One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 279



Zia meletakkan gelas tehnya diatas meja dengan tenang kemudian menatap sosok yang kini duduk dikursi dihadapannya.Gadis remaja yang merupakan anggota termuda dari keluarga Antara ini tengah berada disebuah restoran mewah bersama dengan sosok laki laki yang baru minggu lalu Zia kenali sebagai sahabat baik mendiang mama kandungnya,sosok itu adalah tuan Dirga.


Masih ingat dengan kartu nama yang sempat diberikan oleh tuan Dirga kepada Zia saat dipesta perusahaan ANTARA GROUB,supaya Zia bisa menghubungi laki laki yang merupakan sahabat karib mendiang mamanya Zia itu? Zia benar benar melakukannya.


Tadi setelah jam makan siang,Zia menghubungi nomor yang tertera pada kartu nama yang diserahkan tuan Dirga itu dan menanyakan apakah sahabat karib mendiang mamanya itu bisa diajak bertemu serta kapan waktunya.


Mendapat telepon dari gadis remaja yang telah tuan Dirga nanti nantikan sejak ia memberikan kartu namanya untuk anak mendiang sahabat karibnya itu tentu membuat tuan Dirga senang.


Tanpa banyak babibu,tuan Dirga langsung mengosongkan dan membatalkan semua jadwalnya setelah jam makan siang supaya bisa bertemu dengan gadis remaja itu siang itu juga.Dan disinilah kedua orang berbeda usia itu sekarang.


"Bagaimana kabarmu nak?"tanya tuan Dirga memulai pembicaraan.


"Kabarku baik paman.bagaimana dengan paman sendiri?"Zia menjawab pertanyaan itu dan juga menanyakan balik kabar sosok laki laki seumuran dengan papanya itu.Zia juga memanggil tuan Dirga dengan panggilan paman sesuai dengan permintaan laki laki itu waktu itu.


Zia rasa sahabat karib mendiang mamanya ini adalah orang baik,jadi ia berfikir tak masalah menuruti dengan menggunakan panggilan itu.


"Kabar paman hari ini baik,sangat baik.Dan paman sangat senang akhirnya kamu menghubungi paman"ujar tuan Dirga sambil tersenyum.Sangat jelas sekali terlihat kalau laki laki itu tak bisa menahan rasa senang yang dirasakan.Bagaimana tidak senang?selain bisa akhirnya bisa bertemu kembali dengan remaja didepannya ini,tuan Dirga juga senang mendengar panggilan paman dari Zia.


"Paman tahu hal itu nak.Jadi apa yang ingin kamu dengar dari paman hm?ayo tanyakan semua yang ingin kamu tanyakan"ujar tuan Dirga kepada remaja perempuan yang kini duduk dihadapannya itu.


"Seperti apa mamaku diwaktu muda?


dan bagaimana kalian bisa saling mengenal?"Zia


Tuan Dirga langsung tersenyum setelah mendapatkan dua pertanyaan itu dari Zia


"Untuk sebuah permulaan,kamu pandai memilih pertanyaan bagus nak"puji tuan Dirga.


"Mau kuceritakan bagaimana paman dan mama-mu pertama kali bertemu?"tanya tuan Dirga dan gadis remaja didepannya itu langsung memberikan sebuah anggukan sebagai jawaban kalau dirinya ingin mendengar kisah itu.


Setelah mendapat perestujuan,tuan Dirga tak langsung bercerita.Laki laki itu terlebih dahulu meneguk kopi yang dirinya pesan,sebelum akhirnya mulai bercerita


"Awal pertemuan paman dan mama-mu bisa dibilang cukup seru.Kami berdua pertama kali bertemu karena sebuah ketidak sengajaan saat kami berdua tengah menjadi seorang mahasiswa dan mahasiswi disalah satu kampus di US.Masa masa dimana kami masih dua orang remaja yang mulai beranjak dewasa saat itu..."