biasa.
"Ayo dek duduk sini"suruh Arga menepuk tempat kosong di sofa,
menyuruh Zia duduk disampingnya.
"Baiklah"ujar Zia langsung duduk di samping Arga,saat ini posisi duduk Arga persis berada ditengah tengah antara Gia kembarannya dan juga Zia adik bungsunya.
"Bagaimana hari pertamamu disekolah Zia?"tanya Renal sang papa.
"Cukup baik dan sekolahan disini juga gak terlalu buruk seperti yang kupikirkan"jawab Zia.
"Tentu saja mana ada sekolah keluarga Antara yang buruk"saut Gia dengan sinis kepada Zia.
"Gia"tegur Arga pelan.
"Bagus kalau begitu kamu tidak menemukan masalah dihari pertama sekolah,karena itu sangat penting untuk performa kamu disekolah dihari hari selanjutnya"ujar Renal pada putrinya.
"Tapi pa,Zia bohong tau bilang gak punya masalah tadi pas pertama kali masuk sekolah"ucap Liona dengan nada sedikit dibuat buat,senyum jahil di bibirnya juga mulai terukir.
"Masalah apa Zia?,bilang sama mami biar mami bantuin atau perlu bilang ke kepala sekolah"tanya Sela khawatir mendengar perkataan Liona putri ketiganya.
"Eh mana ada Mi"ujar Zia pada maminya sedikit bingung,ia tidak tau masalah apa yang dimaksud saudarinya.Apalagi saat ini sang mami menatap dirinya dengan serius.
"Hahaha..tenang ma,gak perlu bilang ke kepala sekolah kok"ujar Liona pada mamanya sambil tertawa.
"Zia emang masalah tadi tapi bukan masalah besar sih tapi,Zia tadi gak bisa pakai dasi sekolahnya tadi"
Jawab Liona pada keluarganya.
"Hah!abang kira apa,tapi seriusan Zia kamu gak bisa pakai dasi doang?"tanya Arga pada Zia.
Zia memandang datar Liona,ternyata kakak keempatnya ini punya hobi untuk membocorkan aibnya.Oke mulai sekarang ia harus hati hati,setelah itu ia menoleh pada Arga karena abangnya itu bertanya padanya.
"Hm,aku memang gak bisa pakai dasi sekolah"jawab Zia pelan,sedikit menahan malu.
"Trus tadi siapa yang masang dasi kamu?kenapa gak bilang mami aja,kan bisa mami yang masangin?"tanya Sela beruntun.
"Tenang aja ma,tadi Liona yang bantu pasangin kok"ujar Liona pada mamanya.
"Bagus kalau gitu"ucap Sela.
"Kamu ini ada ada aja dek masang dasi doang gak bisa,trus dulu di Amerika kalau seandainya kamu harus pakai dasi siapa yang pasangin?"tanya Arga.
"Di Amerika kan sekolahnya gak pakai seragam,lagian aku itu cewek bang jadi jarang perlu pakai dasi.Kalau-
pun harus kan ada dasi yang bisa langsung pakai atau enggak ada kak Anna yang pekein"jawab Zia pada Arga.
"Sudah kita tinggalkan soal itu,Zia papa dengar dari mami mu tadi kamu ke pergi ke perusahaan?tanya Renal
"Iya pa,tadi Zia emang pergi ke perusahaan buat liat liat sekaligus mau ketemu sama orang kepercayaan Zia yang ngurus perusahaan disini"jawab Zia.
"Gimana kondisinya?"tanya Renal.
"Kondisi perusahan stabil dan gak ada masalah yang berarti sejak beberapa bulan terakhir,malah dari data laporan yang Zia terima malah ada kenaikan performa perusahaan"jelas Zia.
"Kamu ada rencananya mau ikut terlibat ngurus perusahaan langsung,soalnya papa juga lihat tadi kamu pulang bawa beberapa berkas perusahaan?"tanya Renal lagi.
"Rencana iya pa,tapi gak full bantuin sih soalnya Zia juga masih sekolah.Zia cuma bantuin ngerjain berkas berkas yang bisa dikerjain di rumah sama mengawasi kerja perusahaan aja"jawab Zia
"Baiklah papa mengerti,tapi kamu harus ingat kalau kamu itu masih seorang pelajar.Jadi jangan terlalu fokus pada urusan perusahaan tetap utamakan sekolah kamu,kamu juga harus jaga kesehatan dan tetap beri ruang untuk kamu menikmati masa remaja mu"pesan Renal pada Zia putrinya.