One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 24



"Huf..semoga tidur gue malam ini nyenyak gak ada gangguan"gumam Zia menghela nafas pelan langsung beranjak dari kursi meja belajarnya dan langsung menaiki kasurnya.


Setelah mendapatkan posisi berbaring yang nyaman gadis itu menarik selimut miliknya keatas hingga sampai menutupi lehernya kemudian mulai menutup kedua kelopak matanya,tak menunggu lama ia sudah terlelap dalam tidur dan mungkin sudah sampai ke alam mimpi.


Zia bergerak ke kiri dan kanan di kasurnya dan tiba tiba ia langsung terbangun dari tidurnya,ia bangkit dari posisi berbaring kemudian duduk sambil bersandar.Gadis itu menoleh ke arah nakas di samping tempat tidurnya untuk melihat jam berapa sekarang,disana terdapat sebuah jam kecil tertera pukul 03:19 disana.


Zia terbangun tiba tiba bukan karena mimpi buruk tapi ia tiba tiba merasa haus hingga tidurnya jadi terganggu,


Zia segera meraih gelas berisi air putih di atas dan meminumnya sampai tandas tak bersisa.Setelah dahaganya sudah menghilang,Zia masih tetap dalam posisi duduknya saat ini beberapa saat kemudian beranjak dari atas ranjangnya lalu duduk di kursi belajarnya bergerak membuka laptop yang berada di atas meja belajarnya.


Sebenarnya tadi ia berniat untuk tidur kembali karena masih ada cukup banyak waktu sebelum jam bangunnya yang biasa,Tapi matanya sudah terasa tidak mengantuk lagi dan saat ini ia duduk dimeja belajarnya melihat laptop di depannya memeriksa berkas serta email email perusahaan miliknya sambil menunggu pagi tiba.


Hah..Zia menghela nafas kemudian merenggangkan tangannya dan badannya yang kaku akibat duduk sambil menatap laptop dalam waktu yang cukup lama,Zia melihat jam pada bagian sudut monitor laptopnya disana tertera pukul 05:10 itu artinya sudah hampir dua jam ia bergelut pada laptop miliknya.


Ia mematikan laptop itu dan menutupnya kemudian bangkit dari tempat duduknya kemudian berjalan kearah ke kamar mandi untuk bersih bersih dan mandi sekaligus bersiap untuk pergi ke sekolah.


Pagi ini Sela tampak sibuk di dapur,wanita paruh baya yang berstatus sebagai ibu rumah tangga itu sedang memasak dan mempersiapkan makanan untuk sarapan suami dan anak anaknya nanti.Ia memang selalu menyempatkan diri untuk memasak makanan yang akan disantap keluarganya setiap saat kecuali ia memiliki keperluan lain baru pelayan yang akan melakukannya.


"Selamat pagi"ucap Zia memasuki area dapur.


"Pagi juga sayang,kamu udah rapi aja"balas Sela membalas sapaan putri bungsunya itu.


"Mami lagi masak buat sarapan?mau Zia bantu?"tanya Zia berdiri di samping sang mami.


"Gak usah sayang udah hampir selesai kok,kamu sendiri ada apa ke dapur?"


Ujar Sela menolak putrinya yang hendak membantunya lalu bertanya balik pada Zia.


"Tadi Zia ingin mengambil susu"ucap Zia menjawab pertanyaan maminya.


"Yasudah biar mami yang ambilkan"


Ujar Sela menawarkan pada putrinya.


"Gak usah mi,Zia bisa ambil sendiri kok"tolak Zia.


"Ah baiklah,susunya ada di kulkas"ujar Maminya.


Zia mengambil sebuah gelas dan meletakkannya di atas meja dapur kemudian gadis itu membuka kulkas untuk mengambil sekotak susu dari sana,Setelah itu ia menuangkan susu itu kedalam gelas tadi sampai hampir penuh lalu mengembalikan kotak susu itu ke dalam kulkas.


Zia duduk di kursi dekat meja dapur meminum susunya dengan perlahan sampai habis sambil memperhatikan maminya yang sibuk menyiapkan sarapan didepannya.


