
Neta mengantri didepan stan penjual ice cream dimall yang ia datangi bersama Zia sahabatnya,gadis itu berada diantrian urutan kelima.
Butuh waktu menunggu beberapa lama supaya ia bisa sampai berdiri tepat didepan penjual distan ice cream itu.
"Mau pesan apa dek?"tanya penjual itu kepada Neta,Neta dipanggil adek mungkin karena melihat seragam sekolah yang masih melekat dibadan gadis itu.
"Ice Cream rasa Vanila satu,sama Rasa strowberynya satu"ujar Neta menyebutkan pesanannya.
"Mau ditaruh di Corne atau di Cup dek?"tanya penjual itu lagi.
"Cup aja"jawab Neta.
"Baiklah,tunggu sebentar"ujar penjual itu,terlihat pesanan Neta segera dibuat.
Lima menit Kemudian__
"Ini dek pesanannya,totalnya 86.000 rupiah"ujar penjual itu menyerahkan ice Cream pesanan pelajar perempuan yang menjadi pelanggannya itu, diletakkan diatas etalase kaca.
Neta menyerahkan pecahan uang merah seratus ribu
"Kembaliannya ambil aja mas"ujar gadis itu,sebelum akhirnya pergi beranjak dari sana sambil membawa kedua cup ice cream dikedua tangannya.
"Terimakasih dek"ucap penjual itu, meski pelanggannya itu sudah pergi terlebih dahulu dari sana.
*Rejeki anak soleh,sering seringlah dapet pelanggan kek gini*batin mas mas yang menjual ice cream itu.
Dengan kedua cup ice crem ditangannya,Neta berjalan menuju ke meja tempat dimana ia tadi meninggalkan sang sahabat.Dari jarak yang sedikit jauh,ia bisa melihat kalau sahabatnya itu tengah berbicara dengan seseorang melalui panggilan seluler.Itu terlihat dari bibir Zia yang komat kamit berbicara dan benda persegi panjang pipih yang merupakan ponsel genggam itu nampak menempel ditelinga kiri sahabatnya itu,Neta tak mempedulikan hal itu dan memilih melanjukan langkahnya.
"Gue lagi diluar Lio"
"...."
"Tadi pagikan gue udah bilang,kalau gue sepulang sekolah ada jadwal pertemuan sama orang"
"...."
"Lain kali aja ya"
"...."
"Iya,gue bakal datang kok keacara makan malamnya kak Gia"
"Eh udah dulu ya Lio,gue masih ada urusan penting nih"
"...."
"Ya,bai sampai jumpa nanti malam"
Zia mengakhiri panggilan telepon dari saudarinya itu terlebih dahulu, gadis itu meletakkan ponsel genggamnya kembali kedalam tas sekolahnya lalu langsung menerima Cup ice Cream rasa coklat yang disodorkan oleh sang sahabat.
"Siapa yang nelpon?pasti kakak lo Liona ya?"tanya Neta menebak.
"Hm"jawab Zia,Hap gadis itu memasukkan sesendok ice cream itu kedalam mulutnya.
"Eh btw lo cuma pesenin gue satu doang?"tanya Zia kepada Neta saat melihat kalau tadi sahabatnya itu hanya membawa dua cup ice crem saja.
"Gak boleh banyak banyak,gak sehat" ujar Neta menyauti pertanyaan sahabatnya itu.
"Apa katanya?kenapa Lio nelpon lo?"tanya Neta sedikit penasaran.
"Cuma nanyain gue gimana dan sejenisnya aja sih,trus nanyain gue datang apa enggak nanti diacara makan malam diluar yang direncanain sama kak Gia"jawab Zia sambil menikmati ice crem coklatnya dengan tenang.
"Emang saudari tertua lo itu ada apa sampai bikin acara makan malam diluar segala,iseng atau ada alasan lain?"tanya Neta lagi.
"Gue gak tau pastinya sih,tapi kalau menurut tebakan yang ditemukan sama otak gue sih,pasti ini berkaitan sama hubungan asmara dia sama kak Jevan"jawab Zia.
"Ooh"respon yang Neta berikan.
Setelah itu ia tidak bertanya apapun lagi,Neta dan Zia fokus menikmati makanan dingin nan lembut serta manis itu dengan hikmat.
Khususnya Zia yang memang sangat jarang bisa makan makanan kayak gini,soalnya dia itu memang harus mengontrol kesehatan setiap makanan maupun minuman yang masuk ketubuhnya.Ya meski kadang kadang diluar kontrok juga.
Zia dan Neta pulang dari mall setelah mereka menghabiskan ice crem yang mereka beli,Neta menyetir mobil sampai rumahnya.Dan dari rumah Neta, Zia yang menyetir mobilnya sendiri untuk kekantornya sebentar sebelum akhirnya pergi menuju kealamat restoran yang dikirim oleh sang saudari tertuanya beberapa saat setelah ia mengantar Neta pulang.