One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 78



"Jadi apa berita terbarunya?kasih tau cepet!"ujar Liona tak sabar.


"Katanya sih ada murid sekolah kita ini yang beliin temennya mobil,tapi belum tau siapa.Gak dikasih tau soalnya"ujar Rena memberitahu Liona.


"Wih gila,gue kok jadi penasaran anak orang kaya mana yang sampe bis beliin temennya mobil?gue jadi iri kok bisa orang pada kaya banget"ujar Liona.


"Kalau gue jadi temennya,gue dibeliin mobil juga gak ya?"lanjut gadis itu mengoceh.


*Gak tau aja dia itu kerjaan adiknya,lagian kok sahabat gue gak sadar diri kalau dia juga anak orang kaya*batin Rena.


"Lio,lo beneran gak ada niatan gabung grup lambe sekolah?"tanya Rena kepada Liona yang masih terkagum kagum mendengar gosip terbaru tadi.


"Enggaklah,ngapain juga gue gabung grup gosip"ujar Liona sambil menggelengkan kepala langsung menolak tawaran Rena.


"Serius nih,nanti gue suruh admin ngirim tautan undangan deh kalau lo mau?"tanya Rena masih menawarkan.


"Enggak Ren,kenapa dari dulu lo sering banget sih nawarin gue buat masuk grup gosip itu?"ujar Liona.


"Habisnya gue liat jiwa kekepoan lo gede banget gue liat liat,lagian lo juga sering nanyain gue kalau ada gosip baru atau enggak"saut Rena.


"Itu bukan berarti gue mau masuk grup gosip Ren,lagian gue nanya cuma buat tau kabar terbaru sekolah aja"jelas Liona.


"Entar kalau gue gak tau kabar apapun soal perkembangan sekolah,lo malah bilang gue kudet atau enggak kurang bergaul lagi"lanjut Liona.


*Iyain aja deh,dari pada ngambek entar nih orang yang galau*batin Rena.


"Iya deh"ucap Rena kepada Liona.


"Eh btw,tadikan lo ajak gue ke mallkan?"tanya Rena.


"Hooh"saut Liona mengiyakan.


"Kita langsung pergi dari sekolah atau balik ganti baju dulu baru pergi ke mallnya"tanya Rena ke Liona.


"Langsung pergi dari sekolah ajalah, biar gak capek bolak balik"jawab Liona.


"Trus berarti kita pergi pakai seragam sekolah dong,gak gerah emang?"tanya Rena.


Huf...Liona menghela nafasnya lelah karena sahabat itu terus bertanya dari tadi.


"Ayolah Ren,jangan kayak orang susah deh.Kitakan bisa tinggal beli baju ganti disana sebelum cari peralatan buat ulang tahunnya adik gue"ujar Liona.


"Lo yang bayar ya,kan lo yang ngajak"ujar Rena.


"Iya gue yang bayar"saut Liona.


"Sekalian traktir makan ya?"ujar Rena.


"Lo sebenernya iklas gak sih nemenin gue Ren?"tanya Liona mulai kesal.


"Ya jelas iklaslah tapi kan sekalian Lio"jawab Rena.


"Ya terserah lo ajalah"ujar Liona.


"Jutek amat mbak broken heart ini"ucap Rena yang langsung mendapat tatapan tajam dari sahabatnya ini.


~Skip~


Jam istirahat baru saja dimulai tapi kantin sudah sangat berisik akibat ulah anak anak 12 IPS 1,kalian masih ingat dengan perkataan Zia tadi pas dikelaskan tentang gadis menyuruh semua teman sekelasnya untuk makan apapun sepuasnya dikantin karena dia akan mentraktir semuanya.Dijabanin dong sama teman satu kelasnya,tak peduli dengan murid murid kelas lain yang mengomentari keberisikan mereka.Anak anak 12 IPS 1 tetap santuy santuy aja,mengambil semua makanan yang mereka inginkan sepuasnya.


"Eh itu anak kelas mana sih,rusuh banget?"


