One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 198



~Ruang keluarga~


"Yang itu jangan dibongkar lagi Lio,udah dirapiin"Gia.


"Iya kak,ini gak aku berantakin kok cuma mau liat liat fotonya aja"Liona


"Udah gak papa Gia,biarin adek kamu"


Nyonya hantara.


Ketiga perempuan itu kini tengah sibuk merapikan dan melihat lihat album foto lama mereka,sebenarnya bukan hanya ketiganya saja yang ada disana tapi ada Lyn si gadis es juga.Namun anak ketiga dalam keluarga itu hanya numpang duduk disofa sambil memangku laptopnya saja,sepertinya sedang mengerjakan tugas kuliah tanpa ada niatan untuk bergabung dengan mama dan kedua saudarinya yang lain.


"Kak Lyn dari kemarin aku perhatiin kalau dirumah pasti megang laptop mulu,tugas anak kuliah sebanyak itu kah?"tanya Liona kepada kak Lyn.


"Hm"saut kak Lyn hanya berdehem saja tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop dipangkuannya.


Liona langsung cemberut setelah mendapat respon yang tak sesuai ekspektasinya,kak Gia yang melihat itu langsung mengusap rambut adiknya itu.


"Jangan cemberut seperti itu,maklumi saja anak kedokteran itu memang budaknya tugas sama praktek kalau diperkuliahan"ujar kak Gia kepada Liona.


"Jadi makin gak punya keinginan aku masuk fakultas kedokteran kalau gitu"ujar Liona mendengar perkataan kakak perempuan pertamanya itu.


"Emang gak usah,mending kamu kuliah jurusan manajemen atau bisnis aja.


Biar bantuin kakak sama kak Arga nanti ngurusin bisnisnya papa"ujar kak Gia mulai membujuk Liona sekarang.


"Nanti deh Lio pikir pikir lagi deh kak"ujar Liona.


"Bener,mending kamu pikir pikir dulu sayang.Gak kuliah jurusan antara ketiga itu juga gak apa apa,ambil sesuai minat kamu aja"ujar sang mama ikut bicara.


"Oke ma"ucap Liona.


"Ini juga sama aja,sibuk mulu sama kerjaannya"gumam Liona melihat kedatangan adiknya,siapa pagi kalau bukan nona muda Zia.


Gadis yang dimaksud tak sadar sudah menjadi pusat perhatian mami dan kedua saudarinya,ia terus melangkah dan mengambil posisi duduk disofa tepat disebelah Lyn kakaknya.Ia meletakkan ponsel pintarnya diatas meja didepan lalu menaikkan dan melipat kedua kakinya keatas sofa juga,matanya masih fokus pada apa yang berada dalam layar laptopnya.


"Dek,lo lagi ngerjain apaan sih fokus banget?"tanya Liona kepada Zia,namun gadis yang ditanya tak menjawab karena mungkin tak mendengar.


Liona yang penasaran langsung bangkit dari posisinya yang duduk dibawah kedekat Zia,lalu memiringkan kepalanya mencoba mengintip isi laptop yang membuat sang adik sangat fokus.Sela menggelengkan hanya kepalanya melihat kekepoan putrinya yang satu itu.


Tanpa mengubah arah pandangannya,Zia mendorong perlahan kening Liona menggunakan dua jarinya supaya tak masuk frame kamera pada laptop.Meski begitu Liona tak kapok,berulang kali gadis itu melakukan upaya yang sama namun berulang kali pula Zia mencegahnya dengan cara yang sama pula.Sampai akhirnya Zia mulai merasa jengah,gadis muda itu kini menahan gerakan Liona dengan satu tangan penuh kemudian menatap tajam dengan aura intimidasi saudarinya itu.


"Aku sedang rapat,bisa tidak mengganggu.AC dikamarku mati"ujar Zia tanpa sadar berbicara dengan dingin dan datar.


Liona langsung ciut seketika lalu memundurkan badannya dan duduk disebelah Zia,gadis itu langsung memasang wajah cemberut dan masam dengan kedua tangan dilipat didepan.


"Kakak-kan cuma penasaran saja, kenapa harus bicara dan menatap dengan seperti itu"dumel Liona,dan Zia tahu kalau kakaknya itu tengah mendumel terlihat dari gerakan bibir yang seperti orang mengoceh.


Zia merogoh saku sweter yang dia gunakan dan mengeluarkan sebuah permen tangkai dari dalam sana,dengan tatapan yang masih fokus pada layar laptopnya ia membuka plstik pembungkus permen itu.


"Buka mulut"suruhnya pada Liona,dan saudarinya itu seperti anak kecil langsung menurut saja membuka mulut.


Hap...Zia memasukkan permen itu kedalam mulut saudarinya itu,mulut Liona langsung refleks menyicipi rasa manis dari permen perasa buah itu.


"Jangan cemberut,jika ingin melihat jangan sampai masuk frame kamera.Aku lagi meating,sebentar lagi selesai" ujar Zia kali ini berbicara dengan nada lembut.


Liona mengangguk dengan mulut yang sibuk mengemut permen rasa buah strowbery yang diberikan sang adik, gadis itu sedikit memiringkan kepalanya mengintip apa yang ditampilkan pada monitor laptop Zia dn tentunya dengan memastikan ia tidak akan tersorot kamera yang terletak ditengah.Zia sendiri menyerahkan sebelah AirPods yang tadi terpasang ditelinganya supaya Liona bisa mendengar apa yang tengah dibicarakan oleh para karyawan yang menjadi peserta meating online yang tengah ia ikuti itu,Ya meskipun Zia sendiri tak terlalu yakin kalau Liona bisa paham.


Sela mengukir senyum tulus melihat interaksi kedua putrinya itu, terutama saat melihat sifat sibungsu yang mungkin dirinya yakin pasti sedikit kerepotan menghadapi sifat Liona namun tetap mau meladeni sang kakak.


*Sifat perhatian kepeduliannya sangat mirip denganmu*batin Wanita paruh baya itu menatap lembut wajah gadis muda yang sangat serius dan fokus menatap laptop dipangkuan.