
Brak...Lyn memukul meja belajarnya mendengar perkataan kakaknya barusan,tingkat emosinya tiba tiba naik seketika.
"Keluar dari kamar gue sekarang"suruh Lyn pada sang kakak dengan suara dingin dan penuh penekanan.
"Iya kakak keluar"ujar Gia segera beranjak dari dalam kamar adiknya itu,ia tau pasti dari nada bicara adiknya itu sangat jelas sedang berusaha menahan emosi dan tentunya ia tak mau terkena ledakan emosi sang adik.
Sekeluarnya sang kakak dari kamarnya,Lyn memejamkan matanya untuk menstabilkan kembali emosinya yang nyaris saja meledak akibat Gia kakaknya.
*Tahan emosi lo Lyn,ingat yang tau semua tentang diri lo sebenarnya cuma lo sendiri*ujar Lyn dalam hatinya.
"Hampir aja gue diamuk adik sendiri"gumam Gia sekeluar dari kamar Lyn.
Ceklek...suara pintu kamar Zia dibuka dan terlihat gadis itu keluar dari dalam kamar dengan menggunakan pakaian rapi seperti orang yang ingin pergi.
"Mau kemana lo?"tanya Gia dengan nada yang tak ramah ditelinga tentunya.
"Ada urusan kak"jawab Zia
"Halah gak usah bohong sok bilang ada urusan segala,bilang aja lo mau kelayapan"saut Gia tak percaya dengan jawaban gadis yang lebih muda darinya itu.
"Zia beneran ada urusan kok kak,Zia pamit ya tolong bilang sama kak Arga"ujar Zia pamit kepada Gia kakaknya,walaupun gadis itu tau respon yang diberikan tidak akan baik.
"Gak usah sok izin segala,sana lo pergi dari sini kalau perlu jangan balik sekalian"ujar Gia dengan nada sarkas.
"Makasih atas izinnya,Nanti Zia bakal gak pulang larut malam kok"balas Zia tersenyum kepada sang kakak sebelum beranjak dari sana.
"Gak jelas banget jadi orang,gue bilang apa dia bales apa"ujar mendumel Gia menatap punggung Zia yang sudah menjauh.
Sedangkan Zia terkekeh pelan karena masih bisa mendengar dumelan saudari tertuanya itu,ia menuruni dengan setengah berlari.Gadis itu harus sedikit cepat karena akan pergi menemui seseorang.
~Skip~
Disinilah Zia sekarang menunggu didalam mobilnya yang terparkir didepan gerbang sekolah SMA Hantara, Zia sudah berjanji akan pergi jalan jalan keliling kota hari ini setelah jam pulang sekolah dengan Neta sahabatnya.Karena Zia tak masuk sekolah hari ini maka dari itu ia akan menjemput Neta terlebih dahulu disekolah kemudian menghantarnya pulang untuk ganti baju sebentar baru menjalankan rencana mereka tadi,Zia melihat jam diponselnya dan sebentar lagi bel pulang sekolah akan berbunyi.
"Lama banget sih"gumam Zia bersandar pada sandaran kursi pengemudi,gadis itu sudah mulai merasa bosan.
Dan akhirnya setelah menunggu cukup lama,Zia langsung bisa bernafas lega melihat sang sahabat yang tengah berjalan kearah mobilnya sambil melambai-lambaikan tangan dan tak lama kemudian pintu mobil terbuka
"Hai Zia"Neta menyapanya dengan semangat.
"Masuk"suruh Zia,Neta mengangguk kemudian segera masuk dan duduk dikursi disamping kursi pengemudi.
"Lo lama gak nunggu gue?"tanya Neta kepada Zia.
"Lumayanlah"jawab Zia yang mulai menjalankan mobil miliknya memasuki dan melaju dijalan raya.
"Sorry ya,tadi gue sempat disamperin adik kelas sesama anggota club sastra sebentar soalnya ada yang mau dia tanyain soalnya"ucap Neta meminta maaf karena membuat Zia menunggu lama.
