
"Hm"saut orang yang datang itu ternyata adalah Lyn anak ketiga Antara.
"Baiklah mari kita lanjut mengintrogasi mereka"ujar Liona kembali menoleh kearah Neta dan Danil,entah kenapa gadis itu terlihat menyimpan rasa kesal yang lebih besar dibanding yang lain terhadap dua sahabat adiknya itu.
"Tunggu dulu,em kak itu sahabat saya enggak sebaiknya diantar kekamarnya aja ya?Dari pada nemplok dikakak mulu,kasian"ujar Neta.
"Ah iya juga ya"gumam Anna.
"Zia Zia ayo sana lo pindah kekamar, jangan tidur disini"ujar Anna membangunkan Zia yang masih memeluknya dengan posisi berdiri.
"Gak mau,Zia ngantuk tau"jawab Zia menolak pindah tidur kekamarnya seperti anak kecil.
"Heh bocah ayo sana kekamar,jangan ngeyel lo.Gak mungkin lo tidur sambil berdiri gitu"ujar Teo ikut berbicara.
"Oke tapi kak Anna"ujar Zia melepaskan pelukannya dari kak Anna kemudian menatap kakak angkatnya itu dengan tatapan memelas.
"Ngapain lo liatin gue pake muka melas gitu?"tanya kak Anna merasa curiga dengan tatapan adik angkatnya itu.
"Kakak Kelonin"rengek Zia bak anak kecil.
Semua hampir kakak kakaknya dan sahabatnya menganga mendengar perkataan dan melihat tingkah Zia mirip anak kecil yang sedang merengek itu.
"Heh bocah!,enak aja lo minta pacar gue buat ngelonin lo.Gue aja dia gak pernah mau ngelonin gue"ujar Teo tampak kesal.
"Iya iya kakak kelonin,tapi lo tidur dikamar ya"ujar Anna membuat Teo langsung cemberut mendengar jawaban pacarnya itu.
"Yang kok kamu mau mau aja sih ngelonin dia,Zia itu udah gede tau. Mending kamu ngelonin aku aja"ujar laki laki itu ikut merengek kepacarnya itu.
Anna langsung menepok jidatnya dan mendadak pusing melihat tingkah pacarnya yang gak punya malu itu,Teo gak sadar apa disana banyak orang.
"yang"rengek Teo lagi hendak mendekat kearah Anna tapi langsung terhenti setelah mendapatkan tatapan tajam setajam silet dari pacarnya itu.
"Lo diem disitu atau gue suruh Zia ngirim lo ke afrika"ancam Anna kepada pacarnya itu.
"Iya iya kali ini gue ngalah sama bocah"saut Teo tentunya terdengar tak iklas tapi mau gimana lagi, pemuda itu gak mau ldr-an sama sang pacar lagi.
"Ga,lo tolong urus mereka ya.Gue mau ngurus nih anak yang lagi mode bocah"ujar Anna ke Arga.
"Oke,tapi itu Zia lo kuat angkat emang?"saut Arga
"Hm bisa kok,udah biasa juga nih bocah kayak gini"ujar Anna langsung membawa sang adik angkat yang sudah hampir tertidur meninggalkan ruang tamu menuju kamar gadis itu.
"Adik aku itu emang sering mode bocah gitu kak Teo?"tanya Liona kepada Kak Teo.
"Iya Liona,emang sering gitu sih tapi seringnya kalau ke Anna doang.
"Kita gak terlalu kaget sih"gumamĀ Danil dan Neta pelan secara bersamaan tapi ternyata masih bisa didengar oleh yang lain.
"Maksud lo berdua?"tanya Rena penasaran.
"Mau kita ceritain gak Ren?"tanya Danil kepada Rena.
"Maulah,ayo duduk sini biar enak ceritanya.Gak usah sungkan anggap rumah sendiri"ujar Rena bak yang punya rumah kepada tamu,padahal mah dia sendiri juga tamu.
