One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 203



~Ruangan dapur kotor Villa~


"Udah bangun sayang?biar papa tebak,pasti dibangunin paksa ya sama kakak kamu?"tanya Renal melihat kedatangan sang putri bungsu dengan wajah ngantuk dan pasrah,lengan yang ditarik tarik oleh sang kakak keempat.Zia tak menjawab dengan ucapan melainkan hanya mengangguk mengiyakan serta membenarkan pertanyaan sang papa.


"Kalau gak dipaksa gak bakal bangun adek mah,trus nebak apaan?orang papa yang tadi nyuruh Lio buat bangunin Zia"ujar Liona datang belakangan, gadis itu duduk disamping Zia. Sehingga Zia berada ditengah tengah antara papa dan kakak keempatnya, ketiganya hanya duduk memperhatikan anggota keluarga mereka yang lain yang tengah sibuk.


"Nih hp lo dek,tadi sempat bunyi pas lo keluar dari kamar tadi"ucap Liona menyerahkan ponsel Zia kepada pemiliknya.


Zia menerima hp miliknya itu dan langsung memeriksanya


"Pesan dari doi lo itu,gue sempat liat namanya tadi"bisik Liona pelan ditelinganya.


Zia hanya melirik dengan sudut matanya saja sekilas kemudian memfokuskan diri pada isi pesan yang dikirim oleh Raka padanya.


Raka:


Bunga lily putih,bagaimana?



^^^Zia:^^^


^^^Bagus dan indah,terima kasih sudah mewakiliku minggu ini.^^^


^^^Dimana kamu sekarang?sudah pulang?^^^


^^^Maaf tak bisa menemanimu dihari minggu ini.^^^


(Ditempat lain,Raka membaca jawaban dari pesan yang dikirim kemudian mengangguk angguk tipis setelah memikirkan sesuatu.Kemudian jari jarinya mulai mengetikkan balasan pesan dari gadis yang sekarang menjadi pacar settingannya untuk sementara waktu itu)


Raka:


Sama sama,apapun untukmu pasti kulakukan.


^^^Zia:^^^


^^^Ketikan yang manis,tapi aku cukup senang membacanya.^^^


(*Buset,kayaknya adik gue sama pacarnya tipe tipe bucin elegan deh*batin Liona yang mengintip ruang chat Zia-Raka*)


Raka:


Aku juga bahagia kalau kamu merasa senang,btw bagaimana liburannya ada hal yang menarik?


^^^Zia:^^^


^^^Sejauh ini tidak terlalu,mungkin karena aku hanya bekerja dan tidur seharian dikamar villa.^^^


Raka:


Liburan masih membawa pekerjaan dan hanya tidur seharian dikamar?ah sepertinya aku yang harus membawamu liburan😉


^^^Zia:^^^


^^^Kenapa begitu?^^^


Raka:


Aku tidak akan membiarkanmu membawa satupun barang yg berhubungan dg pekerjaanmu,dan akan membawamu berkeliling seharian sambil terus menggandeng tanganmu.


(*Sayang maafkan aku telah berkata manis pd gadis lain,ini hanya bohongan oke*batin Raka.


*Cks,sungguh menggelikan membacanya*


batin Zia)


^^^Zia:^^^


^^^Benarkah,baiklah akan ku ingat ini.^^^


^^^Jk suatu saat nanti kamu mengajakku liburan kesuatu tmpt maka akan kupastikan berfikir berulang kali.^^^


Raka:


^^^Zia:^^^


^^^Coba saja,dan untuk saat ini nikmati hari minggumu sbg jomblo😏🤭.^^^


^^^Aku ingin liburan dulu,sekalian cuci mata,siapa tahu ada bule kece dipantai😝😎.^^^


Raka:


Yah kok gitu sih


Aku marah nih😡


Ngambek☹️😞


Yang kamu gak seriuskan?😰😨


Sayang...😭😭😭😭


Zia:


Hahaha...


Aku bercanda kok


Raka:


Serius???🥺🥺🥺


^^^Zia:^^^


^^^Yap😘^^^


Raka:


Zia cuma buat Raka oke?!🥺


^^^Zia:^^^


^^^❤️💯^^^


Raka:


Me to ❤️💯


Oke,nikmati liburanmu sayang.


sampai jumpa selasa ini.


Zia:


Too sayang.


Liona jadi senyum-senyum sendiri saat membaca chattingan-nya Zia dengan Raka,bahkan papa mereka sampai menotis hal itu.


"Lio kenapa kamu senyum senyum begitu,ada yang lucu?"tanya Renal sang papa.


"Gak kenapa napa kok pa,cuma Lio tiba tiba inget sama novel yang Lio baca akhir akhir ini.Ceritanya ada yang lucu jadi gitu"jawab Liona yang tentunya itu hanya alibi saja,untung sang papa langsung percaya.


"Begitu rupanya,papa kira kamu kenapa cengar cengir sendiri takutnya kesambetkan gawat"ujar sang papa.


"Mana ada Lio kesambet"bantah Liona langsung.


"Makanya jangan ngayal sambil senyum senyum sendiri disini,kan dikira orang kesambet lo"bisik Zia kepada Liona.


"Cks,gue gitu juga karena baca chattingan lo sama doi lo"balas Liona tentunya dengan berbisik supaya tidak ada yang mendengar selain mereka.


"Siapa suruh liatin chattingan orang pacaran, makanya cari pacar"bisik Zia pelan meledek Liona saudarinya.


~Hai Author back,gak tenang hati author kalau gak updet~