One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 70



~kamar Zia~


Zia,gadis remaja yang sejak tadi menjadi topik pembicaraan keempat kakak kakaknya saat ini sedang berbaring malas diatas kasur tempat tidurnya,ia meletakkan kakinya diatas sandaran tempat tidur dimana seharusnya letak arah kepalanya sedangkan sebaliknya kepalanya diletakkan dimana seharusnya posisi kasurnya untuk kakinya.Gadis itu sejak setengah jam yang lalu hanya diam diposisinya mengkhayal dan memikirkan hal random sambil adu tatap tatapan dengan langit langit kamarnya,ponsel genggamnya yang ia letakkan diatas nakas samping tempat tidur terus berbunyi karena pesan masuk sejak tadi bahkan tak ia hiraukan.


[Kalau ada tanda(*___*)itu artinya lagi ngomong dalam hati Ya]


*Hidup jadi tembok kayaknya seru deh,diem doang gak harus mikirin apa apa.Trus palingan kalau udah tua tinggal panggil tukang direnov udah selesai,jadi baru lagi.Atau mungkin kalau lagi apes,ya palingan dirobohin*Zia udah mulai berfikir random.


*Tapikan kalau jadi tembok sakit juga,soalnya sering dijadiin pelampiasan emosi manusia.Eh tembokkan benda mati,emang benda mati bisa ngerasain sakit?*Zia mengetuk ngetukkan jari telunjuknya pada dagunya sedang berfikir.


"Harus tanyain Neta kapan kapan nih?"gumam gadis itu pelan.


*Tapi dari pada jadi tembok mendingan jadi udara gak sih?gak bisa disentuh sama siapapun,gak bisa dijadiin pelampiasan emosi manusia juga kayak tembok.Tapi udara bisa kena polusi,polusi itukan kotor dan gue gak suka kotor ataupun polusi*


*Kalau udara terkena polusi juga pasti bakal sering disalah salahin sama orang,disalahin bikin orang batuklah,sakitlah,ini itulah.Jadi kasihan sama udara yang gak tau apa apa tapi disalahin,padahal yang salahkan manusia yang gak bisa jaga lingkungan*Zia masih terus saja  bergelut dalam pikirannya.


*Trus gue jadi makhluk atau benda apa dong yang gak usah punya beban pikiran,kewajiban,atau apapun itu?"


"AU Ah,gue pusing"ujar Zia sambil mengacak acak rambutnya sendiri karena frustasi dengan pemikiran randomnya sendiri.


Zia mengubah posisinya yang tadinya berbaring berubah menjadi duduk,ia menoleh dan sedikit melirik ponsel- nya yang sejak tadi sering berbunyi. Pasti sudah banyak pesan yang masuk kesana,dengan gerakan dan perasaan yang sangat malas ia mengulurkan tangannya guna untuk meraih ponselnya itu.Dan benar saja perkiraannya tadi,sudah puluhan pesan yang masuk disalah satu aplikasi pesan miliknya.


Diantara banyaknya pesan yang masuk, Zia hanya tertarik membuka pesan dari Papanya dan juga Neta sahabatnya.


(Room Chatnya Zia dan papanya)


ZIA A.;


Papa bisakah Zia meminta alamat tempat mama dimakamkan?


✓✓


Papa Renal;


Kamu minta alamat tempat pemakaman mama kamu untuk apa sayang?


✓✓


ZIA A.;


Zia mau tau aja pa,supaya nanti kapan kapan Zia bisa mampir kesana.


✓✓


Papa Renal;


Begitu ya,papa kira buat apa.


Alamatnya itu Pemakaman Xxxxxx jln.Xxx


✓✓


ZIA A.;


Makasih Pa😁


✓✓


Papa Renal;


Sama sama sayang.


(Room chat Zia dan Neta)


NETA;


Zia!


Zia!


Yuhu my friend!


Kok lo gak aktif sih?


Zi...a...baca chat gue dong


✓✓


Akhirnya udah dibaca


✓✓


Yaampun Zi,lo kalau udah baca chat gue dibales juga dong.


✓✓


ZIA;


Neta lo gak capek apa brisik malam malam diroom chat gue?


✓✓


NETA;


Enggak,gue lagi gabut malam ini.


Makanya gue cari kegiatan dengan ngirimin lo chat.


✓✓


ZIA;


Cari kegiatan lain lah,hp gue dari tadi brisik tau.


Ganggu kesibukan gue aja.


✓✓


NETA;


Gue gak ada kesibukan lain masalahnya,dirumah gue juga sepi kagak ada orang.


Lagian lo sibuk ngapain malam malam gini?


✓✓


ZIA;


Ortu lo emang kemana?


Gue sibuk ngayal sih😁


✓✓


NETA;


Inginku berkata kasar😌.


