
Istirahat___
Neta-Zia-Raka berjalan beriringan menuju kekantin,Raka memang datang kekelas kedua gadis itu supaya mereka bisa kekantin bersama sama.
Sesampai dikantin mereka bertiga duduk satu meja dengan Liona dan Rena,meski pada awalnya mereka hendak duduk dimeja lain namun Liona segera memanggil dan meminta mereka untuk duduk bersama didalam satu meja.Dan coba tibak siapa lagi yang ada dimeja itu selain mereka berlima,yap ada dua orang lagi yaitu Ken dan Juna disana.Kedua orang itu atau lebih tepatnya Ken-lah yang tanpa izin bergabung dimeja yang sama dan tentunya Juna hanya mengikuti kawannya itu saja.
Posisi duduknya adalah disisi pertama ada Ken-Liona-Rena-Juna sedangkan disisi meja lain terdapat Zia-Raka-Neta,sialnya Zia harus duduk berhadapan dengan Ken.
Ketujuh orang dimeja itu duduk tenang menikmati makanan masing masing.
Kalau boleh jujur saat ini Zia sedang menahan kerisihan karena orang yang tepat duduk dihadapannya tengah terus menatapnya tanpa henti,
ingin rasanya Zia melempar sendok ditangannya pada wajah Ken.Namun ia menahan sekuat tenaga keinginan itu supaya jangan sampai telealisasikan karena Zia tak mau menimbulkan keributan yang mengganggu ditengah jam istirahat ini,dan lagi gadis itu masih menghormati saudarinya yang sangat menyukai Ken setengah mati.
Raka yang duduk tepat disamping Zia tentu mulai menyadari kalau gadis disebelahnya ini tengah merasa risih,Raka yang dapat menebak siapa penyebabnya langsung melirik tepat kepada orang yang duduk didepan Zia.
Hah pantas saja Zia terlihat risih akan sesuatu ternyata gadis itu tengah ditatap oleh cowok yang ia ketauhi bernama Ken dengan tatapan yang sangat intens,jangankan Zia orang lainpun jika ditatap dengan tatapan seperti pasti merasa risih dan tidak nyaman.Raka menoleh kearah Neta setelah lengannya sedikit disenggol oleh sahabat Zia itu dan rupanya Neta juga menyadari itu sejak tadi,tak ada pilihan lain selain sepertinya Raka harus bertindak.Apalagi setelah ia melihat Zia yang sudah meletakkan sendoknya pada mangkok bakso yang masih banyak berisi,sepertinya gadis itu sudah mulai habis kesabaran.
"Ekhem sayang,kamu berhenti makan?" Pertanyaan dari Raka itu sontak membuat semua yang ada dimeja itu melihat kearahnya dan Zia,terutama Ken yang ikut teralihkan.
"Entahlah,mood dan selera makanku tiba tiba menghilang saja"jawab Zia sambil melihat kearah Raka.
"Tapi kamu harus tetap makan,kalau sakit gimana?"ujar Raka sambil mengusap pucuk kepala Zia.
"Aku benar benar tidak selera"jawab Zia pelan.
"Kayaknya Zia masih kurang enak badan deh Rak,kemarin juga dia sempat sakit pas keluarga kita liburan divilla"ujar Liona menatap cemas sang adik,perkataannya itu tentu membuat Neta menjadi sangat khawatir kepada sang sahabat.
"Bukan juga sakit tapi kemarin adik gue juga sempat pingsan tiba tiba pas kita dipantai,coba cek keningnya Rak"ujar Liona,ia meminta Raka mengecek kening Zia apakah panas atau tidak.
"Aduh kening kamu rada hangat yang"ujar Raka khawatir.
Ken tiba tiba berdiri dari tempatnya lalu berkata
"Yuk Zi,aku antar kamu ke UKS" ujarnya hendak memegang tangan dan pundak Zia,namun tak berhasik karena Raka langsung menepis tangannya.
"Lo apa apan sih?!"ujar Ken dengan nada tak suka kepada Raka.
"Biar gue yang urus pacar gue dan jangan berani sentuh Zia sekalipun, yuk sayang aku antar ke UKS"ujar Raka,ia langsung merangkul Zia berjalan meninggalkan area kantin.
"Cih siapa sih tuh orang?"ujar Ken mendecih kesal.
"Pacarnya Zia-lah siapa lagi menurut lo"Zia menyauti perkataan Ken kemudian berlalu pergi menyusul sahabatnya,berhasil membuat Ken mendelik semakin kesal.
Rena menahan tawa mendengar Neta yang menyauti perkataan kesal Ken tersebut
"Dengerin tuh Ken,Raka itu pacarnya Zia tau"ujar Rena dengan nada meledek pada Ken.
"Huss,Rena lo gak boleh gitu"ujar Liona menyenggol pelan lengan sahabatnya itu.
"Sialan!"umpat Ken,cowok itu duduk kembali ditempatnya dan lanjut menghabiskan makanannya dengan raut wajah memerah karena menahan emosi dan kekesalan.
Disisi lain,Juna hanya duduk diam dan bersikap tenang sejak tadi. Sedikit banyak ia tahu apa yang baru saja dilakukan oleh Zia-Raka-Neta lakukan,pemuda itu merasa kasihan sekaligus merasa kesal pada Ken yang masih saja bertingkah padahal sudah ditolak.