
Huf...Lyn menghela nafasnya pelan, sudah dipastikan kakaknya itu ingin membuat Zia tersiksa.Gadis itu dengan segera mengambil hp miliknya dan mulai mengetikkan sesuatu disana,sedangkan Zia hanya diam saja memperhatikan apa yang kakaknya itu lakukan.Setelah selesai berurusan dengan hpnya dan menyimpannya kembali,Lyn kembali melihat kearah Zia adiknya
"Aku sudah memberitahunya,ikut sekarang.Aku akan memastikan dia tidak memarahimu"ujar kak Lyn dengan suara tegas dan datar kepada Zia.
Setelah mendengar hal itu tentunya Zia langsung gembira,gadis itu langsung menyandang tas sekolahnya kembali dan bangkit berdiri.
"Kalau begitu ayok kak,Zia sudah lapar"ujar Zia penuh semangat,gadis SMA itu menggandeng tangan kakaknya itu dan langsung menariknya menjauh dari bangku taman kampus tempatnya duduk tadi.
"Jalan perlahan tak usah buru buru,lagi pula memangnya kau tau dimana letak kantin?"ujar Lyn kepada adiknya.
Zia yang tadinya sudah semangat melangkah didepan sambil menarik kakaknya itu,langsung berhenti melangkah kemudian berbalik dan menggelengkan kepalanya tanda ia tak mengetahui dimana letak kantin.
"Makanya jangan asal pergi"ujar Lyn menggenggam tangan adiknya itu kemudian ia kini berjalan disamping Zia sambil menggenggam tangan adiknya itu,ia membawa Zia pergi dari sana menuju kekantin.
Sepanjang perjalanan kekantin,Zia bisa merasakan dan mendengar pandangan serta bisikan dari para mahasiswa yang ia dan kakaknya lewati,bahkan lebih dari saat ia masih berada ditaman fakultas saudari tertuanya tadi dan jujur saja Zia merasa sedikit risih akan hal itu.
"Siapa tu cewek,kok nempel banget sama es batu kampus"
"Kayaknya adeknya deh,soalnya digandeng gitu"
"Kayaknya iya deh"
"Ada bocah SMA nyasar dikampus"
"Bocah SMAnya cantik bosque"
Suara bisik bisikan komerntar dari para mahasiswa/mahasiswi yang melihat mereka lewat.
"Jangan diacuhi"ujar Lyn mengeratkan genggaman tangannya dengan tangan Zia,gadis jelmaan es itu tentu sadar kalau sang adik sedang merasa risih mendengar komentar komentar netizen kampus yang kurang kerjaan.
"Kak kantinnya masih jauh ya?kok dari tadi belum nyampe?"tanya Zia kepada Lyn kakaknya.
"Bentar lagi,kita kekantin fakultas kedokteran bukan kantin fakultas kak Gia"ujar Lyn dengan datar menjawab pertanyaan adiknya,gadis itu memang sengaja membawa Zia untuk makan dikantin fakultasnya saja dari pada dikantin fakultas sang kakak.Meski harus berjalan cukup jauh tapi Lyn merasa lebih familiar dan nyaman dengan suasana dikantin fakultasnya dibanding kantin lain yang ada dikampus itu,selain itu ia sendiri sudah ada janji dengan sahabatnya untuk makan disana.
Setelah cukup lama berjalan akhirnya kedua bersaudari itu sampai didepan pintu masuk fakultas kedoteran,Lyn menarik tangan adiknya yang masih ada dalam gandengannya untuk segera masuk kedalam sana.
Tak jauh beda dengan saat diluar kantin tadi,saat masukpun Zia masih bisa mendengar beberapa suara bisikan gaib para netizen.
"Eh ada anak SMA masuk cuy"
"Itu anak SMA nyasar atau gimana?"
"Kok bisa bareng putri esnya fakultas kedokteran sih?"
"Adiknya kali"
"Adiknya?berarti anak keluarga Antara dong"
"Visual keluarga itu kayaknya gak ada yang gagal deh"
"Bukan visual doang,duitnya juga gak ada yang gagal"
Lyn menarik tangan Zia untuk menghampiri meja Callie sahabatnya yang sudah terlihat duduk disana sambil melambai lambaikan tangan kearah mereka,dan Zia hanya bisa ngikut aja.
