
"Bunda nelpon kamu karena mau nanya,kalau jadwal pemeriksaan kamu dimajuin sehari jadi besok gak apa apakan?"tanya dokter Linda.
"Loh kok jadwalnya dimajuin sih bun,ada urusan lainkah hari minggunya?"tanya Zia.
"Iya nih sayang,gak apa apakan?"tanya dokter Linda memastikan jawaban pasien kesayangannya itu.
"Iya bun gak papa kok,besok biar Zia izin gak masuk sekolah biar jadwal jamnya sama kayak yang hari minggu gimana?"jawab Zia.
"Eh jangan sampai bolos juga dong, pulang sekolah aja kamu datangnya. Bunda hari sabtu full dirumah sakit seharian kok"ujar Bunda Lin aka dokter Linda.
"Yaudah deh Bun,besok Zia datang sehabis pulang sekolah"ujar Zia.
"Kalau begitu bunda tunggu,sampai ketemu besok ya"ujar dokter Linda.
"Iya bunda,sampai jumpa besok"balas Zia.
Pembicaraan melalui telepon itu selesai,Zia mematikan hpnya kemudian membuka pintu kamarnya dan masuk kedalam kamarnya itu.
Gadis itu tak menyadari sejak awal kalau ada orang lain yang mendengarkan pembicaraannya tadi, orang adalah Liona kakak keempatnya Zia.Liona tadinya hendak keluar dari kamar tapi baru sedikit pintu kamar ia buka,gadis itu tak sengaja mendengar sang adik yang tengah mengangkat telepon dari seseorang yang Zia panggil dengan sebutan bunda.
*Bunda?siapa orang yang dipanggil Zia dengan sebutan bunda?gak mungkin mama karena Zia sendiri manggil mama itu pakai mami.Besok mau ketemuan lagi*batin Liona penuh tanya,gadis itu mengurungkan niatnya untuk keluar dari kamarnya dan lebih memilih untuk berada didalam kamar saja.
Kembali ke Zia_
Zia menggantung tas sekolahnya dengan rapi dibagian samping meja belajarnya,disana memang ada gantungan khusus untuk tas sekolahnya.Gadis itu mengambil handuk baru didalam lemari kemudian berjalan memasuki kamar mandi untuk mandi guna membersihkan keringat dan debu yang menempel ditubuhnya akibat aktivitas yang ia lakukan seharian, Zia memilih untuk berendam sebentar untuk merilekskan dirinya dari segala beban pikiran yang memenuhi otaknya.Gadis itu berendam dengan air sabun selama setitaran lama belas menit,kemudian ia beranjak dari bathub dan membilas dirinya dengan air yang mengalir dari shower.Zia keluar dari kamar mandi dengan sudah menggunakan baju lengkap yaitu celana panjang dan juga baju kaos lengan pendek, tangannya sibuk mengusap usap rambutnya dengan handuk kering guna mengeringkan rambutnya yang basah karena tadi ia juga sempat mengkeramas rambutnya.
Hah...Zia merebahkan dirinya diatas kasur empuk tempat tidurnya
"Padahal seharian gue gak ngelakuin pekerjaan berat trus tadi sempat tidur juga,tapi kok badan gue lemes dan berat banget ya kayak habis kerja berat?"gumam Zia pelan,gadis itu memejamkan matanya untuk beristirahat sejenak karena kelopak matanya sudah terasa sangat berat.
Arga berjalan menuju kearah ruang kerja milik kembaran perempuannya yaitu Gia,pria itu masuk keruangan tersebut tanpa izin atau mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Gia"panggil Arga menyebut nama kembarannya itu.
Terlihat Gia menoleh dan melihat kearah Arga
"Kenapa kebiasaanmu yang tidak pernah mengetuk pintu atau izin masuk keruangan orang lain tidak pernah hilang Ga"ujar Gia kepada Arga.
"Untuk apa aku melakkukan hal hal itu jika hanya sekedar ingin masuk keruangan kembaranku sendiri"saut Arga,pria itu duduk dikursi yang ada didepan sang kembaran yang tengah menatap jengah pada dirinya.
