One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 194



~Kafe~


Didalam sebuah ruangan restoran privat berbintang,terlihat tiga remaja yang SMA yang masih menggunakan atribut sekolah lengkap tengah duduk melingkar dimeja yang berbentuk bundar.Dua diantaranya adalah seorang siswi dan satunya lagi seorang siswa.


"Jadi,ada perlu apa kalian berdua minta gue ketemuan ditempat ini?"tanya satu satunya cowok yang ada disana kepada dua gadis dihadapannya.


Kedua gadis itu terlihat saling bertatapan satu sama lain beberapa detik sebelum akhirnya mereka kembali melihat kearah cowok itu,dan salah satu diantaranya mulai melakukan pembicaraan.


"Sebelumnya sory Rak,kita ambil waktu pulang sekolah lo sebentar" ucap Neta terlebih dahulu.


"Hm"dehem Raka.


"Gue sama Zia ajak lo ketemuan disini,karena kita berdua atau lebih tepatnya Zia pengen minta tolong sesuatu sama lo atas dasar ide gue"lanjut Neta.


"Minta tolong apa?"tanya Raka dengan raut wajah semi datar alias hampir tanpa ekspresi.


"Kita mau minta tolong sama lo,lo mau gak buat jadi pacar bohongannya Zia?"ujar Neta


"Cuma boongan kok dan buat sementara waktu aja"lanjut gadis itu secepat mungkin sebelum Raka mulai bicara.


Raka terlihat langsung memperbaiki posisi duduknya yang tadi bersandar disandaran belakang kursi yang ia tempati dan kemudian duduk lebih tegap,alisnya terangkat sebelah


"Hah?Saya jadi pacar boongan sahabat kamu,gak salah dan buat apa?"tanya Raka.


"Jadi gini__"Neta menjeda sejenak dan melihat kearah Zia,setelah mendapatkan anggukan dari sahabatnya itu barulah gadis itu akhirnya mulai menceritakan alasan kenapa mereka meminta Raka untuk menjadi pacar pura pura bagi Zia.Butuh waktu sekitaran sepuluh menit lebih bagi Neta untuk menjelaskan semuanya secara gamblang dan jelas atas asal usul rencananya ini.


Raka terlihat menganggukkan kepala samar samar mendengar penjelasan salah satu teman seangkatannya ini sampai selesai.


"Saya paham,tapi kenapa harus saya. Kaliankan bisa minta tolong sama yang lain?"tanya Raka setelah mencerna penjelasan dari Neta itu.


"Iya sih kita bisa minta tolong sama murid SMA Hantara yang lain,tapi masalahnya gak ada yang semeyakinkan lo diantara yang lain"jawab Neta.


"Maksudnya semeyakinkan?"tanya Raka lagi.


Hah...Neta menghela nafas pelan karena mulai lelah bicara,gadis itu meminum jus jeruk pesanannya terlebih dahulu untuk membasahi tenggorokannya yang kering sebelum bicara lagi.Sedangkan Zia yang sejak awal memang tak mau terlalu ikut dalam pembicaraan,malah asik mendengarkan sambil makan ice cream buah pesanannya.


"Diantara murid cowok yang lain, menurut gue elo itu salah satu yang bisa nyaingin bahkan ngelebihin siKen.Lo-kan ketua Osis,termasuk daftar jajaran murid populer juga,pinter,dan lumayan baik juga.


Jadi kalau misalnya si Ken beneran nembak Zia dan Zia nolak,jadi masuk akal aja gitu kalau Zia ngaku udah punya pacar dan pacarnya itu elo.


Soalnya kalau murid cowok lain,gak yakin gue tuh kalau di Ken bakal diem aja udah pasti diajak berantem sama dia"jelas Neta.


"Kalau gue menurut kalian,Ken gak bakal ajak berantem gitu?"tanya Raka mulai mengutangi bahasa formalnya dalam bicara.


"Dan?"tanya Raka.


"Dan kita yakin lo gak bakal kebawa perasaan,kalau jadi pacar boongan gue"sambung Zia,yang akhirnya bersuara.


"Nah itu,bener tuh"ucap Neta.


"Apa untungnya sama saya?"tanya Raka kembali kebahasa formalnya.


"Lo boleh minta imbalan apa aja,asal jangan aneh aneh atau kelewatan batas aturan"jawab Zia.


"Apapun?kalau gue minta mobil atau motor keluaran terbaru,lo bakal nurutin gitu?"tanya Raka yang sebenarnya tak serius akan perkataannya itu.


"Boleh aja,lo mau itu.Mobil atau motor atau mungkin keduanya,lo mau kapan itu semua tiba dirumah lo?"tanya Zia yang menyauti dengan serius perkataan Raka barusan,gadis muda itu bahkan sudah bersiap menghubungi sekretarisnya.


"Gak perlu,gue cuma becanda tadi"ujar Raka langsung setelah mendapat respon serius dari Zia,ketos Hantara itu hampir lupa kalau sosok gadis didepannya itu bukan dari kalangan sembarangan.


"Ooh kirain beneran"tanggap Zia.


"Jadi gimana lo maukan Rak,bantuin Zia sama gue?"tanya Neta penuh harap.


"Oke,gue bantu.Lagi pula pasti akan ada masalah kalau kalian berdua milih siswa lain disekolah buat hal ini"jawab Raka kembali ke ekspresi semi datarnya.


"Dan buat imbalannya,nanti gue pikirin"lanjut cowok itu sambil menatap Neta dan Zia bergantian.


"Lah,kirain gak usah pake imbalan" ujar Zia.


"Tentu saja ada imbalan buat saya, kalau enggak buat apa saya repot repot dalam masalah memuakkan kalian ini"saut Raka.


"Bener juga sih,gue aja muak kalau udah berurusan sama masalah asmara kayak gini"gumam Zia setuju akan perkataan si ketos barusan.


"Jadi apa rencananya,lo berdua udah siapinkan?"tanya Raka kepada Zia dan Neta.


"Ta"panggil Zia ke Neta.


"Tenang aja gue udah siapin kok"ujar Neta terlihat sangat yakin.


"Apa?"tanya Raka.


"Ada beberapa tahapan rencana yang harus kita kerjain dulu,dan kita bakal mulai dari tahap pertama yaitu tahap sugesti"ujar Neta.


"Sugesti?"