
Seorang remaja perempuan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menelisuri jalan raya,gadis itu baru saja selesai menemani sang sahabat untuk pergi ketoko buku.Tak lama berselang,mobil itu terlihat memasuki area parkiran sebuah rumah sakit.Setelah mobil itu terparkir rapi,sang pemilik mobil langsung keluar dari dalam mobil miliknya dengan masih terlihat menggunakan seragam sekolah dan tas yang tersandang dipunggung.Hanya almamaternya saja yang sudah dilepas dan disampirkan dilengan kanan sang gadis,Remaja SMA itu mulai berjalan memasuki area gedung rumah sakit.
Gadis itu menghampiri meja adminitrasi yang terletak dibagian dalam lobi rumah sakit
"Mbak,Bunda ada jadwal gak sekarang?" Tanyanya kepada petugas rumah sakit yang berjaga disana.
"Untuk sekarang ibu nona gak ada jadwal oprasi,cuma ada beberapa jadwal bertemu dengan beberapa pasien rawad jalan saja"jelas mbak mbak petugas rumah sakit itu.
"Berarti bunda ada diruangannya aja dong sekarang?"tanya sigadis.
"Iya nona"jawab petugas rumah sakit itu.
"Baiklah,terimakasih mbak.Saya pergi keruangan bunda dulu"ucap gadis itu berterimakasih sekaligus pamit pergi dari sana.
"Sama sama dan silahkan nona"jawab petugas rumah sakit itu terdengar sangat ramah.
Gadis itu menganggukkan kepalanya dan tersenyum sebentar kemudian langsung berbalik berjalan menuju ruangan sang bunda sesuai dengan pembicaraannya tadi dengan petugas rumah sakit,ruangan bundanya yang dimaksud gadis itu bukanlah ruang rawat untuk orang sakit melainkan ruangan seorang dokter.Ya bunda gadis itu bekerja sebagai dokter dirumah sakit yang ia datangi ini, bukan hanya sang bunda melainkan ayahnya juga dirumah sakit ini yaitu sebagai direktur sekaligus pemilik rumah sakit.
Gadis itu hampir sampai didepan ruangan bundanya,namun langkahnya terhenti setelah melihat seseorang yang sangat familiar dan ia kenali.
Remaja itupun segera mengambil ancang ancang untuk memanggil dan menghampiri orang itu.
"Zia!"
tubuh gadis yang baru diserukan namanya itu tersentak,ia langsung menoleh kesumber suara dan tangannya refleks menyembunyikan sesuatu yang ia pegang ditangannya.
"Eh kak Jevan"ujar Zia langsung mengenali sosok laki laki yang memanggil namanya tadi.
"Kamu kok disini dek?"tanya Jevan, kalian tentu masih ingat dengan sosok bernama jevan ini bukan?
"Kakak sendiri ngapain disini?" bukannya menjawab,Zia malah bertanya balik kepada kak Jevan.
"Kamu ini kebiasaan kalau ditanya bukannya ngejawab malah nanya balik,heran kakak"ujar Jevan kepada adik dari sosok wanita yang menjadi pujaan hatinya.
"Kakak kesini karena mau jengukin salah satu istri teman kuliah kakak yang habis lahiran"lanjut laki laki itu,meski begitu ia tetap menjawab pertanyaan Zia.
"Wah berarti kakak kalah start dong sama temen kakak itu"ujar Zia kepada kak Jevan.
"Kalah start gimana maksudnya?"tanya kak Jevan tak mengerti maksud remaja SMA itu.
"Kalah start,masa temen kakak yang itu udah punya anak tapi kakak jangankan gitu,berani ajak kak Gia pacaran aja masih hitungan minggu belum bulan"ujar Zia
Skakmat_
"Aduh dek,kamu itu kalau ngomong suka menusuk ya.Lagian kamu punya kakak galak sama judes amat,gimana kakak gak kalah start coba"ujar Jevan merasa kalau adik kekasihnya itu sedang meledeknya.
"Itu bukan salah kak Gia,kakak aja yang penakut"saut Zia
"Iyain deh biar kamu seneng,cewekkan selalu bener"ujar Jevan langsung mengalah,ia tak mau berdebat dengan Zia.Alasannya karena bocah ini punya sifat sebelas dua belas sama kekasihnya,kalau udah debat susah buat dilawan.
