One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 277



Arga kini tengah berdiri didekat pantri perusahaan,ia kini tengah mendengarkan ah bukan tapi tengah menguping beberapa karyawan papanya yang sedang bergosip tentang dirinya dan juga saudari kembarnya Gia.


Padahal niatnya tadi ingin menenangkan diri disalah satu tempat favorit para karyawan perusahaan ini tapi malah menemukan kumpulan orang kurang kerjaan yang tengah bergosip ria,jadilah akhirnya putra pertama tuan Renal itu menguping disana.


"Menurut kalian bagaimana dengan kandidat calon penerusnya tuan Renal?"


"Maksudmu tuan muda Arga dan nona Gia?"


"Siapa lagi menurutmu,tentu saja maksudnya kedua anak kembar tuan Renal itu.Tidak mungkin calon ketiga yang bahkan masih SMA itu"


"Aku hanya memastikan,tak usah ngegas gitu"


"Hei kenapa kalian malah bertengkar, ayo jawab pertanyaannya"


"Kenapa gak kamu dulu yang menjawab"


"Baiklah biar aku yang menjawab pertama,menurutku keduanya lumayan untuk saat ini tapi masih cukup jauh dari bayanganku"


"Aku sependapat denganmu,tapi jika disuatu saat nanti disuruh memilih pasti aku akan memilih nona Gia"


"Kau tak salah pilih?nona Gia yang galak itu?"


"Menurutku tidak galak tapi tegas, itu salah satu karakter penting yang harus dimiliki pemimpin.Lagi pula nona Gia akhir akhirnya semakin kooperatif kepada karyawan biasa seperti kita"


"Sebenarnya aku ingin memilih tuan muda Arga karena tuan muda sejak bergabung diperusahaan ini sangat ramah kepada kita tapi ya gitu"


"Gitu gimana?"


"Akhir akhir ini aku dengar dari rekan lain yang tak sengaja mendengar pembicaraan para atasan, rekan itu bilang kalau pekerjaan tuan Arga akhir akhir ini kacau"


"Ah yang itu,aku juga mendengarnya dan terjadi sebaliknya untuk nona Gia yang malah meningkat pesat.Entah apa yang terjadi"


"Begitu ya,sungguh sangat disayangkan"


"Tapi lebih disayangkan lagi putri bungsu tuan Renal yaitu nona muda Zia yang ternyata lebih baik diantara kakak kakaknya malah menolak untuk menjadi penerus perusahaan ini.Padahal dilihat dari profil perkembangan perusahaan keluarga mendiang ibu kandungnya, perusahaan itu berkembang pesat sejak berada ditangannya"


"Kamu pakai nanya lagi,sudah jelas pastinya karena rumor jahat tentang ibunya itu.Saat identitasnya ia sembunyikan dan tidak terlibat dalam urusan bisnis keluarganya saja masih aja ada mulut kotor yang mengatakan dirinya hanya ingin memanfaatkan ayahnya yaitu tuan Renal,apalagi kalau sampai dia memilih untuk terlibat.Apa gak makin makin tuh"


"Sependapat denganmu,padahal mah mana ada sih yang tidak tertarik menjadi pewaris perusahaan sebesar ini.Meski sedikit pasti ada tapi kurasa nona muda Zia tak mau mengambil resiko lebih mengingat statusnya sebagai putri dari istri kedua ayahnya,sungguh disayangkan"


"Ya sungguh disayangkan"


Sudah Cukup!Arga tak mau mendengar lebih banyak lagi,laki laki itu akhirnya berangsur mundur dari tempatnya dan berbalik lalu berjalan menjauh dari tempat itu tanpa sepengetahuan sekumpulan karyawan yang masih saja lanjut bergosip itu tanpa tahu salah satu nama yang mereka sebut dalam gosipan mereka itu menguping sejak tadi.


"tuan muda Arga,disini lo rupanya.


Gue cariin dari tadi"


Arga menatap kembarannya itu dengan wajah kusutnya


"Ngapain lo nyariin gue,biasanya gue yang selalu nyariin lo?"tanya Arga


kepada Gia.


"Mau ngajak pulang"jawab Gia.


"Pulang?ini masih jam kerja Gia,Apa kata karyawan lain kalau ngeliat kita pulang duluan.Masih kehitung siang nih"ujar Arga kepada kembarannya itu.


"Papa yang nyuruh kita balik duluan"


Gia.


"Papa?"Arga


"Besokkan kita harus keacara wisuda dikampus,lo lupa atau gimana nih kalau besok lo resmi diwisuda?"ujar Gia kepada Arga.


"Lupa gue,yuk pulang kalau gitu"ujar Arga langsung saja merangkul kembarannya itu.