
Hari demi hari,minggu demi minggu hingga bulan demi bulan telah berlalu.Terhitung sudah hampir tiga bulan sejak Zia memutuskan untuk pindah dari AS dimana tempat ia dibesarkan sejak bayi,berpindah kr Indonesia dimana negara dirinya lahir serta tempat asal sang papa.
Bukan hal yang ringan bagi Zia melalui hampir tiga bulan pertamanya tinggal dikediaman keluarga besarnya,namun Zia sekuat tenaga berusaha untuk terlihat baik baik saja.Zia menjalani hari harinya dengan bersekolah,mengikuti kegiatan eskul basket,jalan2 dengan sahabatnya, melakukan cekup rutin setiap minggunya,dan mengurus perusahaan miliknya.
Soal perjanjian yang ia lakukan dengan saudari tertuanya juga sampai saat ini masih berjalan dengan cukup baik ya meskipun terkadang permintaan kak Gia sering kali membuatnya kerepot,kalian mau tahu apa saja permintaan yang diajukan kakaknya itu?Permintaan pertama yaitu meminta Zia untuk bersikap menjaga jarak dengan kakaknya Liona,
permintaan pertama ini cukup mudah bagi Zia karena meskipun tidak diminta Zia memang sudah melakukannya karena sebuah alasan.
Permintaan kedua dan seterusnya lah yang mulai rada rada menyusahkan, mulai dari kadang kadang cosplay menjadi asisten,membantu mengerjakan beberapa berkas perusahaan karena sang kakak masih sibuk dengan skripsi,oh iya Zia juga kadang disuruh mencari beberapa buku untuk referensi penulisan skripsi sang kakak,dan Zia juga sering cosplay jadi supir untuk mengantar jemput kakaknya itu seperti saat ini contohnya.
Zia sedang duduk ditaman kampus Gia saudari pertamanya,gadis itu terlihat masih menggunakan seragam sekolah lengkap eh tidak kecuali dasi yang sudah dibuka dan hanya disampirkan dilehernya saja.Sekitar dua puluh menit yang lalu saat dirinya masih berada disekolah,Zia mendapat pesan dari sang kakak untuk minta dijemput dikampus karena akan segera pulang.Tentu saja setelah membaca pesan dari sang kakak,Zia langsung buru buru pulang bahkan tak mengindahkan Neta yang masih ingin mengobrol dengannya demi supaya kak Gia tidak perlu menunggu lama.Tapi apa yang terjadi,setelah sampai dikampus dan menghampiri kakaknya ditaman kampus tempat dimana ia sering menjemput sang kakak tapi kakaknya malah menyuruhnya menunggu karena masih memiliki jadwal pertemuan dengan dosen pembimbing serta masih harus menghadiri rapat organisasi kampus yang kakaknya itu ikuti.Hari ini sekolah Zia memang kebetulan cepat pulang karena ada rapat guru dijam selepas istirahat, dan Zia yakin kalau saudarinya itu sudah tahu sedari awal tentang hal itu.
Kruk...kruk...kruk...suara perut Zia berbunyi,cacing cacing diperutnya sudah demo sejak tadi karena minta diberi makan.Kak Gia baru beranjak pergi dari sana sekitaran lima menit yang lalu,jadi sudah dipastikan ia akan menahan rasa laparnya jauh lebih lama lagi karena kak Gia memintanya untuk tak beranjak dari sana sedikitpun sampai sang kakak kembali.Meskipun boleh beranjak,Zia sendiri tak tahu dimana letak kantin kampus dan meskipun ia tahu tapi dirinya akan merasa malu kesana dengan masih menggunakan seragam SMA.Pasti akan menarik banyak perhatian,sekarang saja mahasiswa yang berlalu lalang sejak tadi hampir selalu menatapnya dengan tatapan aneh.Padahal ini bukan kali pertama dirinya datang kesana dalam dua bulan terakhir,tapi tetap saja masih menarik perhatian para mahasiswa dan mahasiswi itu.Ya walaupun biasanya Zia tidak menggunakan seragam SMA seperti sekarang atau kalaupun iya pasti selalu ditutupi dengan hoodie,hari ini ia masalahnya lupa membawa hoodie ataupun jaket sekalipun yang bisa menyamarkan seragam sekolah yang dikenakan.
