
Satu keluarga kecil yang terdiri dari seorang ayah,mama,dan anak saat ini tengah berada didalam sebuah mobil.Sang ayah yang duduk didepan bersama seorang supir yang tengah mengendarai mobil itu,sedangkan sang mama dan anak berada dikursi belakang duduk disana berdua. Keluarga kecil itu adalah keluarganya Neta.
"Neta sayang"panggil sang ayah dari depan.
"Ya pa"saut Neta.
"Tentang sahabat baru kamu itu,siapa namanya?"tanya ayahnya Neta.
"Namanya Zia,yah"jawab Neta.
"Sahabat kamu itu dari keluarga mana?"tanya ayahnya Neta.
"Kenapa ayah nanya Zia dari keluarga mana?"bukannya menjawab pertanyaan sang ayah,Neta malah bertanya balik.
"Ayah hanya ingin tahu saja,latar belakang sahabat putri ayah"jawab ayahnya Neta.
"Soal itu,Neta gak bisa kasi tau yah.Soalnya Zia sedikit privat soal keluarganya,tapi ayah tenang aja soalnya Zia itu jelas dari keluarga baik baik kok"jelas Neta kepada sang ayah.
"Baguslah kalau begitu,ayah tak masalah kamu berteman dengan siapa saja baik itu kaya atau sederhana. Tapi yang lebih penting adalah latar kehidupannya baik atau tidak,karena itu bisa memperngaruhi kamu"ujar sang Ayah.
"Benar kata ayah kamu,cari teman atau sahabat yang bisa memberikan dampak positif terhadap diri kamu. Dan soal sahabat kamu yang namanya Zia itu,mama setuju kamu sahabatan sama dia.Kayaknya anak itu sangat memberi dampak untuk kamu"mamanya Neta ikut berbicara.
"Tentu saja Neta tau itu ma Yah,lagi pula Zia itu anak yang baik kok"ujar Neta.
"Baguslah kalau begitu"ucap sang ayah.
"Ngomong ngomong,dari kemarin ayah sama mama penasaran soal mobil kamu yang digarasi.Itu kamu kapan nambah mobil baru,seingat papa kamu gak pernah bilang?"tanya sang papa kepada Neta.
"Nah,sama mama juga kamu gak pernah bilang mau beli mobil baru"sambung sang mama.
"Ooh,mobil yang itu bukan Neta yang beli pah tapi dibellin sama Zia" jawab Neta.
"Hah,dibeliin sama sahabat kamu itu? Yang benar aja.Lagi pula dalam rangka apa dia sampai beliin kamu mobil kayak gitu,itu mobil bukan mobil murah loh?"tanya ayahnya Neta kaget mendengar jawaban putrinya, mamanya Neta juga ikut kaget.
"Emang Zia yang beliin kok,gak dalam rangka apa sih dia.Karna gabut aja"jawab Neta.
"Masa karena gabut aja sih sayang?" tanya mamanya Neta.
"Sahabatnya Neta yang satu itu emang rada ngeri ma kalau lagi gabut, maklum bocah sultan.Bukan cuma Neta aja kok tapi salah satu temen sekelas aku juga dibeliin motor sport dihari yang sama kayak mobilnya Neta,padahal itu cuma karena dia seneng dapat pujian sederhana.Zia juga sering banget kasih traktiran ke anak satu kelas buat makan dikantin sekolah sepuasnya"ujar Neta bercerita kepada kedua orang tuanya.
"Ayah jadi yakin kalau sahabat kamu itu pasti bukan dari keluarga sembarangan"ujar ayahnya Neta.
"Emang bukan pa"saut Neta.
"Tapi emang orang tua sahabat kamu itu gak marah,anaknya seloyal itu?"tanya mamanya Neta.
"Gak mungkinlah ma"ujar Neta.
"Kenapa gak mungkin?"tanya sang mama.
"Soalnya itu semua emang pake uangnya Zia semua,bukan uang orang tuanya"Jawab Neta.
"Maksud kamu,sahabat kamu kerja? kerja apa sampai punya banyak perusahaan gitu?"tanya papanya Neta.
"Punya perusahaan"jawab Neta
"Apa?!"ujar kedua orang Neta sontak kaget.
"Kamu jangan bohong sama ayah sama mamamu,mana mungkin anak usia 18 tahun udah punya perusahaan"ujar ayahnya Neta padanya.
"Pasti ada,buktinya Zia bisa"ujar Neta.
"A..."
"Tuan,kita sudah sampai"suara supir menghentikan ayah Neta yang hendak bicara.
"Benarkah?kalau begitu ayo kita turun sekarang,ini sudah malam"ujar Ayahnya Neta.
