
Sesampai didepan kelas
"Bikin rusuh dulu ah"gumam Neta pelan tapi masih bisa didengar oleh Zia yang ada disebelahnya.
"HELLO GUYS,DUO CEWEK CAKEP DATANG" teriak Neta memasuki kelasnya,Zia yang datang bersamanya terlihat menutup rapat dua telinga dengan kedua tangannya seperti sudah tahu akan salah satu kebiasaan sahabatnya itu masuk kelas dengan gaya rusuh.
"BERISIK LO TA"ujar pak ketu ips 1
"Ye pak ketu,gitu amat sama cewek cakep"ujar Neta.
"Ta"panggil salah satu anak kelas ips 1 bernama Danang.
"Apa nang?"saut Neta.
"Tadi lo bilang duo cewek cakep datangkan?"tanya Danang.
"Iya kenapa emang?"saut Neta lagi.
"Kok yang gue liat cuma satu sih?satu lagi mana?"tanya Danang.
"Gue lah pake nanya lagi lo nang"ujar Neta dengan pedenya.
"Emang lo masuk kategori cewek cakep?"tanya Danang dengan tampang watadosnya,Neta yang mendengar perkataan teman sekelasnya itupun langsung menampakkan raut wajah cemberut dicampur kesal.
"Zia liat tuh Danang,masa gue dibilang jelek sih"ujar adunya pada sahabatnya itu,ia bergelayuatan dilengan Zia.
"Nang"panggil Zia menatap danang dengan wajah datar.
"Eh ampun bos,gue tadi cuma becanda kok sumpah"Danang langsung panik dan meminta maaf.
"Ngapain lo minta maaf?"tanya Zia
"Eh"Danang merespon dengan menampilkan wajah bingung.
Menyadari raut bingung teman sekelasnya itu,Zia langsung berbicara lagi.
"Gue manggil lo bukan mau marah,tapi cuma mau nanya sesuatu"ujar Zia yang membuat Neta yang tengah bergelayutan dilengannya ikut ikutan bingung.
"Nanya apa emang bos?"tanya Danang.
"Lo mau gue kasih hadiah apa?"ujar Zia mengajukan pertanyaannya kepada Danang.
"Kenapa lo mau kasih hadiah ke Danang Zi?"tanya Neta.
"Gue kasih hadiah ke Danang karena bilang gue cantiklah"jawab Zia langsung mengubah tampang datarnya tadi menjadi raut wajah yang cerah.
"HAH?!"bukan hanya Danang dan Neta saja yang kaget dengan perkataan Zia tadi tapi juga teman sekelas mereka yang lain.Tadinya mereka kira Zia akan marah karena secara tidak langsung Danang mengatakan Neta itu tak cantik ternyata cewek itu malah ingin memberi Danang hadiah karena mengatakan dirinya cantik,Neta sendiri yang merasa dirinya akan dibela oleh sahabatnya itu seketika membuang harapannya itu jauh jauh.
"Kok lo semua pada kaget sih?Ayo nang mau hadiah apa dari gue?"tanya Zia lagi ke Danang.
"Gak usah bu bos makasih hehehe"tolak Danang.
"Jangan gitu dong ayo jawab,gue lagi mau buang duit nih.Jadi apapun yang lo minta bakal gue kasih"ujar Zia mendesak teman kelasnya itu.
"Yakin nih apapun?kalau gue minta motor emang lo mau beliin"tanya Danang yang terdengar hanya bercanda saja,tapi respon Zia setelahnya kembali membuat satu kelas kaget.
"Oke lo mau motor"ujar Zia,setelah itu gadis itu langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo pak"
"......."
"Saya mau beli satu motor, harus dianter hari ini juga"
"......."
"apa,bisanya lusa?"
"Oke makasih pak,saya tutup dulu"
Zia mengakhiri pembicaraannya dengan orang yang ada ditelepon tadi kemudian menyerahkan ponselnya ke Danang.
Danang hanya diam saja saat Zia menyodorkan ponsel itu padanya.
"Ketik alamat rumah lo disini"suruh Zia.
"Eh iya"ujar Danang dengan hati hati meraih ponsel Zia dan mengetikkan alamat rumahnya disana meski merasa sedikit bingung.Setelah selesai Danang menyerahkan ponsel itu kepada pemiliknya.