"Zia bisa tolong mami meletakkan ini di meja makan?"tanya maminya pada Zia,maminya memintanya menaruh makanan untuk sarapan.


"Tentu saja"jawab Zia mengangguk pelan langsung bangkit langsung meraih makanan di atas nampan itu dari maminya kemudian langsung membawanya menuju meja makan.


"Wih lo yang masak sarapan dek?"tanya Arga yang sudah berada dimeja makan bersama yang lain,cowok itu melihat kedatangan adik bungsunya yang membawa nampan berisi makanan.


"Tidak,mami yang masak aku hanya membantu meletakkannya dimeja makan saja"jawab Zia,meletakkan nampan itu di atas meja makan dan memindahkan semua piring makanan ke atas meja.


Dan setelah semuanya beres ia kembali ke dapur untuk menyimpan nampan yang dia gunakan itu kembali ke dapur.


Tak lama berselang Zia kembali ke ruang makan bersama dengan Sela maminya,ia mengambil posisi duduk di samping kakaknya Liona sedangkan maminya duduk di samping sang papa.


Setelah semua anggota keluarga sudah berkumpul,semuanya pun memulai kegiatan sarapan mereka.


"Sekitar jam tiga kalau gak salah"jawab Zia


"Cepet banget,gue aja kalau bangun jam lima masih gue anggap ke cepetan"ujar Liona heran.


"Gak sengaja bangun karena haus trus setelah minum mau tidur lagi udah gak bisa"jelas Zia.


"Ooh"saut Liona.


"Anak anak hari ini kalian rencananya ada kegiatan apa sehabis sekolah sama kuliah?"tanya Renal sang kepala keluarga pada anak anaknya.


"Arga sih habis kuliah seperti biasa ke perusahaan pa"jawab Arga menjadi yang pertama menjawab.


"Gia juga"ucap Gia menjawab hal yang sama seperti Arga.


"Lyn ada kerja kelompok selesai kelas"jawab Lyn datar.


"Kalau Liona ada ekskul musik hari ini pa"ujar Liona ikut menjawab.


"Zia?"tanya Renal


"Belum tau pa,tapi kemungkin mau ke perusahaan"jawab Zia pada papanya,ia sendiri belum punya rencana apapun hari ini selain pergi sekolah.


"Hm baiklah"ujar Renal mendengar jawaban anak anaknya.


"Lio udah selesai sarapan,Zia hari ini mau berangkat bareng sama kakak atau sendiri sendiri?"tanya Liona pada Zia.


Zia berfikir sejenak kemudian menjawab


"Pakai mobil masing masing aja deh Lio,soalnya hari ini kita pulangnya beda waktu"jawab Zia.


"Oke,tapi btw kok lo gak manggil gue kakak sih?gue kan lebih tua dari lo"


Protes Liona pada Zia yang memanggilnya hanya dengan nama tanpa menggunakan embel embel kakak.


"Kenapa?kan kita lahir di tahun yang sama"jawab Zia santai sambil menyantap sarapannya.


"Ya tapikan tetep aja gue lebih tua beberapa bulan dari lo,jadi lo harus manggil gue kakak"pinta Liona pada Zia.


"Enggak lain Kali aja"tolak Zia.


"Tapi..."


"Pa,Mi,bang,kak,Zia pamit pergi sekolah ya,sampai jumpa"ujar Zia memotong omongan Liona untuk berpamitan dan setelah itu langsung melenggang pergi dari sana.


"Ma,Pa Liat Zia gak mau panggil Liona kakak"adu Liona pada kedua orang tuanya.


"Gak papa Lio,mungkin Zia masih belum terbiasa aja.Nanti juga lama lama Zia pasti manggil kamu kakak kok kayak kakak kamu yang lain"ujar Sela pada putri ketiganya itu.


"Bener kata mama kamu Liona,adik kamu itu pasti masih perlu waktu buat penyesuaian"ucap Renal membenarkan perkataan sang istri.


Sedangkan Liona hanya bisa mengangguk pasrah dengan perkataan orang tuanya,mungkin benar yang dibilang mama papanya pikirnya.