One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 55



"Sudah membuat janji dengan Zia?ah jangan tersinggung ya,kakak hanya ingin bertanya"ujar Arga.


"Saya paham kok kak"ujar Neta mengatakan dia tak akan tersinggung.


"Saya tadi sudah menghubungi Zia sebelum kesini untuk memberitahunya kalau saya menjemputnya pagi ini"jawab Neta dengan bahasa formal mengikuti gaya bicara kakak laki laki Zia itu.


Arga menganggukkan kepalanya petanda paham dengan jawaban yang diberikan oleh sahabat adiknya itu.


Tap...tap...tap...suara sepatu Zia beradu dengan lantai terdengar menggema saat gadis itu menuruni tangga,Neta dan kakak kakaknya Zia memperhatikan gadis itu yang datang berlari buru buru mendekati meja makan.


"Pa...pagi semua hah..hah..hah..."


Zia menyapa semua yang ada dimeja makan itu,gadis itu terlihat berusaha menstabilkan nafasnya yang  terlihat terengah-engah.seragam sekolah gadis itu juga belum terpasang rapi mulai dari almamater yang belum dipakai dan dasi yang juga belum dipakai,dasi dan almamaternya masih ditenteng oleh gadis itu bersama dengan tasnya dikedua tangannya.


Neta bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekat kedekat sahabatnya itu dan plak...sebuah geplakan langsung mendarat dikening Zia,keempat kakak gadis itu terkejut dengan perbuatan sahabat sibungsu mereka itu.


"WOI ANjhm.."Zia langsung menutup mulutnya sendiri dengan tangannya saat hampir saja mengeluarkan kata umpatan didepan Keempat kakaknya.


"Ta kok gue digeplak sih"protes Zia dan Plak...AW..dia balas menggeplak kening Neta membuat sahabatnya itu mengaduh kesakitan.


"Impas"ujar Zia senang berhasil membalas dendam,ia menaruh tasnya dilantai kemudian memakai almamater sekolahnya.


"Impas apaan,orang lo geplak gue lebih keras"ujar Neta protes tak terima kalau Zia menganggap impas.


"Gak usah protes lo,tolong dasi gue"pinta Zia mengulurkan dasi ke Neta untuk dibantu memasangkannya, jangan lupa kalau dia tidak bisa memasang dasi.


"Dasar bocil lo!masang dasi kayak gini aja gak bisa,nyusahin tau gak"dumel Neta tapi tetap saja tangannya sibuk memasangkan dasi pada kerah seram sekolah Zia.


"Heh!jangan panggil gue bocil ya,umur kita cuma beda dua bulan doang"ujar Zia.


"Tetep aja gue yang lebih tua"saut Liona.


"Tapi tinggah lo lebih bocil dari gue"balas Zia.


"Yaudah kalau gitu kita sama sama bocil aja gimana?lo bocil satu,gue bocil dua"tawar Neta mengulurkan tangannya untuk membuat kesepakatan.


"Oke deal"ujar Zia setuju membalas jabat tangan Neta,keduanya saling tatap dan HAHAHA...keduanya tertawa terbahak bahak karena merasa lucu dengan kesepakatan konyol mereka.


"Lo berdua ngapain sih?"tanya Liona kepada dua gadis itu membuat tawa Neta dan Zia terhenti kemudian menoleh kearah meja makan.


"Yaampun gue lupa lagi dirumah orang"gumam Neta pelan.


*Gue baru sadar anying,empat kakak gue ada dimeja makan*ujar Zia dalam pikirannya.


"Gak papa"jawab Zia dan Neta kompak.


Keduanya langsung menghentikan tingkah konyol mereka tadi bersikap cool.


"Kakak ku sekalian,Zia pamit duluan ya berangkat bareng Neta soalnya" pamit Zia untuk pergi berangkat kesekolah.


"Mobil lo emang kemana dek?"tanya Liona kepada Zia.


"Ada digarasi"jawab Zia


"Rusak?"tanya Liona


"Enggak baik baik aja,emang kenapa?" jawab Zia kemudian bertanya balik.


"Gak papa,cuma kakak heran aja kamu dijemput sama Neta"ujar Liona.


"Ooh,eh iya juga ya"Zia sadar akan sesuatu dan langsung menoleh kearah Neta.


