
Mobil milik Teo melaju melewati gerbang dan memasuki pekarangan luas milik kediaman keluarga Antara kemudian berhenti tepat jalan beton didepan teras tempat pintu masuk utama kediaman mewah itu,Teo keluar dari mobilnya terlebih dahulu disusul dengan Zia setelahnya.
Teo membawa tas sekolah Zia yang berisi seragam dan buku pelajaran gadis itu yang digunakan hari kemarin ditangannya,sedangkan sang pemilik hanya menggenggam ponsel miliknya saja disalah satu tangannya.
"Kak lo ikut masuk ya,gue mau sekalian ngembaliin berkas yang kemarin lo kasih beberapa hari yang lalu ke gue.Soalnya udah selesai gue kerjain"ujar Zia kepada Teo.
"Okelah"saut Teo setuju.
Zia langsung mengajak Teo untuk masuk kedalam kediaman keluarganya.
"Lo duduk dulu kak,tunggu gue ambilin berkasnya bentar dikamar"mempersilahkan Teo duduk disalah satu sofa yang berada diruang tamu sedangkan ia langsung menuju kearah tangga untuk menuju ke kamarnya yang ada dilantai atas.
Teo mengikuti perkataan Zia dengan duduk disalah satu sofa ruang tamu keluarga gadis remaja itu,jujur saja Teo merasa sedikit aneh berada sendirian disana.
"Eh ada tamu"ujar seorang perempuan paruh baya datang menghampiri laki laki itu,itu adalah Sela nyonya besar keluarga Antara.
Melihat kedatangan wanita paruh baya itu,Teo langsung berdiri dari tempat duduknya dan segera membungkuk menyapa sambil memperkenalkan dirinya kepada wanita yang merupakan ibu tiri dari Zia itu.
"Selamat siang nona,saya Teo"ujar Teo dengan sopan.
"Oh kamu toh yang nama Teo,selamat siang juga nak Teo"sapa nyonya Antara dengan ramah,Sela sering mendengar nama pemuda itu disebut oleh suami dan Putranya tapi baru kali ini bertemu langsung dengan orangnya.
"Ayo duduk lagi"ujar Sela memersilahkan laki laki yang usiannya hampir sama dengan putra sulungnya itu untuk duduk kembali.
"Baik nyonya"ujar Teo kembali duduk.
"Tunggu,kalau nak Teo ada disini berarti Zia sudah pulang dong?"tanya nyonya Antara kepada Teo.
"Sudah nyonya,saya yang mengantarnya kesini.Dan saya diminta mampir sebentar"jawab Teo dengan kalimat formal.
"Terus Zianya mana?"tanya nyonya Antara lagi,menanyakan keberadaan anak bungsunya itu sekarang.
"Zia sedang izin kekamarnya sebentar nyonya,dia hendak mengambil berkas perusahaan yang sudah dia selesaikan untuk hendak saya bawa kembali keperusahaan"jawab Teo menjelaskan.
"Nak Teo saya mau nanya"ujar nyonya Antara kepada Teo.
"Kalau boleh tau,Anda mau bertanya apa nyonya?"saut Teo menanyakan apa yang hendak ditanyakan oleh nyonya besar Antara itu kepadanya.
"Memangnya urusan Zia kemarin penting sekali ya,sampai dia tidak bisa pulang semalam?"tanya nyonya Antara.
"Urusan Zia kemarin memang sangat penting nyonya"jawab Teo
"Kemarin Zia harus melakukan pertemuan dengan salah satu calon investor besar perusahaan dan setelah itu ia harus membuat rancangan program perusahaan untuk beberapa waktu kedepan"lanjut Teo
"Terus kemarin malam,Zia tidur dimana?Tempatnya amankan?"tanya nyonya Antara lagi.
"Zia menginap diapartemen khusus milik perusahaan dan kalau anda menanyakan aman atau tidaknya tempat itu?tentu saja keamanannya sangat ternyamin nyonya dan ada banyak petugas keamanan juga disana"jawab Teo dengan sangat lancar tanpa gagap sedikitpun.
"Baguslah kalau begitu,saya jadi tenang kalau Zia aman"ujar nyonya Antara.