"Padahal duit gue banyak,kok masih kosplay jadi orang kelaparan sih"gumam Zia pelan sambil mengusap usap perutnya yang keroncongan,mana bibir dan tenggorakannya sudah mulai kering lagi karena kehausan.
"Apa yang kau lakukan disini?"suara seseorang bertanya dari belakang dan sepertinya suara itu cukup familiar ditelinga Zia,gadis itu langsung berbalik memastikan.
"Eh kak Lyn,kakak ngapain disini" tanya Zia.
Rupanya pemilik suara tadi itu adalah Lyn kakaknya,makanya suaranya tampak familiar.
"Jawab pertanyaanku,jangan bertanya balik"ujar kak Lyn datar.
"Zia kesini mau jemput kak Gia,kak" ujar Zia menjawab pertanyaan kakaknya itu.
"Dimana dia?"tanya kak Lyn,yang Lyn maksud dia itu adalah kakak mereka Gia.
Lyn memperhatikan penampilan adiknya itu yang sepertinya baru pulang sekolah terbukti dari seragam yang masih melekat,dalam hati Lyn mengumpati saudari pertamanya itu. Bisa bisanya wanita itu seniat ini menyusahkan adik mereka itu,Btw Lyn sedikit tahu tentang perjanjian yang dibuat oleh sang kakak dan adiknya.
Gadis itu bisa tau karena sang kakak sendiri yang menceritakannya,ya walaupun hanya cerita samar tapi Lyn dapat langsung bisa menebak siapa yang diuntungkan serta dirugikan dalam perjanjian itu.Lyn bisa berada diarea fakultasnya kak Gia karena kebetulan ia memiliki sedikit urusan disana,dan saat hendak kembali ia tak sengaja melihat keberadaan seseorang yang cukup ia kenali duduk sendirian disalah satu kursi taman fakultas itu makanya Lyn langsung menghampirinya.Gadis itu juga memegang memperhatikan gerak tangan adiknya itu sejak tadi yang terus mengusap usap perut sendiri,bibir adiknya itu juga terlihat sedikit kering dan sedikit pucat.
"Kau sudah makan siang?"tanya kak Lyn kepada Zia,gadis berseragam SMA itu langsung menggelengkan kepala.
"Lapar?"tanya kak Lyn,Zia mengeleng lagi.
"Ayo ikut,kita cari makan dikantin" ajak kak Lyn kepada Zia,namun anak SMA itu kembali menggelengkan kepala.
Tentu Lyn langsung menyergit heran kenapa sang adik menggeleng bukannya mengangguk
"Kak Gia bilang,Zia gak boleh beranjak atau pergi dari sini sampai kak Gia datang"ujar Zia menjelaskan kepada kakak ketiganya supaya sang kakak tidak salah paham.
Huf...Lyn menghela nafasnya pelan, sudah dipastikan kakaknya itu ingin membuat Zia tersiksa.Gadis itu dengan segera mengambil hp miliknya dan mulai mengetikkan sesuatu disana,sedangkan Zia hanya diam saja memperhatikan apa yang kakaknya itu lakukan.Setelah selesai berurusan dengan hpnya dan menyimpannya kembali,Lyn kembali melihat kearah Zia adiknya
"Aku sudah memberitahunya,ikut sekarang.Aku akan memastikan dia tidak memarahimu"ujar kak Lyn dengan suara tegas dan datar kepada Zia.
Setelah mendengar hal itu tentunya Zia langsung gembira,gadis itu langsung menyandang tas sekolahnya kembali dan bangkit berdiri.
"Kalau begitu ayok kak,Zia sudah lapar"ujar Zia penuh semangat,gadis SMA itu menggandeng tangan kakaknya itu dan langsung menariknya menjauh dari bangku taman kampus tempatnya duduk tadi.
"Jalan perlahan tak usah buru buru,lagi pula memangnya kau tau dimana letak kantin?"ujar Lyn kepada adiknya.