
Setelah Rindi pergi meninggalkan meja kantin tempatnya dan Zia duduk, Neta menoleh kearah Zia.
"Lo serius mau ikut basket Zi?"tanya Neta ke Zia,dari nada bicaranya tersirat kekhawatiran gadis itu kepada sahabatnya.
"Iya"jawab Zia menatap Neta sahabatnya.
"Serius?bukannya lebih baik jangan, gue takut lo kecapean trus sakit lo tambah parah gimana?"tanya Neta
"Gue serius,dan soal kondisi gue lo gak usah khawatir.Gue tipe orang yang tau batasan dan kemampuan diri gue sendiri"jelas Zia ke Neta,ia meyakinkan kepada sahabatnya itu akan baik baik saja.
"Oke deh,tapi inget lo jangan paksain kalau emang gak bisa.Gue takut lo kenapa napa"pesan Neta ke Zia sahabatnya itu.
"Tenang aja,gue tau itu kok"ujar Zia.
"Yaudah kalau gitu yuk ke kelas,jam istirahat udah mau habis nih"ajak Neta.
"Yuk"saut Zia setuju.
Kedua sahabat itupun beranjak dari meja mereka meninggalkan kantin.
"Kayaknya kapten basket putri tadi nyamperin dedek dedek gemes gue,mau ngjaka Zia gabung eskul basket deh"ujar Rena setelah mengamati meja Zia dan Neta yang didatangi oleh Rindi sikapten basket putri sekolah.
"Tau dari mana lo?"tanya Liona ke Rena.
"Nebak aja,lagian itu kemungkinan terbesarnya saat ini"jawab Rena.
"Ooh cuma nebak toh"saut Liona.
"Lo kalau emang penasaran kenapa gak nanya ke adik kita langsung sih,kan Zia tinggal serumah sama lo"ujar Rena.
"Bener juga sih"ujar Liona.
Kemudian ia kembali mencerna perkataan Rena tadi,Liona langsung menatap sahabatnya itu sambil cemberut.
"Kenapa lo tiba tiba cemberut gitu?"tanya Rena heran.
"Ren,Zia itu adik gue doang bukan adik kita.Jadi stop bilang adik gue itu adik lo"ujar Liona kepada Rena.
"Aelah itu lagi yang lo protesin,gue udah dapet izin dari Zia sendiri buat anggap dia adik gue.Kok lo problem mulu dari kemarin?heran"ujar Rena ke Liona.
"Gue gak peduli pokoknya Zia itu cuma adik gue aja,dan lo kalau mau nganggep dia adik lo cukup pas ada Zia nya aja kalau gak ada gak usah ngaku ngaku lo"oceh Liona.
"Iya iya,posesif banget lo jadi kakak heran gue"ujar Rena akhirnya memilih dari sahabatnya itu,bisa gak kelar kelar nanti kalau Liona yang dia ajak debat.
"Nah gitu dong,oke sekarang yuk balik kelas bel udah bunyi"ujar Liona menarik tangan Rena pergi meninggalkan kantin.
~Skip~
"Baiklah anak anak cukup untuk hari ini,sampai bertemu dipertemuan selanjutnya"guru menutup pertemuan pada jam pelajaran terakhir setelah itu langsung meninggalkan kelas.
Sepeninggal guru semua murid dikelas itu langsung rusuh,mereka mulai mengemas barang masing masing bersiap untuk pulang kerumah masing masing.
"Ta lo antar gue balikkan?"tanya Zia kepada Neta.
"Jelaslah,kan gue yang jemput lo tadi jadi sebagai sahabat yang bertanggung jawab gue juga harus anter lo balik dengan selamat juga"jawab Neta.
"Dah yuk balik"ajak Neta.
"Lets go"saut Zia.
Kedua sahabat itupun langsung keluar dari kelas bersama sama.
"Zia!"pangggil Liona.
Mendengar namanya dipanggil oleh saudarinya tentunya Zia langsung berhenti berjalan.
"Ada apa Lio?"tanya Zia sesampai Liona didepannya.
"Lo gak bawa mobil kesekolahkan dek?"tanya Liona ke Zia.
