
"Liona!kak Ren!"
Neta berlari dengan cepat menghampiri dua pemilik nama yang dirinya panggil.
"Neta,ada apa?"Liona berbalik menoleh kebelakang lalu menyauti panggilan dari sahabat adiknya itu.
Hah...hah...ha...Neta tak langsung menjawab,dada gadis itu naik turun dengan cepat karena nafasnya sedikit sesak karena berlari sejak dari kelas supaya ia bisa menemui kedua orang didepannya itu.
"Makanya jangan lari lari,dek.Sesak gitu nafasnya"ujar Rena kepada Neta.
"Hehehe...kalau gak lari takutnya gak sempat nyusul kak Ren sama Liona"cengir Neta,kemudian gadis remaja itu menoleh kearah kakak dari sahabat baiknya.
"Lio,gue nebeng ikut kerumah lo ya.Mau ketemu sama Zia"ujar Neta memberitahu tujuannya menyusul Liona dan Rena.
"Boleh sih,tapi emang adik gue udah pulang?gue belum dapat kabar soalnya dari orang rumah"ujar Liona menyauti permintaan Neta itu.
"Masalah itu,udah kok Zia udah pulang kerumah lo"saut Neta.
"Kok lo gau?"tanya Liona.
Neta menaikkan sebelah alisnya menatap Liona lalu berkata
"Lo lupa?Zia-kan kemarin malam nginep dirumah gue,Zia bilang ke gue kalau dia bakal pulang kekediaman keluarga kalian sekitaran jam sepuluh pagi setelah mampir sebentar keperusahaannya"
"Iya juga ya,sory gue lupa"ujar Liona.
"Kalau gitu yuk,berarti kita bertiga bareng naik mobilnya Lio.Soalnya gue juga mau kesana dek"ujar Rena kepada Neta.
"Kakak ngapain kesana?"tanya Neta,
pura pura tak tahu padahal ia bisa menebak kalau kakak ketemu gedenya itu kesana karena memiliki tujuan yang sama dengannya.Yaitu untuk memastikan kondisi Zia Antara setelah pulang dari rumah sakit pagi tadi.
"Mau main aja,kangen sama nuansa kediamannya keluarga Antara yang megahnya menyerupai istana"jawab Rena,tentu saja ia bercanda.
"Lebay lo"ujar Liona mendengar perkataan sahabatnya itu.
Setelah perbincangan itu kini ketiga siswi SMA Hantara itu pergi menuju parkiran,ketiganya akan naik mobilnya Liona untuk menuju kekediaman Antara.
Disisi lain kini Zia tengah tersiksa eh bukan tersiksa melainkan tak dapat bergerak karena ulah kakak ketiganya yang entah kenapa,saat Zia terbangun dari tidurnya ia menemukan dirinya dalam posisi tengah dipeluk oleh kakak ketiganya yaitu Lyn Antara.
Seingat Zia tadi pas dia pulang, dirumah itu kata bik Muti cuma ada papa dan maminya saja sedangkan yang lain pergi kekantor,kuliah,dan kesekolah.Lah ini kak Lyn kenapa tiba tiba ada dirumah,mana keliatannya nyenyak banget lagi tidurnya sambil meluk Zia erat kayak meluk guling.
Zia melirik wajah teduh kakak ketiganya yang tengah tertidur itu,
kalau tidur kayak gini gak terlihat ada kesan kesan manusia jelmaan kutub utara sama sekali.Malah kayak adem aja gitu,trus setelah diliat liat Zia baru sadar satu hal.
Ternyata kakaknya yang satu ini lebih condong mirip sama papa mereka,bahkan kalau dipersenin itu hampir 80% tuh tingkat kemiripannya.
Dan kalau diliat liat juga,dia sama kakaknya ini juga terhitung mirip sih.Apa mungkin karena Zia dari segi wajah punya kemiripan sama papa mereka ya?ah mungkin itu,tapi saat ini juga Zia sangat mengakui diantara kelima anak ayah mereka maka kak Lyn adalah yang paling mirip.