
Tuan Renal sejak tadi terus mondar- mandir didepan kamar putri bungsunya menunggu dokter yang sedang memeriksa dan memastikan kondisi putri bungsunya didalam sana,raut wajah laki laki paruh baya itu tampak sangat sangat khawatir dan cemas.Renal bahkan tak mempedulikan istri dan anak anaknya yang lain yang sejak tadi memintanya untuk diam dan menunggu,pikirannya kini hanya terfokus pada putri bungsunya.
Ceklek...pintu kamar milik Zia terbuka dan keluarlah seorang dokter perempuan dari dalam sana,dengan segera tuan Renal menghampiri dokter itu untuk bertanya bagaimana kondisi putrinya.
"Bagaimana kondisi putri bungsu saya dokter?"tanya tuan Renal harap harap cemas.
"Kondisi putri anda baik baik saja tuan Renal"jawab dokter itu permulaan.
"Kalau baik baik saja,bagaimana mungkin adik saya bisa pingsan tiba tiba dok?"Lyn yang bertanya membuat seluruh atensi tertuju padanya.
"Kondisi adik nona saat ini memang sudah baik baik saja nona,nona muda pingsan kemungkinan besar diakibat karena terlalu kelelahan dalam beraktivitas fisik.Ditambah..."sang dokter menjeda perkataannya sebentar.
"Ditambah apa dokter?cepat beritahu kami"desak tuan Renal tak sabaran, sampai sampai nyonya Sela harus mengusap pundak suaminya itu supaya sabar.
"Ditambah sepertinya nona muda sedang mungkin sedang banyak beban pikiran akhir akhir ini,kedua hal itu dapat membuat kondisi seseorang drop secara tiba tiba seperti yang dialami putri tuan saat ini"jelas bu dokter.
"Oleh sebab itu,tuan dan nyonya harus memastikan putri bungsu kalian untuk bisa beristirahat dengan cukup.Serta jangan sampai terlalu memporsir diri dalam berkegiatan,itu saja"lanjut sang dokter.
"Baik dokter,akan saya pastikan itu"saut tuan Renal.
"Baiklah kalau begitu saya permisi,
nona muda sudah sadar dan sedang beristirahat sekarang akibat efek obat yang saya berikan pada infusnya.Nanti beberapa saat setelah nona muda sadar,tolong berikan bubur untuk mengisi perutnya.Sekali lagi saya permisi tuan nyonya"pamit dokter itu undur diri dari sana.
"Iya dokter silahkan,terima kasih sudah memeriksa putri bungsu kami"ucap nyonya Sela kepada dokter tersebut.
"Mari saya antar dokter"ujar Arga mengantar dokter itu kedepan.
"Mama tolong buatkan bubur untuk Zia nanti saat sudah bangun ya"ujar laki laki itu pada istrinya.
"Iya pa,mama akan buatkan"saut nyonya Sela mengiyakan.
"Gia,kamu sama Liona pergi kekamar kalian masing masing untuk bersih bersih.Dan untuk Lyn.."belum sempat selesai ia bicara namun sudah dipotong terlebih dahulu oleh anak ketiganya.
"Aku akan menjaga Zia"jawab Lyn sambil menatap datar papanya(itu sudah biasa)
"Tapi kamu juga harus bersih bersih selepas bermain dipantai tadi sayang"ujar sang mama.
"Aku tidak bermain tadi"jawab Lyn seadanya.
"Khem baiklah kamu boleh jaga adik kamu disini,tapi tidak apakan kami tinggal sebentar untuk bersih bersih?"tanya Renal memastikan.
"Hm"Lyn hanya berdehem saja.
Setelah itu tuan Renal,nyonya Sela,
beserta Gia dan Liona beranjak menjauh dari sana meninggalkan Lyn sendirian didepan kamar Zia.
Lyn beranjak dari posisinya yang tadi duduk bersila dilantai villa,
melangkah perlahan memasuki kamar adik bungsunya itu.
Zia yang berbaring lemah diatas kasur tempat tidur dengan selang infus yang terpasang tangan kiri, itulah hal yang dirinya lihat saat memasuki kamar sang adik.Dalam hati Lyn bertanya tanya,sebegitu kelelahannya kah adiknya itu sampai sampai jatuh pingsan seperti tadi dan harus menggunakan selang infus itu pula.Pertanyaan itu muncul karena ia cukup tahu kalau hanya karena kelelahan biasa,seseorang tidak akan sampai membutuhkan alat itu.Namun Lyn memutuskan untuk mengabaikan dan menyimpan pertanyaan yang muncul diotaknya sendiri,karena ia yakin tidak akan ada hal buruk yang akan terjadi.Bukankah Seharusnya Begitu?