"Iya Lio,gue gak bawa mobil"jawab Zia mengiyakan .
"Bagus kalau gitu"ujar Liona.
"Ada apa emang?"tanya Zia kepada Liona,ia ingin tau kenapa saudarinya bertanya hal itu padanya.
"Tolong bawain mobil gue dong dek"ujar Liona meminta tolong.
"Kenapa gak lo aja yang bawa?trus kalau gue yang bawa lo naik apa Lio?"tanya Zia kepada Liona.
"Ken ajak kakak jalan sama dia pulang sekolah ini,jadi karena kakak naik mobilnya Ken.Kakak gak bisa bawa mobil kakak pulang,makanya kakak minta tolong sana kamu"jelas Liona kepada Zia.
"Yaudah deh kalau gitu,mana kuncinya biar gue yang bawa mobil lo balik?"ujar Zia setuju untuk membawa mobil Liona,ia mengulurkan tangannya meminta kunci mobil saudarinya itu.
"Ini kuncinya"ujar Liona langsung menyerahkan kunci mobilnya ketangan Zia.
"Thaks ya dek,kalau gitu gue pergi dulu"pamit Liona langsung pergi dari tempat Zia dan Neta berada.
Zia terus memperhatikan kepergian saudarinya yang setengah berlari menuju sebuah mobil,ia bisa melihat Ken yang berdiri besandar dimobil itu.Cowok itu menatapnya lekat sambil tersenyum aneh dan sedikit mencurigakan menurutnya,setelah itu Ken memutus tatapan itu lalu tersenyum kepada saudarinya yang tiba disana.
"Kenapa lo Zi,liatin saudari sama lo sama Ken gitu banget?"tanya Neta disebelahnya.
"Gak papa,cuma tatapan sama senyuman Ken aneh sekaligus mencurigakan menurut gue"jawab Zia ke Liona.
"Maksud lo?"tanya Neta tak paham dengan maksud perkataan sahabatnya itu,Neta mengikuti arah pandangan sahabatnya itu.
"Mungkin cuma perasaan gue aja"ujar Zia.
"Jadi lo gak jadi diantar balik sama gue dong?"tanya Neta.
"Ya gitulah,yuk balik"ujar Zia mengajak Neta pulang.
Neta melanjutkan langkahnya menuju dimana mobilnya diparkir sedangkan Zia sendiri yang tak jadi ikut ke mobil Neta,mengubah sedikit arahnya menuju tempat dimana mobil milik Liona saudarinya diparkir.
Tit...tit...tit...Neta membunyikan klaksonnya saat sampai didekat pintu gerbang masuk SMA Hantara,Zia membalas kaksonan itu dengan menggunakan klakson mobil Liona.
Kedua mobil yang dikendarai Neta dan Zia itupun melaju beriringan keluar dari gerbang mulai menjauh dari area sekolah mereka dan mulai menelusuri jalan raya.
Zia mengemudikan mobil milik Liona itu dengan santai dan dengan kecepatan yang rata rata saja, bukannya tak bisa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi tapi Zia lebih memilih mengendarai mobil saudarinya itu dengan kecepatan normal saja.Lagi pula ia sedang tidak dalam keadaan mendesak atau buru buru saat ini,Zia mengulurkan tangannya menyalakan radio untuk mendengar lagu sambil mengemudi.
Suara lagu serta musik yang diputar dengan volume yang lumayan keras itu mulai mengalun memenuhi dalam mobil, Zia sesekali ikut bersenandung mengikuti lirik lagu yang tengah dimainkan.
Dududu....nanana...Zia terlihat sangat menikmati sekali.
Mobil milik Liona yang Zia kendarai saat ini itu mulai mendekati gerbang masuk kediaman keluarganya.
Tit...tit...Zia memberi sinyal supaya pintu gerbang dibuka oleh penjaga supaya ia bisa memasuki area kediaman keluarganya itu.
Pintu pagar dibuka dengan cepat oleh dua orang penjaga,setelah itu mobil yang ia kendarai itu langsung memasuki area kediaman keluarganya dan berjalan menuju kearah garasi mobil.Tempat dimana mobil Liona ini nantinya akan Zia parkirkan dengan baik.