"Oke cukup basa basinya,sekarang kamu jawab pertanyaan kakak.Kamu ada perlu apa kerumah sakit ini?jangan bilang alasan yang sama kayak kakak tadi,kakak gak bakal percaya"tanya kak Jevan menatap penuh selidik kepada adik kekasihnya itu.
"Kamu sakit?"tanya laki laki itu lagi.
"Em anu mana mungkin gue sakit kak,orang gue sehat begini"bantah Zia.
"Trus kalau gak sakit,kamu ngapain kesini?mana masih pakai seragam sekolah lengkap lagi"tanya kak Jevan.
"Gue abis lakuin pemeriksaan kesehatan rutin kak.kakakkan tau kalau meski masih jadi anak SMA gini,gue itu masuk kategori orang sibuk jadi harus lakuin pemeriksaan rutin buat jaga kesehatan"jelas Zia kepada kekasih saudarinya itu.
"Oke cukup masuk akal,tapi jawab pertanyaan kakak yang satu ini"ujar kak Jevan.
"Jawab pertanyaan apaan lagi sih kaka,ribet banget"saut Zia.
"Kalau kamu kesini cuma buat lakuin pemeriksaan kesehatan biasa,ngapain kamu sampai kebagian apoteker?trus kantong apa yang kamu sembunyiin ditangan belakang badan kamu?"tanya kak Jevan kepada Zia.
Zia yang mendengar dua pertanyaan itu tentu kaget,karena itu artinya kak Jevan tadi melihatnya keluar dari area apoteker rumah sakit dan juga melihat sesuatu yang ia sembunyikan dibelakang punggungnya.
"Eh kakak liat ya hehehe.."ujar Zia sambil cengengesan dan menggaruk tengkuk belakangnya yang tak gatal.
"Gak usah cengengesan gitu,ayo jawab cepet?"suruh kak Jevan mendesak Zia.
"Gue tadi kebagian apoteker rumah sakit mau nebus beberapa vitamin kak"jawab Zia memunjukkan kantong palstik yang berisi beberapa vitamin didalamnya.
"Masih ada yang lainkan?"tebak kak Jevan,yang membuat Zia hanya bisa kembali tersenyum saja.
"Ada obat tidur juga kak"jawab Zia.
"Ngapain kamu nebus obat tidur segala?kamu masih muda mana mungkin minum obat gituan"tanya Jevan terlihat sedikit kaget mengetahui calon adik iparnya itu membeli obat tidur.
"Ya buat gue minumlah kak,buat gue apain lagi.Gue kadang kadang emang butuh obat itu buat bisa tidur cepet kak,habisnya sering kebiasaan begadang sampai kena insomnia.
Tapi kakak tenang aja,aku minum obat tidur juga sesuai anjuran dan resep dokter kok jadi aman"jelas Zia panjang lebar,didalam hati ia berdoa supaya calon kakak iparnya itu percaya akan penjelasannya.
Jevan terlihat menggelengkan kepalanya mendengar penjelasan adik dari kekasihnya itu
"Oke kakak percaya,tapi kamu jangan biasain minum obat tidur kayak gitu apalagi kamu masih muda loh.Inget itu obat juga pasti punya efek samping kalau kamu minum terus menerus,mulai ganti sama obat herbal yang bisa mengurangi insomnia aja pasti lebih sehat"ujar laki laki itu menasehati remaja SMA itu.
"Iya kak"jawab Zia
"Jangan iya iya aja,tapi ngomong ngomong keluarga kamu ada yang tau kalau kamu suka minum obat tidur?"tanya kak Jevan kepada Zia.
"Kak Gia tau kok tapi yang lain belum,kakak jangan kasih tau ya soalnya takut mereka khawatir masa gue"jawab Zia sekaligus meminta kekasih kak Gia itu untuk tak mengatakan hal itu kepada anggota keluarganya yang lain.
"Iya kakak gak bilang kok"saut kak Jevan setuju.
"Yaudah sekarang sana kamu pulang, gak enak diliat orang anak sekolah berkeliaran masih gunain seragam sekolah lengkap"sambung kak Jevan menyuruh Zia untuk pulang.
"Oke,bai kak.Gue pulang dulu"pamit Zia mulai pergi dari sana.
"Hati hati lo nyetirnya dek!"pesan Jevan
"Siap kak!"saut Zia dari jarak yang cukup jauh.
"Bocah itu ada ada aja"gumam Jevan melihat Zia yang sudah menghilang dari hadapannya,laki laki itupun memutuskan untuk melanjutkan urusannya.