One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 314



Ken tengah berbaring diatas kasurnya,mantan kapten basket SMA HANTARA itu nampak bermenung mengingat kejadian tadi sore saat dirinya mengantar Liona yang berstatus sebagai kekasihnya untuk pulang.Ia mengantar Liona pulang setelah keduaanya pergi nonton bioskop bersama karena Zia memberi mereka tiket nonton bioskop sebagaj hadiah jadian.


Meski merasa agak terpaksa diawal tapi Ken mengakui kalau dirinya cukup senang sekaligus menikmati waktu kebersamaannya dengan Liona saat dibioskop tadi,tapi rasa senang itu langsung lenyap setelah Ken menyaksikan sebuah moment diteras kediaman keluarga ANTARA yang membuatnya panas melihatnya dari dalam mobil.


Flasback___


Untuk pertama kalinya akhirnya mobil Ken terlihat memasuki area gerbang kediaman ANTARA,ini moment langka karena sebelum sebelumnya meski terbilang cukup sering mengantar Liona pulang tapi Ken hampir hanya akan mengantar Liona sampai depan pintu gerbang saja.Jarang banget tuh sampai masuk kearea pekarangan kediaman Antara.


"Ini gak apa apa nih mobil aku masuk kedalam gerbang?"tanya Ken pada Liona.


"Gak apa apa kok,pacarnya kak Gia aja selalu bebas keluar masuk melewati gerbang.Kamukan pacar aku Ken,jadi gak akan jadi masalah"jawab Liona yang duduk disebelah Ken.


"Bagus deh kalau gak apa apa,tapi aku nganter kamu cuma sampai depan teras aja ya.Jangan sampai masuk,


masih belum sanggup aku berhadapan sama tuan Renal papa kamu"ujar Ken pada Liona,yang dapat anggukan dari gadis itu.


"Kayaknya lagi ada tamu,yang satu mobilnya kak Jevan pacarnya kak Gia.Yang satunya gak tau punya siapa,tapi kayak masih familiar gitu"ujar Liona yang melihat dua mobil yang terparkir didepan mereka.


Beberapa detik kemudian Ken langsung menginjak remnya tiba tiba membuat mobik berhenti mendadak,Liona yang duduk disebelah nampak terkejut dengan tindakan Ken itu.


"Kenapa tiba tiba berhenti?"tanya Liona pada Ken,namun Ken tak menggubris karena terpaku dengan pemandangan diteras rumah.


Melihat Ken yang nampak terpaku menatap sesuatu membuat Liona mengikuti arah pandangan kekasihnya itu dan gadis melihat didepan teras utama terlihat Raka dan Zia yang tengah berpelukan erat serta terbilang lama.Keduanya baru melepaskan pelukan itu saat menyadari kedatangan Ken dan Liona,


atau lebih tepatnya tersadar saat Ken membunyikan klakson mobilnya.


Flasback off___


Memngingat bagaimana lancangnya Raka memeluk erat Zia membuat Ken benar benar ingin menghajar cowok itu hidup hidup,tapi Ken ingat kalau ia tak boleh melakukan itu jika tak mau imagenya hancur didepan Zia.


"Akh...Awas aja,gue bakal hajar lo habis habisan setelah Zia jadi milik gue Raka"gumam Ken menggeram.


Disisi lain,Liona tengah mengunjungi kamar Zia.Liona mengunjungi kamar adiknya itu karena ingin menanyakan sesuatu,tapi lima belas menit sudah ia berada disana namun Liona masih belum bisa mengajak Zia bicara karena adiknya itu masih terlihat sibuk melakukan sesuatu dengan laptop dipangkuan.Liona berbaring telentang diatas kasur tempat tidur Zia,gadis itu tengah memikirkan tentang reaksi sang pacar tadi sore saat melihat Raka dan Zia berpelukan diteras.Masih terekam jelas dibenak Liona saat melihat Ken mencengkaram erat setir mobil dan pandangan tak suka dari pacarnya itu,Liona menggeleng sendiri membuang segala pikiran negatif yang mulai merasuki pikirannya.


"Masih lama selesainya kerjaan lo itu dek?"tanya Liona yang telah muak diacuhkan oleh sang adik.


Zia nampaknya benar benar tak bisa beralih dari laptopnya sekarang.


"Ekhem tadi ngapain Raka kesini?kamu yang ngajak dek?" tanya Liona pada Zia.


"Enggak,bukan gue yang ngajak.Dan Raka kesini karena hp gue mati gak bisa dihubungin,sedangkan dia mau ngasih tau titipan pesan dari Rindi buat gue.Makanya Raka kesini"jawab Zia tanpa menatap lawan bicaranya.


"Raka berani gitu datang kesini tanpa ngasih tau lo dulu,trus reaksi lo pas liat Raka datang gimana dek?


Mama papa juga gimana?mana ada kak jevan juga tadi"tanya Liona.


"Reaksi gue kaget sih pasti,tapi kalau mami sama papi dan kak Jev sih gue gak tau reaksi mereka awalnya gimana.Pas awal Raka datengkan,gue juga gak disini tapi kayaknya mami sama papa selow aja tuh.Buktinya Raka sama Papa lagi asik main catur bertiga sama kak Jev,mana sambil ketawa ketiwi juga"jelas Zia.


"Gitu ya"gumam Liona setelah mendengar jawaban dari sang adik.


"Lo sendiri gimana Lio,kan lo habis nonton bioskop bareng pacar lo?Mana diantar pulang lagi sampai dalam gerbang,biasanya jarang tuh"Zia balik bertanya pada Liona.


"Ya gitu deh seneng,soalnya meski sering pergi bareng Ken.Sebelumnya setiap gue ajak Ken nonton pasti doi nolak,entah kenapa"jawab Liona


"Tapi yang kakak masih heranin tuh, kenapa ya Ken keliatan takut takut gitu nganterin kakak masuk gerbang padahalmah gak ada yang bakal nodong juga.Makanya tadi pas liat ada Raka datang kerumah ini trus tadi berani banget meluk lo diteras utama,gue jadi salut sama keberanian pacar lo itu"lanjut Liona sambil sedikit memuji Raka.


Zia mendongak sejenak menatap Liona


"Raka-kan emang terkenal disekolah sebagai ketua osis yang sekarang udah jadi mantan ketua,dia gak ada takutnya.Bahkan kata Neta,pacar gue pernah debat sama kepsek gara gara menurut gak setuju sama program sekolah yang disusun kepsek karena banyak murid HANTARA yang gak setuju sama program itu"ujar Zia pada saudarinya itu.


"Iya sih,gue inget tuh itu kejadian.


Pas masih kelas dua itu kejadian, trus Raka juga baru sebulan menjabat jadi ketua osis.Untung setelah diskusi empat mata,pak kepsek sama pacar lo nemu jalan tengah trus damai mereka tuh.Dua hari berada panas banget disekolah karena peristiwa itu"Liona mengingat kejadian fenomenal dan sangat menggemparkan dilingkungan sekolah pada saat itu.


"Makanya jangan heran kalau Raka berani datang berkunjung kesini.


Lagi pula papa sama yang lainkan udah kenal sama Raka sejak pesta perusahaan waktu itu,trus dia sering ngunjungin gue di RS pas sakit.Jadi gak bakal canggung canggung amat kalau Raka ngobrol sama mereka kalau gue lagi gak ada"ujar Zia.