One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 12



Chapter 12


"Pa.."Liona ikut menuntut penjelasan.


"Ma..maaf papa lupa bilang soal itu"ucap Renal sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,ia berusaha untuk tidak melihat istri dan putranya yang sudah menatap tajam dirinya.


"Jadi sebenarnya adik kalian itu rencananya tinggal di mansion bersama kita cuman sekitar satu tahunan"ujar Renal memberitahu istri dan anak anaknya.


"Jadi itu artinya lo bakal pergi kan dari sini setelah satu tahun"ucap Gia memastikan,ia sangat senang mendengar kalau adik bungsunya itu tidak akan tinggal selamanya di sini.


"Gia apa maksud lo bilang kayak gitu"ucap Arga tidak suka dengan kata kata yang di ucapkan Gia.


"Rencananya sih gitu"jawab Zia.


"Maksud lo,bisa aja lo berubah pikiran dan tinggal lebih lama di sini?"tanya Lyn


Liona yang duduk disampingnya menyergit heran melihat Lyn,tidak biasanya kakaknya itu tertarik dengan pembicaraan seperti ini.


"Maksudnya rencana ku memang akan tinggal di sini satu tahun,jika pun berubah itu akan jadi lebih singkat bukan memperpanjang untuk gue tinggal di sini.Jadi kalian tenang saja"ujar Zia tersenyum manis melihat kakak ketiganya itu.


ia tahu pasti kalau para kakaknya tidak ada yang menyukai kedatangannya untuk tinggal di sini kecuali Arga dan mungkin Liona kakaknya saja.Terutama Gia kakak keduanya yang sejak dulu selalu mengibarkan bendera perang dengannya setiap saat dan sikap Lyn kakak ketiga nya yang selalu lebih dingin tatapan tajam seolah membangun tembok kokoh sebagai sekat untuk tidak boleh di dekati.Ia tidak mengambil hati akan hal itu karena ia tahu semua itu tidak akan terjadi jika tidak ada sebabnya.


"Kita cukupkan sampai disini dulu,lebih baik kita biarkan Zia istirahat pasti kamu kelelahan kan sayang"ujar Sela


"Baiklah kalau begitu,kalian semua boleh bubar anak anak dan melakukan kegiatan kalian yang lain.Tapi pastikan kalian disini saat waktu makan malam"ucap Renal pada anak anaknya.


Sekarang diruang keluarga hanya tersisa Zia dan Mami serta Arga kakaknya.


"Zia,ayo mami antar ke kamarmu supaya kamu bisa istirahat"ajak Sela pada putrinya.


"Selamat istirahat ya dek"ucap Arga pada adiknya.


"Baiklah"jawab Zia.


Zia mengikuti maminya yang berjalan di depannya untuk mengantar dirinya ke kamar,maminya membuka sebuah pintu lalu masuk kedalam ia pun juga menyusul masuk ke sana.


"Ini kamar dek,bagaimana menurut kamu"tanya maminya.


Mata Zia melihat suasana dan penampilan kamar yang akan dia tempati untuk satu tahun ke depan terlihat sangat bersih dan nyaman.


"Ini kamar yang bagus,aku menyukainya"jawab Zia melihat maminya.


"Bagus kalau kamu suka,istirahatlah dan jangan lupa bersih bersih dulu agar badan kamu lebih segar.MamiĀ  keluar dulu"ujar Sela meninggalkan kamar itu,ia sengaja tidak berlama lama didalam kamar itu supaya putrinya itu bisa istirahat dengan nyaman.


Soal panggilan Zia kepada Sela,sejak dulu Zia memang memanggil istri kedua ayahnya itu dengan panggilan mami,sedangkan mendiang ibu kandungnya ia panggil mama.Dan tidak ada yang mempermasalahkan hal itu,sebenarnya ia bisa saja memanggil istri pertama papanya itu mama tapi Gia kakak perempuannya itu tidak suka akan hal itu.


Zia membuka kopernya yang sudah terlebih dahulu di letakkan dikamar ini oleh pelayan,ia mengambil satu pasang pakaiannya untuk pakaian ganti lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sebelum beristirahat.


Tidak butuh waktu lama bagi Zia untuk membersihkan diri,ia keluar dari kamar mandi terlihat sangat segar dan tanpa pikir panjang ia membaringkan diri di atas ranjang lalu mulai terlelap dalam mimpi.