"Ren ini rumah gue atau rumah lo sih?"tanya Liona heran.
"Rumah lo sih tapi udah gue anggap rumah sendiri,eh sini lo berdua ayo duduk cepetan trus cerita"ajak Rena menarik tangan Neta dan Danil sehingga ketiganya duduk disofa tak peduli dengan tatapan beberapa orang yang berstatus sebagai tuan rumah yang asli.
"Dek ini alasannya kenapa kakak selalu nyuruh kamu nyari temen yang bener"ujar Arga kepada Liona.
"Iya kak,Lio sadar sekarang kenapa kakak bilang gitu"saut Liona.
Setelah itu keduanya tetap ikut bergabung dengan ketiga orang itu disusul dengan Teo dan Anna yang juga ingin mendengar cerita dari Danil dan Neta,sekaligus ingin mengintrogasi kedua orang itu.
Gia sendiri memilih untuk beranjak dari sana menuju ruang kerja dari pada bergabung dengan obrolan yang pembahasannya sama sekali tak penting itu,Lyn juga hampir sama tapi ia tak pergi keruang kerja tapi memilih kekamarnya saja mungkin.
Alasannya tak bergabung dengan obrolan itu bukan karena merasa itu tak penting melainkan karena ia ingin membersihkan dirinya saja karena habis bepergian keluar rumah, selain itu gadis itu juga tak suka mengobrol dengan orang orang yang menurutnya masih asing.
~Dikamar Zia~
Zia sudah terlelap dalam tidurnya, Anna terlihat memeluk gadis itu sambil menepuk nepuk pelan punggung Zia dengan pelan supaya tidur adik angkatnya itu semakin lelap dan nyenyak.
Setelah merasakan pelukan adik angkatnya itu sudah melonggar barulah ia dengan perlahan beranjak dari atas tempat tidur gadis itu, Anna memperbaiki posisi berbaring Zia serta posisi selimut gadis itu hingga terasa lebih nyaman.
"Cup,tidur yang nyenyak putri kecilnya mama Celine"kata Anna setelah terlebih dahulu mengecup kening adiknya itu.
Anna memperhatikan sekeliling kamar Zia itu dengan sangat seksama, matanya terfokus pada kalender kecil yang terletak diatas nakas.Ia mengambil kalender itu kemudian melihat tanggal hari ini yang terlihat sudah dilingkari oleh spidol warna merah dan terdapat tulisan disana.
the departure day of my mom artinya hari kepergian mamaku
Wanita itu terlihat sedih membaca tulisan itu,tanggal itu seharusnya ditandai sebagai hari kelahirannya Zia.Tapi adiknya itu tak melakukan nya dan memilih menandai tanggal itu dengan hari kematian mama kandung nya.
*Orang sebaik dan setegar kamu seharusnya wajib mendapat kebahagiaan dan kasih sayang yang sejak dulu kamu impikan dek,dan sebaliknya kamu gak berhak dapat semua penderitaan yang selama ini kamu dapatkan*batin Anna sambil menatap sendu kearah Zia yang sudah tertidur nyenyak.
Anna meletakkan kembali kalender kecil itu diatas nakas kemudian ia menyalakan lampu tidur yang masih terdapat diatas nakas itu lalu berjalan mendekat kearah saklar lampu,ia mematikan lampu listrik yang terang sehingga pencahayaan kamar hanya bersumber dari cahaya lampu tidur.
Anna berjalan kearah pintu kamar secara perlahan supaya suara langkah kakinya tak membangunkan Zia,Anna berhasil keluar dari kamar Zia tanpa mengusik sang pemilik kamar dan terakhir ia menutup secara perlahan serta hati hati pintu kamar Zia itu.
Setelah berhasil menutup pintu kamar Zia itu, saat berbalik ia sedikit terkejut dengan keberadaan anak ketiga gadis berwajah dingin keluarga Antara.Siapa lagi kalau bukan Lyn anak dari tuan Renal Antara dan nyonya Sela Antara.