"Nak Teo maaf kalau saya banyak bertanya,saya hanya memastikan putri bungsu saya benar benar aman saat sedang tidak ada dirumah"ucap nyonya Antara kepada Teo.
"Mami disini?"tanya Zia menghampiri kedua orang yang lebih tua darinya itu sambil membawa beberapa map ditangannya.
"Iya sayang,tadi denger ada yang datang dan setelah mami periksa ternyata ada tamu"jawab Sela menatap putri bungsunya itu sambil tersenyum.
"Nih kak,berkasnya"ujar Zia langsung menyerahkan semua map berisi berkas perusahaan ditangannya kepada Teo dan tentunya Teo langsung menerimanya.
"Baiklah kalau begitu saya pamit nyonya"ujar Teo izin untuk pamit dari sana.
"Cepat sekali,kami bahkan menawarkan nak Teo mau minum apa"ujar nyonya Antara.
"Tak perlu repot repot nyonya,saya harus segera pergi karena masih banyak pekerjaan diperusahaan yang menunggu saya"saut Teo.
"Zia laporan yang lain akan kakak kirim ke email kamu,kalau begitu kakak permisi dulu ya"ujar Teo kali ini ke Zia.
"Oke kak,hati hati lo dijalan"pesan Zia.
"Nak Teo lain kali mampirlah kesini lagi"ujar nyonya Antara.
"Baik nyonya,baik Zia.Permisi"ucap Teo,setelah itu pria itu langsung melangkah pergi meninggalkan ruang tamu keluarga Antara itu untuk kembali keperusahaan.
"Zia sudah makan siang?"tanya Sela kepada putrinya itu.
"Udah Mi,Zia udah makan Siang"jawab Zia melihat kearah maminya itu.
"Yasudah kalau begitu kamu kekamar kamu saja istirahat,soalnya mami denger dari nak Teo tadi katanya kamu sibuk banget"suruh Sela kepada sibungsu.
"Iya ma"saut Zia,gadis itu langsung menuruti perkataan maminya.Zia langsung beranjak dari ruang tamu kembali kekamarnya untuk istirahat.
Sela sendiri hanya tersenyum menatap punggung putrinya itu sampai benar benar tak terlihat lagi,barulah setelah itu ia mengalihkan pandangannya kesekitar sofa dan menemukan sebuah tas sekolah yang tergeletak diatas sofa.
Sela langsung mengambil tas itu
"Ini pasti tas sekolahnya Zia,pasti anak itu lupa membawanya kekamar"gumam Sela pelan,wanita paruh baya itupun memutuskan untuk mengantar tas sekolah putrinya itu kekamar pemiliknya.
Ceklek...Sela membuka pintu kamar sibungsu.
"Lo cepat banget tidurnya"gumam Sela melihat Zia yang sudah terlelap.
Setelah meletakkan tas putrinya itu diatas meja belajar,Sela mendekati tempat tidur putri bungsunya itu untuk memperbaiki posisi selimut yang digunakan Zia.
"Keningnya kok hangat"gumam Sela setelah tak sengaja menyentuh kening putrinya itu.
"Putri mami pasti sedang tidak enak badan,harus dikompres ini"gumam Sela kembali,wanita itu langsung bergegas pergi mengambil air kompresan dan juga kain untuk mengompres kening putri bungsunya itu supaya panasnya segera turun dan yang penting tak tambah parah.
Tak butuh waktu lama nyonya Antara kembali kekamar Zia membawa sebuah baskom kecil serta handuk kecil,kain kecil tadi mula mula direndamkan kedalam air hangat didalam baskom kemudian memeras airnya lalu kain kecil itu diperas,baru kemudian kain itu ditempelkan diarea kening putrinya.Zia sempat merasa sedikit terganngu saat kain basah itu menyentuh permukaan kulit keningnya namun tak lama gadis itu sudah kembali tidur nyenyak lagi,nyonya Antara melakukan hal itu berulang kali.
Barulah setelah itu nyonya Antara pergi meninggalkan kamar itu,untuk membiarkan putrinya itu istirahat dengan nyaman.