"Dari tampang tampangnya sih dari kelas 12 IPS1 sih"


"Yang gue denger katanya mereka semua ditraktir sama salah satu anak kelas mereka"


"Iyakah?temen kelas gue boro boro kasih traktiran,minta traktiran iya"


Sedangkan gadis yang menjadi akar kebrutalan anggota kelasnya itu sekarang malah duduk santai menikmati dinginnya ice coklat sambil memantau semua teman kelasnya,disebelah Zia tentunya ada Neta yang merasa rada rada ngeri sedep ngeliat pemandangan rusuh didepannya tapi gadis itu memilih untuk ikut santai seperti Zia saja.


Toh kalaupun ada apa apa,sahabatnya itu yang akan turun tangan bukan dia.


"Zi"


"Hm"


"Lo dapat ide darimana sih traktir semua anak kelas sepuasnya kayak gini?"tanya Neta pada sahabatnya ini.


"Gak dari mana mana sih,cuma lagi gabut aja srup..srup.."jawab Zia dengan santainya meminum ice coklatnya menggunakan sedotan.


"Gabutnya orang kaya beda banget ya,beda sama gue yang kalau gabut cuma bisa scrool tiktok aja"komen Neta.


"Ngomong-ngomong soal orang orang kaya,mau ingetin aja lo juga masuk kategori orang kaya"ujar Zia menhingatkan sahabatnya itu kalau dia juga termasuk orang kaya.


"Itumah orang tua gue yang kaya bukan gue"bantah Neta.


"Ya tapikan lo anaknya mana anak tunggal lagi,udah pasti entar itu kekayaan orang tua lo.Lo yang bakal warisin"ujar Zia.


"Ada benernya juga sih,tapi ngeliat lo sebagai sahabat gue yang baru SMA aja udah punya perusahaan.Gue jadi pengen bikin usaha sendiri deh Zi"ujar Neta.


"Permisi,ini pesanannya"


Zia yang hendak menyauti perkataan sang sahabat sedikit ditunda karena kedatangan Danil alias pak ketua kelas mereka yang datang mengantarkan makanan titipan mereka.


"Makasih pak ketu"ucap Neta.


"Thanks Nil,pantau terus anggota lo ya.Takut rusuh mereka"ujar Zia kepada ketua kelas mereka itu.


"Beres bos,serahkan pada Danil"ucap Danil,setelah itu cowok itu kembali ke salah satu meja tempat anggota kelasnya berkumpul.


"Kalau lo mau bikin bisnis sih boleh boleh aja,tapi menurut gue nanti aja pas udah lulus SMA"ujar Zia kepada Neta.


"Kenapa gitu?"tanya Neta.


"Alasannya yang pertama:Mulai bisnis sejak remaja itu taruhannya waktu buat remaja lo juga,lo gak bisa main semau lo lagi kalau udah punya bisnis yang harus lo hendle.Kedua,lo juga harus bisa bagi waktu buat belajar supaya gak ketinggalan disekolah sekaligus buat ngurus bisnis lo sebaik mungkin,karena kalau enggak antara sekolah lo yang bakal berantakan atau bisnis lo yang gak jalan dengan baik"Ujar Zia terlihat sangat serius menjelaskan kepada sahabatnya itu.


"Cuma dua itu aja?"tanya Neta


Zia menggelengkan kepalanya


"Bukan cuma itu aja,bangun bisnis juga harus punya mental yang kuat.


Dunia bisnis emang indah kalau diliat dari permukaan aja tapi bisa jadi menyeramkan kalau udah diselami lebih dalam,lo harus siap menghadapi kemungkinan terburuknya"lanjut Zia menjelaskan.


"Gitu ya?"tanya Neta.


"Emang gitu.Jadi kalau lo emang mau mulai berbisnis atau sejenisnya,pastiin dulu lo udah siap mental dan skill dulu minimal"ujar Zia kepada Neta.


Neta mengangguk mengerti mendengar penjelasan panjang sahabatnya itu, mungkin kalau orang yang gak kenal sama Zia pasti bakal nganggap kalau sahabatnya itu cuma anak SMA yang jago ngomong aja.Tapi buat Neta yang tau status Zia selain jadi anak SMA juga sebagai pemilik dan pimpinan perusahaan,ia tentunya akan mendengarkan nasehat sahabatnya itu dengan sangat seksama.Karena bisa ia gunakan dimasa depan jika ia benar benar ingin mulai membuka sebuah bisnis.