One Year, Maybe

One Year, Maybe
Chapter 242



Zia bersama Neta dan Raka kini tengah ada disebuah butik untuk membeli baju yang akan Zia serta Raka pakai untuk menghadiri pesta perusahaan yang diadakan oleh ANTARA GROUP,Neta sendiri yang sudah mengurus reservasi butik ini sebelumnya.Sahabat Zia yang satu itu tau tentang butik yang kini ketiganya datangi itu dari ibunya yang kebetulan kenal dengan pemilik butik,koneksi seorang mantan pramugari senior cukup bagus bukan.


"Kalian sudah datang anak anak" sambut seorang wanit paruh baya dengan balutan pakaian yang tampak simple namun elegan,dia adalah pemilik butik itu.


"Halo tante"sapa Neta terlebih dahulu.


"Halo Neta,kamu yang menghubungi tante kemarin bukan?"tanya wanita pemilik butik itu memastikan.


"Iya tan,itu saya.Dan ini kedua teman saya namanya Zia dan Raka yang akan membutuhkan pakaian dari butik tante.Zia Raka ini kenalin tante Runa,pemilik butik ini"ujar Neta menjawab pertanyaan wanita itu, sekaligus memperkenalkan Zia dan Raka juga sekaligus memperkenalkn balik tante Runa juga kepada kedua temannya itu.


Zia dan Raka yang diperkenalkan oleh Neta kepada pemilik butik itupun langsung membungkukkan badan menyapa,keduanya memasang senyum.


Wanita pemilik butik itu mulai mengamati kedua anak muda yang dirinya ketahui sebagai sepasang kekasih itu dari bawah hingga atas,


sebuah senyum terukir saat dirinya tak sengaja bertatapan mata dengan gadis bernama Zia.


*Mata yang familiar*batin wanita itu.


"Pesta seperti apa yang akan kalian hadiri?dan apakah ada dres kode tertentu?"tanya wanita itu kepada Zia dan Raka.


"Pesta perusahaan dan tidak ada dress kode,hanya diminta memakai pakaian formal saja.Tapi bisakah anda memberikan pakaian yang simple saja pada kami?"Zia yang bicara.


"Ah begitu ya,tentu.Tante akan carikan pakaian formal yang sesuai denganmu dan pasanganmu nak,ayo mari"ujar wanita itu mengajak pengunjung butiknya itu untuk memilih pakaian yang sesuai.


Wanita itu mulai memilih beberapa jenis gaun dan juga setelan kemeja formal untuk Zia dan Raka,sedangkan ketiga anak muda itu hanya diam menunggu karena tak ada satupun dari mereka yang cukup memahami hal hal seperti ini mungkin hanya Neta itupun tak terlalu.


Zia menoleh kearah Neta dan sahabatnya itu menaikkan alisnya seolah bertanya ada apa


"Kalau ada yang lo suka,ambil aja nanti gue bayar sekalian"ujar Zia pada Neta.


"Nah sekarang coba kalian berdua pakai beberapa baju pilihan tante ini"ujar wanita pemilik butik itu,i menyerahkan beberapa stel pakaian kepada Raka dan Zia.


Tak butuh banyak kali percobaan bagi Raka maupun Zia untuk menemukan pakaian yang cocok untuk mereka, mereka sudah menemukan pakaian yang pas untuk pergi ke pesta perusahaan.


Setelah semuanya selesai,pakaian yang telah dipilihpun dibungkus oleh salah satu karyawan butik.Sembari menunggu,wanita pemilik butik itu mengajak Neta,Zia,serta Raka mengobrol sebentar.


"Nak Zia sepertinya punya darah keturunan luar ya,saya lihat lihat"


Ujar tante Runa kepada Zia.


"Iya tante,salah satu orang tua mama saya memang orang luar kebetulan"


jawab Zia mencoba ramah.


"Tebakan saya benar ternyata,ngomong ngomong warna bola mata kamu indah" puji tante Runa


"Saya ingat dulu kenal seseorang yang punya bola mata hazel seperti kamu,mana sama sama cantik lagi" sambung wanita itu.


"Terima kasih pujiannya Tan,saya mewarisinya dari mama saya"ujar Zia.


Tante Runa tersenyum mendengar perkataan gadis remaja didepannya itu,bukan senyum biasa melainkan senyum penuh arti dan hanya Raka yang sedikit menyadari hal itu.


*Pemilik butik ini kenapa senyum kayak gitu ya ke Zia?*Raka.


*Jika benar,suami tante pasti sangat senang bertemu dengan kamu nak*tante Runa.