✓✓


ngayal bukan kesibukan Zi,itu artinya lo lagi gak punya kesibukan makanya sempat ngayal.


✓✓


Ortu gue lagi sama sama ada kerjaan diluar kota,makanya gue kesepian banget dirumah😢😢😢.


✓✓


ZIA;


Kok gue jadi kasihan sama lo sih Ta?


Padahal nasib kita gak jauh beda,gue juga lagi super gabut.


Udah gak punya temen buat diajak ngobrol dirumah,kerjaan kantor gue juga lagi free nih.


✓✓


NETA;


✓✓


ZIA;


Kakak gue yang mana maksud lo?


✓✓


NETA;


itu kak Arga,Gia,Lyn,sama Liona?


✓✓


ZIA;


Gak bisa.


Kak Arga pasti lagi kerja diruang kerjanya.


Trus kak Lyn sama kak Gia,jangankan mau ngajak ngobrol Ta.Ketemu aja gue rada rada takut gimana gitu.


Kalau Lio sendiri gue lagi segan ngajak dia ngobrol,soalnya sempat ada kejadian tadi.


✓✓


NETA;


Ada kejadian apa emang lo sama Lio?


✓✓


ZIA;


Jadi gini....


✓✓


NETA;


Apa?


✓✓


ZIA;


Gue males ngetiknya,panjang pasti kalau dijelasin


✓✓


NETA;


Yaudah,mendingan lo kerumah gue aja sekarang?


Belum kemalaman ini,sekalian nginep nemenin gue dirumah.


✓✓


ZIA;


Emang gak papa kalau gue nginep dirumah lo?


✓✓


NETA;


Ya gak papalah,gue malah bersyukur ada yang nemeni.


Udah lo kesini aja.


✓✓


ZIA;


Oke deh👍


Rumah lo masih ditempat yang samakan?


✓✓


NETA;


Ya jelaslah,masa pindah.


✓✓


ZIA;


Ya siapa tau


✓✓


kalau gitu udahan Chatnya,gue berangkat sekarang.


✓✓


NETA;


Siap,gue tunggu.


Jangan lupa izin sama kakak kakak lo.


✓✓


ZIA;


👍


✓✓


Zia segera turun dari atas tempat tidurnya kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti baju dan segera bersiap untuk pergi kerumah Neta sahabatnya,Zia keluar dari kamar mandi dengan sudah berganti baju yang berbeda dari yang tadi.


Gadis itu memakai baju kaos putih lengan pendek kemudian dilapisi hoodie biru dan juga memakai celana jeans panjang,ia membiarkan rambut panjangnya terurai begitu saja.


Zia bercermin sebentar memastikan tidak ada yang aneh dengan penampilannya setelah itu ia mengambil ponsel,dompet,dan juga kunci mobilnya kemudian beranjak keluar dari dalam kamarnya.


Zia menuruni satu persatu anak tangga dengan langkah yang sangat santai,setelah sampai dilantai bawah barulah gadis itu berjalan menuju keruang kerja milik kakak pertamanya.


Tok...tok...tok...Zia mengetuk pintu ruang kerja Arga kakaknya beberapa kali.


"MASUK"suara Arga kakaknya terdengar dari dalam ruangan,mempersilahkannya masuk.Zia membuka pintu kemudian langsung masuk kedalam.


"Kamu dek,kirain kakak siapa"ujar Arga melihat kalau adiknya yang mengetuk pintu ruang kerjanya tadi.


"Kamu ada perlu sama kakak?"tanya Arga.


"Kak Zia mau izin keluar"ujar Zia meminta izin kepada kakaknya.


"Kamu memangnya mau kemana malam malam begini?"tanya Arga yang mendengar kalau adiknya itu ingin izin keluar malam hari seperti ini.


"Zia mau kerumah Neta sahabatnya Zia kak,dia minta tolong sama Zia buat nemenin dia malam ini dirumahnya. Soalnya dia sendirian dirumahnya karena ortunya lagi ada kerjaan diluar kota"ujar Zia menjelaskan kepada kakak pertamanya itu.


"Berarti kamu nginep dong dirumah sahabat kamu itu?"tanya Arga.


"Iya kak biar nanti Zia gak perlu nyetir malam malam banget,tapi besok pagi pagi Zia pulang kok"jawab Zia.


"Yasudah kamu boleh pergi,tapi hati hati dijalan sama nyetirnya"ujar Arga memberi izin dan berpesan untuk hati hati.


"Beres kak,kalau gitu Zia pergi dulu ya.Bai"ucap Zia langsung meninggalkan ruang kerja kakak pertanya itu.


"Inget Hati Hati Zia"ujar Arga sedikit berteriak supaya dapat didengar oleh adik bungsunya itu.