"Jangan menatap gue kayak gitu Gi,gue tau gue emang tampan.Tapi jangan sampai lo terpesona sama kembaran lo sendiri dong"ujar Arga dengan pedenya,laki laki itu mengusap rambutnya kebelakang.
"Dih pede sekali anda,orang yang terpesona sama muka pas pasan lo itu pasti lagi sakit mata"saut Gia sarkas.
"Terserah lo lah Ga,pusing gue.Trus lo ngapain keruangan gue?kalau cuma buat narsis mending lo keluar,gue sibuk nuntasin tahap terkahir skripsi nih"ujar Gia.
"Dih jaman sekarang masih jaman ya buat ngerjain skripsian?"tanya Arga
memasang muka songongnya.
"Gue tahu skripsi lo udah kelar tapi gak usah songong gitu muka lo,minta ditampol?!"ujar Gia.
"Dih baperan amat jadi cewek"ucap Arga.
"Cewek baperan wajarlah,emang lo cowok tapi masih sering baperan karena masalah sepele doang"ujar Gia ngegas
"Santai dong,kok lo mulai ngegas sih.Padahal gue kesini mau ada yang dibilangin ke lo"ujar Arga kepada kembarannya itu.
"Mau bilang apaan?cepet!"desak Gia
"Gue mau bilang kalau tadi papa nelpon,papa bilang bakal pulang sama mama minggu depan"ujar Arga.
"Yang bener lo,serius nih?"tanya Gia memastikan kembarannya itu tidak mengatakan informasi palsu.
"Benerlah,kalau gak percaya coba telepon mama atau papa.Habis itu tanyain deh"jawab Arga.
"Iya gue percaya"ujar Gia akhirnya percaya dengan omongan saudaranya itu.
"Tapi bagus deh papa sama mama pulang,gue capek ngurusin bocah dirumah ini"lanjut Gia.
"Dih dih...capek apaan lo?ngurus tiga bocah?sejak kapan mereka nyusahin lo?yang ada mereka yang susah karena sering kena omelan lo.Apalagi Zia yang sering lo jadiin asisten dadakan"ujar Arga julid kepada Gia.
"Gue gak pernah tuh jadiin bocah itu asisten dadakan,gak usah fitnah lo!" Gia membantah perkataan Arga itu tentang Zia.
"Gak usah ngeles lo,lo pikir selama ini gue diem berarti gue gak tau apa apa gitu?gue tau semuanya,Kalau enggak ngapain Zia repot repot sering nyusulin lo keperusahaan papa cuma buat sekedar jemput sama ngantar lo doang,trus sering antar jemput lo kekampus juga"ujar Arga,laki laki itu terkekeh pelan melihat reaksi kembarannya itu yang terlihat kaget karena ia mengetahui semuany.
"Ya itu karena.."Gia hendak membantah tapi perkataannya sudah dipotong terlebih dahulu oleh Arga.
"Karena apa?jangan bilang itu wajar karena kakak adek ya,gue itu kembaran lo Gia jadi gue tahu banget gimana sifat lo.Lo gak bakal semudah itu nerima Zia sebagai adik kita atau bahkan mau deket deket gitu ke Zia kalau bukan karena ada maksud terselubung didalamnya"ujar Arga
"Mana ada,lo aja yang terlalu berprasangka buruk ke gue"bantah Gia.
"Gue bukan berprasangka buruk Gia, tapi gue tau banget apa aja yang lo lakuin kalau lo benci sama seseorang.Ingat meski lo gak mau mengakuinya,Zia itu tetap saudari sedarah dengan kita meski beda ibu.
Gue gak bisa maksa atau larang lo buat ngelakuin apapun rencana yang ada didalam otak lo itu,tapi ingat jangan melakukan hal hal yang kelewat batas.Ada istilah yang namanya senjata makan tuan,wahai kembaranku sayang"ujar Arga.