
Semua anggota keluarga Antara-Tuan Renal,Lyn,dan Zia saat ini tengah berkumpul bersama diruang keluarga.
Mereka semua berkumpul disana bukan untuk bersandagurau menghabiskan waktu keluarga seperti biasa, melainkan karena kabar yang sudah menyebar luas dipublik saat ini berkaitan tentang sang anggota keluarga termuda.
Tap...tap...tap...suara langkah kaki terdengar mendekat kearah mereka, itu adalah tuan Renal Antara yang baru saja pulang dari kantornya.
"Maaf papa sedikit terlambat,papa baru saja selesai meeting saat membaca pesan dari mama kalian"ucap laki laki itu,langsung mengambil posisi duduk disamping sang istri.
"Gak masalah Pa,Arga sama Gia juga baru datang kok"ujar Arga mewakili anggota keluarganya yang lain.
Renal melihat satu persatu anggota keluarganya yang ada disitu,kurang dua orang batinnya.
"Dimana Lyn dan Zia?"tanya Renal kepada istri dan anak anaknya yangblain.
"Kak Lyn masih belum pulang ngampus pa,kalau Zia lagi tidur dikamarnya" ujar Liona menjawab pertanyaan sang papa.
"Jam segini udah tidur,Zia kurang enak badan?"tanya Tuan Antara.
"Enggak kok pa,adek palingan kecapean. Soalnya sahabatnya main kesini tadi"jawab Liona.
"Zia udah tau soal berita itu?"tanya Sang papa.
"Kayaknya belum pa,soalnya tadi pas ngobrol sama mama,si bungsu masih keliatan santai aja"ujar Sela menjawab pertanyaan suaminya.
Huf...tuan Antara terlihat menghela nafas lega
"Bagus kalau begitu"ucap papa lima anak itu.
"Emangnya kemarin papa gak suruh orang buat mencegah berita itu dirilis apa?"tanya Gia.
"Udah kak,tapi ya gak semua yang bisa papa stop"ujar Renal menjawab pertanyaan anak gadis tertuanya itu.
Disisi lain,mobil milik Lyn terlihat memasuki area garasi dan terparkir dengan rapi disana.Gadis itu langsung turun dari mobilnya sambil menenteng tas kuliahnya.
Tap...tap...tap...langkah kaki terdengar mendekat kearea ruang keluarga,semua anggota keluarga yang berada disana langsung menoleh melihat siapa yang datang.
"Lyn,kamu udah pulang nak?"tanya Sela kepada putrinya itu.
Lyn tak berniat sedikitpun menjawab pertanyaan mamanya,gadis itu hanya berhenti sebentar diruang keluarga guna meletakkan tas miliknya kemudian langsung melangkah dengan terburu buru menuju kearah tangga lalu menaikinya dengan cepat.
"Kak Lyn kenapa buru buru gitu ya?" tanya Liona.
Semua anggota keluarganga menggeleng tanda tak tahu.
"Kita ikutin aja yuk"ajak Arga kepada semuanya.
Tanpa menjawab,semua anggota keluarga yang ada disitu langsung berdiri dari tempat masing masing mengambil langkah untuk menyusul Lyn.
Sedangkan Lyn sendiri melangkah dengan cepat dan berhenti tepat didepan pintu kamar saudari termudanya,dengan perlahan gadis dingin itu membuka pintu dan kemudian memasuki kamar itu.
Pemandangan pertama yang dilihat Lyn saat memasuki kamar itu adalah Zia sang adik yang tengah terlelap tidur diatas tempat tidur,wajah tidur adiknya itu terlihat imut,lembut,dan manis serta polos karena tidak menggunakan MakeUp apapun.
Mencoba menghiraukan pemandangan yang imut itu,Lyn kembali fokus ketujuan awalnya datang kekamar adiknya itu.Yaitu mencari keberadaan benda persegi panjang yang merupakan alat komunikasi masa ini,apa lagi kalau bukan telepon genggam alias HP.
Lyn memilih mencari benda itu diarea meja belajar adik bungsunya itu,saat ia sangat fokus mencari sampai tak sadar kalau ada pergerakan diatas tempat tidur dibelakangnya.
Kelopak mata Zia mulai terbuka perlahan akibat merasa terganggu dengan suara grasak grusuk disekitarnya dan dengan kelopak mata yang masih susah untuk dibuka,gadis itu bergerak untuk duduk.
"Kakak ngapain?"ujarnya.
"Eh"Lyn sontak langsung berbalik karena kaget dengan suara dari arah punggungnya,ia kaget melihat adiknya yang sudah terbangun kini menatap kearahnya sambil mengucek ngucek mata.Tapi Lyn dengan segera menormalkan ekspresi kaget yang sempat ia tunjukkan menjadi wajah datar tanpa ekspresi miliknya,gadis itu melangkah mendekat kearah Zia.
"Mana Hp lo?"tanya Lyn datar kepada Zia.