Neta dan mamanya langsung mengiyakan hal itu dan mereka bertigapun keluar dari dalam mobil,sedangkan supir tidak karena harus memarkirkan mobil kedalam garasi terlebih dahulu.
~skip~
Hari baru_ _
Senin pagi yang cerah namun tidak secerah suasana hatinya Liona saat ini,gadis SMA yang sudah lengkap mengenakan seragam sekolahnya itu tampak menekuk wajah suram sejak hadir dimeja makan tadi.
Berbanding terbalik dengan Zia yang malah raut wajahnya terlihat sangat cerah sekali,kedua gadis berseragam SMA itu tampak sangat bertolak belakang saat duduk bersebelahan seperti ini.
Kak Arga yang sejak tadi meperhatikan kedua adik termudanya itupun akhirnya membuka suara
"Lio,wajah kamu kenapa ditekuk gitu?"tanya kak Arga pertama kepada Liona.
Liona menoleh
"Aku lagi tegang kak,soalnya jadwal ujian hari ini matematika sama fisika.Pusing aku tuh mikirinnya, takut gak bisa ngerjain.Mana ini baru hari pertama,belum hari ujian selanjutnya"jawab Liona dengan muka yang masih ditekuk.
"Kalau Zia sendiri,kenapa kakak liat mukanya happy banget?"kali ini kak Arga bertanya kepada Zia.
"Karena hari ini sampai minggu depan ujian kak,aku selalu seneng kalau ujian soalnya bisa cepet pulang.Aku bisa gunain waktu sisanya buat kerja deh"jawab Zia dengan semangat.
Liona sedikit menganga mendengar jawaban adiknya itu,ada gitu orang yang suka ujian kayak Zia?pikirnya.
Sedangkan kak Arga langsung menggelengkan kepalanya mendengar jawaban kedua saudari termudanya itu.
"Lio,kamu jangan terlalu mikirin soal hal itu.Cukup kerjakan ujian kamu dengan rileks dan teliti,pasti hasilnya akan bagus kok"ujar kak Arga kepada Liona,Liona menganggukkan kepalanya mengerti dengan nasehat sederhana kakak tertuanya itu.
"Lalu buat Zia,pulang sekolah nanti gak ada istilah pergi kerja.Nanti siang kita semua akan jemput mama papa dibandara"lanjut kak Arga kali ini ke Zia.
"Lah,emang papa sama mami siang nyampenya,bukannya malam ya kak?"saut Zia.
"Enggak,siang ini"jawab kak Arga.
"Dan soal kerjaan,kamu kurangin dulu selama ujian ini.Banyakin waktu buat belajar?"lanjut kak Arga.
"Iya kak,nanti Zia usahain deh kalau bisa tapi"ujar Zia.
"Harus Zia,bukan kalau bisa"ujar kak Arga.
"Iya iya"saut Zia pasrah.
Liona melihat keseluruhan meja makan,ia baru sadar kalau hanya mereka bertiga yaitu kak Arga, dirinya,dan Zia saj yang ada disana.
Sedangkan kak Gia dan kak Lyn tak terlihat dimeja makan,terutama kak Lyn yang juga tak terlihat saat makan malam kemarin.
"Kak Gia sama kak Lyn kemana,kok gak keliatan kak?"tanya Liona kepada kak Arga.
"Kakak kamu Gia lagi dikamarnya, hari ini dia gak ada kegiatan jadi pasti bangun rada siangan dikit" jawab kak Arga.
"Trus kak Lyn?pas makan malam kemarin juga gak ada"tanya Liona.
"Kakak gak tau pasti,kemarin sore kakak kamu Ly nelpon kakak buat izin nginep diluar.Soalnya lagi sibuk ngerjain tugas katanya"jawab kak Arga.
"Nginep dimana kak?"tanya Liona
"Itu kakak bilang gak tau"ujar kak Arga.
"Nginep rumah di apartementnya kak Callie"ujar Zia,entah gadis itu sadar atau tidak saat mengatakan hal itu.
Tapi jawabannya itu tentu membuat kedua kakaknya sedikit terkejut dan penasaran bagaimana ia mengetahui hal itu.
"Kamu tau dari mana dek,Lyn aja gak kasih tau kakak?"tanya kak Arga.
"Tau apa emang kak?"tanya balik Zia, ia tak sadar dengan apa yang ia katakan tadi karena terlalu fokus sarapan.
"Itu loh yang tadi kamu bilang,kamu tau dari mana kalau kak Lyn nginep diapartemennya kak Callie.Padahal kak Arga aja gak tau?"jelas Liona.
*Aduh pake keceplosan lagi ini mulut*batin Zia setelah mengingatnya.