"Its oke"saut Zia
"Lagian lo kenapa gak nunggu dipos satpam sekolah yang ada didekat gerbang sih?dari pada bosen nunggu sendirian,kan lumayan disana lo bisa ajak ngobrol satpam buat hilangin bosen"tanya Neta ke Zia.
"Ya lo tinggal bilang aja sama satpamnya biar gak lapotin ke guru,itu aja kok repot"saut Neta
"Emang bisa?lo pernah kayak gitu?"tanya Zia.
"Gue belum pernah kayak gitu sih"jawab Neta
"Trus kenapa lo kasih saran kayak gitu kegue,mau dihukum beneran sama guru?"tanya Zia
"Yaampun Zia,lo gak lupakan kalau lo itu anak pemilik sekolah?kalau lo yang ngomong pasti diturutin sama pak satpamnya"jelas Neta
"Ah iya juga ya,gue lupa soal itu"jawab Zia.
Sedangkan Neta hanya bisa memukul keningnya pelan karena tak habis pikir dengan sang sahabat,bagaimana anak itu lupa dengan statusnya kayak gitu?
"Ta,ini alamat rumah lo dimana?"tanya Zia.
"Gue sampai lupa bilang,alamat gue dijalan xxxxx no.23"jawab Neta menunjukkan alamat rumahnya melalui maps yang terpasang dimobil Zia,supaya Zia dapat dengan mudah menemukannya.
Setelah mengetahui alamat rumah dari Neta,Zia mengikuti jalan yang sesuai dengan maps supaya tidak nyasar. Jangan lupa kalau gadis itu masih baru pindah dan tentunya ia belum mengenal semua jalan dengan baik.
"Ta,itu benerkan yang didepan rumah lo?"tanya Zia ke Neta memastikan ia tak salah.
"Udah bener kok,nanti depan gerbang bunyiin aja kalksonnya supaya pagarnya dibuka sama pak satpam"saut Neta kepada Zia.
"Oke"ucap Zia,gadis memperlambat laju mobilnya mendekati arah pagar rumah Neta kemudian membunyikan klaksonnya seperti yang disuruh Neta.
Tit...tit...tit...suara klakson mobil Zia berbunyi dan persis yang dibilang oleh Neta tadi,pintu gerbang langsung dibuka oleh seorang satpam yang bekerja dikeluarga Neta.
Setelah gerbang dibuka Zia langsung menjalankan mobilnya memasuki pekarangan rumah keluarga Neta dan langsung terparkir disana,Neta disusul Zia keluar dari mobil tersebut.
"Yuk Zia"ajak Neta ke Zia untuk masuk kedalam rumah.
"Lo tunggu diruang tamu atau mau ikut gue ke kamar?"tanya Neta ke Zia.
"Lo lama gak ganti baju sama siap siapnya?"bukannya menjawab tapi Zia malah bertanya balik.
"Enggak sih,kenapa emang?"saut Neta
"Kalau gak lama gue tunggu disini aja deh,gue capek jalan"jawab Zia memutuskan untuk menunggu Neta diruang tamu rumah sahabatnya itu saja.
"Oke lo tunggu disini,btw lo mau minum apa Zi?biar gue suruh bibik buat bikin lo minum"Ujar Neta menawarkan Zia untuk minum.
"Gak usah repot repot,gue gak haus kok"tolak Zia.
"Yau dah kalau gitu buat diri lo nyaman,gue ke kamar dulu"unar Neta setelah itu pergi beranjak dari ruang tamu menuju kamarnya.
Sepeninggal Neta dari sana,Zia duduk sendirian diruang tamu rumah sahabatnya itu dan jujur saja terasa aneh baginya karena berada ditempat yang baru bagi Zia.
Sembari menunggu Neta selesai bersiap siap,Zia memilih mengamati sekitaran dalam rumah Neta.Mulai dari warna cat dinding,hiasan,dan semua pernak pernik yang ditaruh diruang tamu tempatnya berada saat ini.