"Ooh ada,sini deketan"pinta Neta menarik Zia lebih dekat kepadanya, kemudian Neta membisikkan sesuatu didekat telinga Zia.


Arga,Gia,Lyn,serta Liona heran dan sedikit penasaran apa yang Neta bisikkan kepada Zia sampai sampai bunsunya Antara itu mangut magut serta mengeluarkan berbagai ekspresi.


"Sumpah!oh ya!"ujar Zia heboh setelah Neta selesai membisikkan sesuatu padanya.


"Iya,makanya gue jemput lo kesini"saut Neta.


"Wah emang harus cepet kesekolah nih kita"ujar Zia langsung memakai tas sekolahnya dipunggungnya.


"Kalian ngomongin apa sih?"tanya Arga kepada dua gadis SMA itu.


"Maaf kak Arga ku yang paling ganteng dikeluarga Antara setelah papa Renal"ucap Zia


"Bukan maksud tak mau menjawab atau merahasiakan sesuatu tapi ini adalah salah satu topik rahasia rahasia dari persahabatan Zia dan Shasa,jadi yang namanya rahasia tidak boleh ada yang tau"jelas Zia panjang lebar.


"Benar sekali,jadi maaf kakak semuanya"ucap Neta.


Membuat keempat orang didepan mereka semakin penasaran dengan pembicaraan mereka.


"Kalau begitu kita pergi dulu"Zia pamit sekali lagi langsung menarik tangan Neta untuk segera pergi meninggalkan area meja makan itu.


"Saya pamit dulu kak"pamit Neta cepat kepada keempat kakak dari sahabatnya.


"Woi pelan pelan,sakit tangan gue"ujar Neta ke Zia.


"Kita harus cepet"ujar Zia tak peduli masih terus menarik tangan Neta sampai keluar dari kediamannya dan sampai didekat mobil Neta terparkir,baru Zia melepaskan tangan sahabatnya itu.


"Siapa yang bakal nyetir?"tanya Neta ke Zia.


"Lo lah,inikan mobil lo jadi lo yang nyetir"jawab Zia.


"Iya juga ya,yaudah ayo masuk"ujar Neta.


"Oke"saut Zia.


Kedua gadis SMA itupun masuk kedalam mobil milik Neta,dimana Neta yang duduk dikursi pengemudi sedangkan Zia duduk dikursi sebelah sahabatnya itu.Mobil menyala dan mulai melaju menuju pagar kemudian meninggalkan kawasan kediaman keluarga Antara.


~Dimeja makan~


"Lio"panggil arga kepada saudari ketiganya.


"Ya kak Arga ada apa?"saut Liona.


"Itu yang namanya Neta tadi,sejak kapan sahabatan sama Zia?"tanya Arga kepada Liona.


"Dari hari pertama Zia masuk ke SMA Hantara kak"jawab Liona kepada kakak tertuanya itu.


"Sejak hari pertama?"tanya Arga ragu dengan kebenaran jawaban sang adik.


"Iya kak sejak hari pertama,soalnya Zia ngenalin Neta ke aku sama Rena juga itu pas jam istirahat waktu dia pertama masuk sekolah di Hantara.Dan Zia bilang Neta itu sahabat sekaligus teman satu bangkunya dikelas"jelas Liona meyakinkan kakaknya kalau ia tak berbohong.


"Kenapa lo sibuk banget sih ngurusin itu anak mau sahabatan sama siapa?bukan urusan kita"ujar Gia terdengar tak suka kalau kembarannya itu terlihat sangat peduli dengan gadis yang ia anggap pengganggu dikeluarganya itu.


"Lio setuju dengan pertanyaanya kak Gia kali ini,kok kakak kayak gak yakin sama heran gitu sih?"tanya Liona.sedangkan Lyn yang masih ada disana hanya duduk tenang menjadi pendengar aja,tanpa punya niatan sedikitpun untuk bergabung dalam topik pembahasan kakak dan adiknya itu.


"Bukannya kakak terlalu ngurusin Zia,tapi yang kakak tau dari Teo slah satu orang kepercayaannya Zia.


Zia itu bukan tipe remaja yang suka berteman akrab dengan orang lain apalagi yang namanya sahabat,makanya kakak rada kaget Zia udah punya sahabat disini padahal baru beberapa hari"jelas Arga kepada adik adiknya itu.