
Tuan Renal berjalan memasuki lobi sebuah perusahaan,beliau berjalan dengan penuh wibawa menuju ke meja resepsionis.Kehadiran laki laki yang merupakan salah satu pengusaha ternama itu diperusahaan tempat mereka bekerja tentu menarik perhatian para karyawan yang kebetulan ada diarea lobi perusahaan itu,banyak diantara mereka yang bertanya tanya apakah tujuan tuan Renal datang kesana.
Resepsionis yang berada disana langsung berdiri menyambut saat melihat dan mengenali siapa yang datang,yaitu pengusaha besar tuan Renal Antara dari ANTARA GROUB.
"Selamat siang tuan Antara,ada yang bisa saya bantu?"Resepsionis.
"Saya ingin bertemu dengan pimpinan kalian,tuan Dirga.Dimana dia sekarang sekarang?"Tuan Renal langsung menyampaikan maksud kedatangannya kesana.
"Kebetulan tuan Dirga berada diruangan beliau sekarang,apakah tuan sudah membuat janji?jika tidak maka saya akan menghubungi tuan Dirga terlebih dahulu"ujar resepsionis.
"Saya belum membuat janji.Hubungi bos mu,katakan saya ada disini sekarang dan ingin menemuinya.Beliau pasti mengerti"ujar tuan Renal.
"Baik tuan,mohon tunggu sebentar"
Ucap resepsionis,kemudian resepsionis itu langsung menghubungi atasannya.
Diruangannya sendiri,tuan Dirga terlihat tengah sibuk pada pekerjaannya yang banyak.Ditengah kesibukannya itu tiba tiba telepon kantornya berbunyi,tuan Dirga langsung menjeda pekerjaannya dan menekan salah satu tombol telepon untuk mengangkat panggilan itu.
"Ya ada apa?"
"Selamat siang tuan Dirga,ini saya dari meja resepsionis lobi.Dibawah ada tamu yang ingin bertemu langsung dengan tuan,namun tamu tersebut tidak memiliki janji pertemuan dengan anda"
"Siapa?"
"Tamu anda adalah pemilik sekaligus pimpinan ANTARA GROUB,tuan Renal Antara"
Kening tuan Dirga nampak bertambah mengkerut sejenak,hanya sejenak karena seperkian detik kemudian sebuah senyuman miring tercipta.
*Ada nyali juga laki laki pengecut itu datang menemuiku diperusaahku pula*batin tuan Dirga.
"Tuan"
"Ah ya,katakan kepada salah satu rekanmu untuk mengantar tamu kehormatan kita ini langsung keruangan saya.Katakan juga kepada tamu penting kita,kalau saya tuan Dirga menunggunya"
"Kalau begitu saya izin mengakhiri pembicaraan"
"Ya silahkan"Tut..
Meja resepsionis__
Resepsionis meletakkan gagang telepon ketempatnya kemudian langsung menghadap tuan Renal kembali.
"Bagaimana?"tanya tuan Renal.
"Tuan Dirga setuju untuk bertemu diruangannya,tuan"ujar resepsionis.
"Rekan saya yang akan mengantar anda langsung kesana"lanjut resepsionis itu.
Tak berselang lama,rekan yang dimaksud resepsionis itu datang kesana dan langsung meminta tuan Renal untuk mengikutinya menuju keruangan dimana tuan Dirga berada.
Ruangan tuan Dirga___
Tuan Dirga menunggu kedatangan tamu penting diperusahaannya untuk sampai diruangan miliknya dengan senyuman yang jika orang lain melihatnya mungkin akan merasa sedikit ngeri dan merinding.
Laki laki berperawakan tajam serta agak dingin itu membuka laci meja kerjanya lalu menjulurkan salah satu tangannya meraih lembaran sebuah foto yang nampak agak usang dari dalam sana.Didalam foto itu terlihat sepasang laki laki dan wanita yang tengah menggunakan pakaian toga kelulusan sebuah universitas sambil memegang karangan bunga ditangan masing masing,kedua insan itu nampak tersenyum menghadap kamera yang akan mengambil foto mereka.
Senyuman menyeringai yang tadinya terukir dibibir laki laki itu dalam seketika langsung berubah menjadi sebuah senyuman lembut dan hangat,foto yang dirinya pegang ini adalah foto kelulusan dirinya waktu kuliah bersama sesosok wanita cantik yang menjadi sahabat karib sekaligus sosok yang pernah berada ditahta tertinggi dihatinya dahulu sebelum akhirnya ia bertemu dan jatuh cinta kepada istrinya yang sekarang.
Sosok wanita itu adalah Celine Fransisca,mama kandungnya Zi.
"Aku memang sudah berjanji padamu untuk tidak menghajar dan membeberkan kebajingan sifat laki laki pengecut yang menjadi suamimu itu Celine kepada putri kecil kalian,tentu akan memenuhi setiap janji yang kuucapkan padamu"
"Tapi kamu tak pernah memintaku untuk tidak mengusik ketenangan laki laki pengecut itu bukan?jadi dari atas sana izinkan aku melakukannya, ini supaya putri kecil kesayanganmu mendapatkan keadilan yang tak pernah dia dapatkan dari bajingan itu"