"Widih,ada anak SMA yang jadi seleb baru fakultas nih"ujar Callie menggoda Zia adik dari sang sahabat sesaat setelah kedua bersaudari itu duduk dimeja yang sama dengannya.
"Seleb apaan kak,risih aku"ujar Zia
"Bukan mau saya ini kak,tapi saya diminta tolongin sama kak Gia buat jemput"saut Zia kepada Callie sahabat sang kakak.
"Makan minum apa?"tanya Lyn kepada Zia dengan masih datar dan dingin.
"Apa aja deh kak,yang penting bisa menghilangkan lapar dan haus"jawab Zia kepada kakaknya itu.
"Tunggu"ujar Lyn kemudian langsung beranjak dari meja tempat mereka berada menuju ketempat penjual dikantin itu.Callie sendiri tidak perlu memesan makanan ataupun minuman lagi,karena ia sudah membeli makanan dan minuman duluan.
"Sst,Zia"panggil Callie kepada Zia setelah Lyn menjauh dari meja.
"Apa kak?"saut Zia
"Minta tips dong"pinta Callie kepada Zia.
"Tips apa?"tanya Zia tak paham maksud sahabat kakak ketiganya itu.
"Minta tips gimana itu sahabat jelmaan es gue itu,bisa rada banyak omong kayak dia kalau sama lo"ujar Callie kepada Zia.
"Jangan minta ke gue kak,gue sendiri aja gak tahu gimana caranya"jawab Zia kepada Callie.
"Yang bener lo,masa sih gak ada tips?"tanya Callie tak yakin dengan jawaban Zia.
"Bener kak,lagian gue juga bingung sama sikapnya kak Lyn kalau bareng gue.Gak terbaca gitu kak"ujar Zia.
"Gak terbaca gimana?"tanya Callie
"Masa nih kak ya,kadang kadang sikapnya kak Lyn itu udah lembut banget trus care gitu tapi detik kemudian bisa langsung berubah drastis gitu,balik kesetalan awal"ujar Zia kepada kak Callie.
"Wah bisa gitu ya,tapi sebagai sahabat yang udah kenal dia dari SMP sih.Gue akuin sih Zia,kakak lo itu emang rada aneh dan trus auranya nyeremin lagi"ujar Callie.
Obrolan adik dan sahabatnya Lyn itu berlanjut,jadilah mereka menggosib dengan bahan utama pembicaraan yang tak lain dan tak bukan adalah Lyn sendiri.Emang dasar ya ini berdua, obrolan keduanya baru berhenti ketika Callie melihat Lyn berjalan kembali mendekat ke meja mereka.
"Ini makan"ujar Lyn menyodorkan sepiring nasi goreng dan satu botol minuman teh kemasan yang dingin kehadapan Zia adiknya.
Tanpa tunggu lama dan berkomentar, Zia langsung meminum air minum disambung dengan mulai melahap nasi goreng didepannya.
"Lapar amat lo cil,gue liat liat"komen Callie melihat betapa lahapnya Zia makan.
"Gue kelaparan kak"saut Zia.
"Perusahaan lo bangkrut atau gimana,
masa bos perusahaan kelaparan sih?"tanya Callie
"Lagian kalaupun perusahaan lo bangkrut,kan masih ada perusahaan bapak lo berdua"lanjut Callie.
Zia menelan makanan yang ada dimulutnya baru kemudian menyauti perkataan sahabat kakaknya itu.
"Enak aja perusahaan gue lo bilang bangkrut kak,makin sukses yang ada"
Ujar Zia tak terima perusahaan miliknya dibilang bangkrut.
"Gue kelaparan karena emang belum makan makan siang aja,apalagi tadi gue cuma sarapan pakai roti aja trus disekolah juga gak makan apa apa"lanjut Xia menjelaskan kenapa ia sangat lapar.
"Nah ngomong ngomong soal sekolah nih ya,kok lo udah berkeliaran dikampus orang jam segini? Jam seginikan seharusnya lo masib belajar disekolah"tanya Callie kepada Zia.