"Besok lusa motornya udah ada dirumah lo,Nang"ujar Zia santainya,sementara seluruh teman kelasnya sontak menjatuhkan rahang masing masing melihat kejadian baru itu,kemudian tak lama kelas langsung heboh.
"Anjir,beli motor rasa permen dong"
"Beneran dibeliin"
"Danang dapet durian runtuh darimana woi!"
"Orang kaya mah bebas"
"Zia gue mau kalau gitu mah"
"Sahabat gue gini amat"
"Zia angkat aku jadi babumu"
"Ngakak jadi babu dong,tapi gue mau kalau bosnya loyal kayak Zia mah"
Macam macam lagi peekataan teman sekelasnya Zia,Neta hanya bisa mengusap mukanya kasar melihat tingkah sahabatnya yang kayaknya benar benar ingin membuang uang.
Bagaimana dengan respon Danang, jangan ditanya bocah satu itu hanya bisa bengong saja antara yakin tak yakin tapi keliatannya emang bener dia dapat motor baru.
Sedangkan tersangka utamanya hanya terkekeh saja melihat respon sahabat dan teman sekelasnya yang terlihat lucu dimatanya.
"Zi kok lo ngasih danang motor sih,padahal gue dikatain sama dia"ujar Neta protes ke Zia.
"Mobil lo juga nanti lusa bakal dateng"ujar Zia memberi respon.
"Hah mobil?maksudnya?"tanya Neta tak paham.
"Danang dapet motor karena muji gue cantik,lo gue beliin mobil supaya gak ngambek lagi"jelas Zia lagi lagi membuat sahabat dan teman sekelasnya kaget dan kembali heboh.
"Udahlah,depresot gue punya sahabat kayak lo Zi"
"Gila!dalam hitungan menit beliin orang mobil sama motor baru"
"Gue juga mau dong bu bos!"
"Zia rekening gue berdebu loh,gak mau diisiin juga"
"Zia butuh beban hidup gak?"
"Udah udah,lo semua kalau mau datang kekantin aja.Habisin itu dagangan satu kantin,ntar gue yang bayar"ujar Zia berjalan ke bangkunya sambil menarik tangan Neta yang masih bengong.sedangkan teman teman satu kelasnya langsung bersorak hore mendengar Zia yang mengatakan akan mentraktir mereka sepuasnya dikantin,pada seneng dapat makanan gratis.
Padahal nih ya kalau dilihat dari segi ekonomi,murid murid penghuni kelas ips 1 itu gak ada yang susah satupun.Meski gak semua yang tergolong masuk jajaran orang kaya tapi ekonomi keluarga murid murid dikelas itu masih dihitung pada mampu dan stabil semua,ya tapi meskipun begitu yang namanya tawaran makan gratis atau traktiran tentu disambut sangat hangat oleh anak- anak muda ini.
'Kita bisa beli sendiri kalau mau,tapi traktiran dan gratisan lebih nikmat'itulah prinsip mereka bersama.
Mari kita tinggalkan kerusuhan anak anak kelas 12 ips 1 ini,sekarang kita beralih kekelasnya 12 ipa 2 yang merupakan kelas Liona.
Rena sejak tadi hanya bisa diam dengan benak yang dipenuhi tanda tanya melihat sang sahabat yang sejak tadi pagi terlihat tak bersemangat sama sekali,mata sahabatnya itu juga terlihat masih sedikit bengkak dan tentunya Rena tahu apa penyebabnya.
Rena sudah tau akan kejadian kemarin dari Liona langsung,sahabatnya itu menelponnya semalam sambil menangis menceritakan semuanya kepadanya tanpa ada yang dilewatkan sedikitpun.
*Padahal waktu itu gue kira cuma perasaan dan pemikiran overthinking gua aja,ternyata bener bener kejadian dong*ujarnya dalam hati,setelah mengetahui kisah percintaan sahabatnya itu yang terbilang miris dan menyedihkan. Liona yang ia tau sudah sejak lama naksir dengan Ken teman sekelas mereka juga tapi itu cowok malah naksir sama saudarinya sendiri,ini bisa dibilang cinta segitiga gak sih.Ya meskipun menurut pengamatan Rena sendiri dan keterangan dari Liona,Zia gak punya ketertarikan sedikitpun sama Ken.